Cara Budidaya Bunga Krisan

Bunga krisan tidak hanya dibudidayakan sebagai bunga potong saja, namun dapat dikembangkan sebagai bunga krisan pot. Budidaya bunga krisan dalam pot ini mempunya keunggulan dibanding dengan bunga krisan potong, sebagai bocoran saja ya usahakan tetap ternaungi dengan intensitas cahaya yang berkurang seperti dengan menempatkan dalam greenhouse mini dengan atap paranet diatasnya.

bunga-krisan

Tahapan-tahapan budidaya bunga krisan pot yaitu : persiapan media tanam, penanaman bibit, pemeliharaan, pewiwilan, penerapan alar, fertigasi, panen dan pascapanen.

  • Persiapan Media Tanam

Media yang digunakan dalam penanaman krisan pot yaitu tanah gambut, cacahan sabut kelapa, dan arang sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 4. Media itu adalah media bekas persemaian benih setelah 3 kali tanam dan sudah disterilisasi terlebih dulu pada suhu 85°C sepanjang 4 jam menggunakan steamer.

  • Penanaman Bibit

Bibit krisan yang akan ditanam kedalam pot di ambil dari ruang pendingin sesuai dengan varietasnya. Sebelum penanaman, bibit terlebih dulu diseleksi dan diambil berdasarkan tinggi yang sama.

Penanaman bibit krisan dikerjakan secara manual, yaitu dengan tangan. Bibit yang dimasukkan kedalam lubang diusahakan tegak lurus dan memiliki tinggi yang sama karena akan memengaruhi karakter tumbuhnya. Pengkabutan dilakukan segera setelah penanaman selesai dilakukan dengan menggunakan power sprayer selama kurang lebih 30 menit.

Pemeliharaan Krisan Pot

  • Perlakuan Hari Panjang

Merupakan perlakuan fase vegetatif yang dikerjakan selama 4 hari dimulai dari aktivitas penanaman kedalam pot yang meliputi : penyiraman, penerangan dengan lampu 100 watt, dan pembuangan pucuk. Penyiraman sangat di pengaruhi oleh kondisi musim. Jika musim kemarau, penyiraman dapat dilakukan sehari-hari sedangkan pada musim hujan, penyiraman dilakukan dengan melihat keadaan tanaman.

Ruang penanaman bibit krisan dilengkapi dengan instalasi listrik untuk pencahayaan. Sistem pencahayaan dilakukan dengan cara cyclic lightning, yaitu tempat dibagai menjadi tiga blok dengan masing-masing luas blok yaitu 224 m2.

Pembuangan pucuk (topping) dilakukan pada hari ke-4 setelah tanam Pembuangan pucuk dilakukan secara manual menggunakan jari-jari tangan.

Pada hari ke-5, krisan pot dipindahkan kedalam lahan produksi, yaitu green house yang sudah dilengkapi dengan bench berukuran 4m x 1. 2m yang beralaskan mulsa plastik berwarna putih. Dalam green house ini tanaman krisan tidak lagi di beri tambahan cahaya, hingga tanaman mulai masuk dalam fase generatif dan fase pembungaan.

  • Pewiwilan

Krisan akan mengeluarkan kuncup bunga setelah 8-9 minggu saat tanam bergantung pada varietasnya. Untuk menyeragamkan bunga yang akan tumbuh maka dilakukan pewiwilan. Pewiwilan dilakukan dengan cara membuang kuncup bunga yang tidak diinginkan hingga terbentuk bunga yang sesuai dengan standard perusahaan yaitu tipe standard dan spray.

  • Penerapan Alar

Penerapan alar ditujukan sebagai zat pengatur tumbuh dengan bahan aktif daminozide. Alar diberikan setelah tanaman berusia 12-14 hari setelah tanam. Zat ini berperan untuk menguatkan batang, mencegah penyimpangan, dan memperbaiki kualitas.

  • Fertigasi

Sistem fertigasi yang digunakan adalah Sistem Ebb and Flow di mana komponen-komponennya terdiri dari tangki air, pompa, tangki nutrisi, saringan pasir, saringan piring, pipa inlet utama, pipa inlet lateral, pipa outlet lateral dan bench. Pipa-pipa tersebut merupakan pipa tipe PVC. Jaringan fertigasi ini didesain dengan cara permanen, pipa utama dipasang dibawah permukaan tanah, pipa lateral dan bench diatas lantai green house. Komponen-komponen fertigasi adalah sebagai berikut :

  1. Pompa pada tangki penampungan, yang berfungsi untuk mengatur air dari bench yang telah tersaring menuju ke tangki pusat
  2. Pompa pada tangki nutrisi, yang berfungsi untuk mendorong air guna penyiraman krisan pot
  3. Saringan piring , yang berfungsi sebagai penyaring kotoran-kotoran.

Sistem irigasi yang diterapkan dengan cara Ebb and Flow Irrigation. Sistem ini adalah sistem penyiraman dengan cara penggenangan dan pengaliran. Pengisian dari pusat tangki nutrisi ke lahan memakan waktu 10 menit. Air nutrisi akan menggenangi bench selama 15 menit dengan ketinggian air 4-5 cm setelah itu di keluarkan lewat pipa-pipa outlet lateral dan dialirkan kembali menuju tangki penampungan.

Jumlah keseluruhan nutrisi yang dipakai sehari-hari yaitu 6000 liter dengan perbandingan nutrisi terhadap air sama dengan 1 : 3. Larutan nutrisi dibagi jadi larutan A dan B karena sifat pupuk yang berbeda

  • Panen, Pascapanen dan Pemasaran Krisan Pot

Usia tanaman krisan yang siap dipanen antara 8-12 minggu setelah tanam tergantung varietas dan kondisi musim, pada musim kemarau tanaman lebih cepat dipanen, yaitu antara 8-11 minggu, demikian sebaliknya jika musim hujan pemanenan baru bisa dikerjakan sampai tanaman berusia 12 minggu.

Baca Juga: Langkah Bikin Tempat tinggal Teduh (shade house)

Info lebih lengkap tentang produk paranet bisa dilihat disini www.paranet99.com

Untuk info harga paranet/shading net silakan hubungi kami :
SMS/Call : 0877-0282-1277 | 0852-3392-5564 | 0812-3258-4950

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s