Paranet nylon kerapatan 75% untuk bed dryer kopi

Kopi merupakan minuman seduhan biji kopi yang populer di lebih dari 50 negara.Penikmat kopi di Indonesia kian hari juga semakin banyak. Apalagi Indonesia merupakan negara eksportir terbesar ke empat. Citarasa dan popularitas kopi nusantara tidak perlu diragukan lagi.Indonesia termasuk negara penghasil kopi dengan citarasa terbaik dngan harga termahal didunia. Letak geografis Indonesia yang tepat ternyata menjadi sebuah aspek yang penting sehingga Indonesia merupakan tempat yang cocok untuk perkebunan kopi. Indonesia memiliki letak yang ideal and juga iklim yang sempurna untuk pertumbuhan serta produksi kopi. Tak heran bukan jika kita banyak menemukan perkebunan kopi di Indonesia.

Kopi nusantara pertama kali dibawa oleh Belanda yang ditanam dalam wilayah Batavia. Kemudian penanaman kopi menyebar hingga ke wilayah bogor dan sukabumi. Indonesia terbukti memiliki iklim yang hampir ideal untuk produksi kopi dan karenanya perkebunan-perkebunan segera didirikan di wilayah-wilayah lain di Jawa, Sumatra dan juga di Sulawesi.

Perkebunan kopi di Indonesia masih dalam skala kecil dengan luas lahan sekitar 1-2 hektar yang terpencar diberbagai wilayah,oleh karena itu menemukan lebih banyak kesulitan untuk menjaga volume produksi dan kualitas yang stabil, sehingga daya saing kopi Indonesia di pasar internasional kurang kuat terutama dengan negara vietman yang memiliki perkebunan skala besar. Pada saat ini, perkebunan kopi Indonesia mencakup total wilayah kira-kira 1,24 juta hektar, 933 hektar perkebunan robusta dan 307 hektar perkebunan arabika.

Kemudian dalam pengolahan biji kopi hingga ke cangkir penikmat kopi melewati banyak sekali tahap.Salah satu tahap penting itu adalah proses pengeringan kopi.Kopi memerlukan proses pengeringan sebelum disangrai. Kadar air pada kopi harus diturunkan hingga mencapai 9-11 persen sebelum disangrai agar hasilnya maksimal. Nah, proses pengeringan kopi ini ternyata memiliki beberapa pilihan. Setidaknya ada 3 jenis proses pengeringan kopi yang biasa dilakukan di industri kopi dunia. Apa saja proses pengeringan kopi itu? Berikut jawabannya.

Ini adalah proses pengeringan tradisional yang hanya mengandalkan sinar matahari langsung saja. Biasanya proses pengeringan ini adalah proses yang paling banyak dilakukan oleh petani di Indonesia. Caranya yang dilakukan pun cukup mudah. Hanya dengan meletakkan kopi yang sedang diproses di atas wadah berjaring dan dijemur langsung menghadap sinar matahari. Beberapa koperasi kopi sudah memiliki drying station atau rumah pengeringan yang dibuat sedemikian rupa agar matahari bisa menyerap lebih banyak dari berbagai sisi dan kopi akan lebih cepat kering. Proses pengeringan natural ini memiliki kelemahan jika cuaca sedang buruk atau memasuki musim penghujan.

Dalam proses pengeringan kopi secara natural ini anda perlu membuat bed dryer yaitu alas untuk pengeringan, alas untuk pengeringan kopi ini bisa menggunakan kawat jaring atau paranet dengan bahan nylon.

Jika anda membutuhkan parant nylon dengan kerapat 75 % ukuran 1,8m x 50m untuk bed dryer biji kopi ,rempah-rempah dll silahkan CALL/SMS/WA 085233925564 – 087702821277 – 081232584950. Untuk info harga terupdate paranet silahkan klik DISINI.

Advertisements

Cara Budidaya Tanaman Nilam

Nilam ialah tanaman semak tropis penghasil sejenis minyak atsiri yang dinamakan minyak nilam. Minyak nilam dalam perdagangan internasional dikenal dengan minyak patchouli karena minyak ini berasal dari sulingan daun. Minyak nilam banyak digunakan parfum atau wangi-wangian dan juga sebagai bahan dupa atau setanggi di tradisi timur.

Tanaman nilam merupakan tanaman semak yang bisa tumbuh sampai ketinggian kurang lebih sekitar 1 meter. Tanaman nilam menyukai tempat yang memiliki suasana teduh, hangat dan juga lembab. Karena harga minyak nilam lebih tinggi dibandingkan minyak atsiri, kini banyak orang yang mencoba peruntungan dengan melakukan budidaya tanaman nilam ini. Berikut adalah cara budidaya tanaman nilam :

1. Syarat Tumbuh
Tanaman nilam bisa tumbuh baik jika ditanam di daerah yang mempunyai ketinggian kurang lebih sekitar 10 – 700 mdpl tetapi jika lebih tanaman ini masih toleran tidak tumbuh optimal. Daerah yang akan digunakan untuk membudidayaan tanaman ini harus memiliki suhu sekitar 22°C – 28°C dengan curah hujan sekitar 2500-3500 mm/tahun, kelembaban sekitar 75%. Tanaman nilam bisa ditanam diberbagai jenis tanah, tetapi di anjurkan untuk ditanam di tanah yang gembur, subur, dan kaya akan humus dengan derajat keasaman atau pH sekitar 5,5-6,5.

2. Persiapan Bibit Tanaman Nilam
Bibit tanaman nilam bisa di dapat dengan cara vegetatif, ada 2 cara persemaian bibit yaitu:
Bibit stek dipotong kurang lebih sekitar 15 – 18 cm. Setelah bibit stek diperoleh, setelah itu tanam bibit stek tersebut dalam polybag semai yang telah diisi dengan media tanam berupa campuran tanah, seism, pasir dan juga pupuk kandang. Media tanam disiapkan sekitar 1 – 2 hari sebelum melakukan persemaian bibit tanaman nilam. Bibit yang disemaikan dalam polybag semai ini dipelihara hingga tanaman berumur kurang lebih sekitar 2 bulan dan setelah itu dapat dipindah tanamkan.

Bibit stek dipotong kurang lebih sekitar 12 – 15 cm setelah itu bibit stek direndam dalam pupuk cair organik perangsang akar selama 15 menit. ikat bibit stek tersebut dalam satuan 50-100 batang dan simpan pada tempat teduh dan sejuk selama sekitar 15 hari. Jika bibit telah tumbuh akar serabut setelah itu bibit dipindahkan pada polybag yang diberi lubang tanam kurang lebih sekitar 2 – 3 lubang agar tidak ada gesekan pada akar.

3. Penanaman Tanaman Nilam
Menanam tanaman nilam, bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan penanaman secara tidak langsung dan penanaman secara langsung.
Penanaman Langsung yaitu menanam bibit setek yang baru dipetik langsung ditanam pada lahan tanam, dengan setiap lubang tanam diisi sekitar 2-3 batang setek. Penanaman tidak langsung ialah bibit stek di semaikan terlebih dahulu hingga berumur sekitar 6 – 8 minggu barulah di pindah tanamkan pada lahan tanam.

4. Pemeliharaan Tanaman Nilam

1. Penyulaman
Lakukan penyulaman pada tanaman yang mati atau tumbuh tidak optimal dengan tanaman yang baru.
2. Pemupukan
Pemupukan tanaman ini dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang ataupun pupuk Sp-36, KCl dan juga NPK. Selain pupuk tersebut dapat juga dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk organik cair. Pada saat tanaman brumur sekitar 1 bulan, beri pupuk KCl atau SP-36 dan juga NPK dengan dosis sekitar 1/4 bagian dan 1/3 bagian. Lakukan pula pemupukan tersebut setelah pemanenan pertama, dan sisanya dilakukan setelah pemanenan kedua dan ketika agar pertumbuhan tanaman lebih optimal.
3. Penyiangan
Penyiangan dapat dilakukan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya agar tanaman bisa tumbuh dengan baik tanpa berebut nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh. Penyiangan gulma atau tanaman pengganggu tersebut dapat dilakukan secara mekanis maupun kimiawi. Penyiangan ini dapat dilakukan setiap 3 bulan sekali.
4. Pemangkasan
Setelah tanaman berumur 3 bulan lakukan pemangkasan. Pemangkasan dapat dilakukan pada cabang 3 keatas. Pemangkasan atau penjarangan ini dilakukan agar tanaman terhindar dari hama dan penyakit.