Faktor Penting dalam Merawat Anggrek

Selain budidaya sendiri tanaman anggrek juga dibeli toko di toko penjual tanaman hias. Tetapi mungkin hasilnya kurang memuaskan. Nah agar bunga anggrek tetep segar dan tetap tumbuh dengan sehat, anda bisa merawat dengan cara ini. Berlaku juga untuk para pembudidaya yang memulai dari nol !

Berikan Sinar Matahari Untuk Bunga Anggrek

Agar tumbuh dengan maksimal, tanaman anggrek juga sangat memelukan sinar matahari. Anda bisa menempatkan pada tempat yang terkena sinar matahari secara alami. Tetapi jangan terlalu panas. Maka bunga anggrek dapat mengalami pertumbuhan dengan baik.

Baca Juga :
Mengenal Lebih Dekat Tentang Tanaman Sarang Semut
Cara Budidaya Tanaman Nilam
Cara Menanam Semangka Dalam Polybag Di Halaman Rumah
Budidaya Padi Organik Dengan Metode SRI

Jaga Kelembaban Lingkungan dan Media Tanam Bungsa Anggrek

Sebagai tanaman tropis tentu menjaga kelembaban tanaman sangat penting. Kelembaban tanaman ini harus selalu dijaga. Jangan sampai tanaman anda mati karena lupa dengan penyiraman.

Anggek Ungu

Berikan Pupuk untuk Bunga Anggrek

Sebagai tanaman budidaya tentu bunga anggrek juga memerlukan pupuk. Yang berguna untuk memenuhi kebutuhan nustrisinya. Oleh karena itu berikan pupuk khusus semacam pupuk untuk tanaman tropis. Untuk jelasnya anda bisa konsultasi kepada penjual pup[uk tersebut.

Penyiraman Kepada Bunga Anggrek

Sebagaimana tanaman lain, bunga anggrek juga sangat membutuhkan penyiraman. Hal itu bertujuan bunga anggrek tidak mati. Siramlah dengan air secukupnya sesuai dengan cuaca yang berlangsung. Saat iklim lingkungan sedikit tinggi, maka cukup lakukan penyiraman dua kali dalam sehari.

Memberikan Cahaya Lampu pada Bunga Anggrek

Hal ini dilakukan bila anda menaruh bunga anggrek pada ruangan tertutup. Dengan adanya lampu akan menjaga bunga anggrek tidak kekurangan cahaya.


		
Advertisements

Cara Mudah Budidaya Umbi Garut

Tanaman garut (Maranta arundinacea L) dapat tumbuh maksimal di bawah lindungan pohon dengan kadar matahari minimum, sehingga tanaman ini potensial diusahakan di hutan rakyat, tanah pekarangan, maupun daerah-daerah penghijauan. Tanaman ini mampu tumbuh pada tanah yang miskin kesuburannya, meskipun untuk produksi terbaik harus dipupuk. Tanaman ini tidak membutuhkan perawatan yang khusus serta hama dan penyakitnya relatif sedikit.

Umbi garut banyak dikenal di seluruh Indonesia dengan beberapa nama lokal seperti lerut (Pekalongan), angkrik (Betawi), patat (Sunda), sagu (Ciamis dan Tasikmalaya), tarigu (Banten), sagu Belanda (Padang, Ambon dan Aceh) atau larut, pirut, kirut (Jawa Timur).Tepung pati garut dapat digunakan sebagai alternatif untuk pengganti atau substitusi tepung terigu sebagai bahan baku pembuatan kue, mie, roti kering, bubur bayi, makanan diet pengganti nasi, disamping digunakan di industri kimia, kosmetik, pupuk, gula cair dan obat-obatan. Tetapi pemanfaatan tepung garut masih menghadapi beberapa kendala, terutama pemasaran dan kontinuitas pasokan bahan baku.

Untuk mengatasi kendala tersebut, ada beberapa hal yang dapat dijadikan dasar untuk mengembangkan tanaman garut, antara lain niat pemerintah untuk mengubah paradigma impor bahan pangan dan menjadikan petani sebagai penjual produk olahan, bukan penjual bahan baku. Hal ini dapat dijadikan dasar untuk mendiversifikasikan pangan selain terigu dan beras, sehingga akan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap komoditi impor. Bila hal ini tidak segera dilakukan maka Indonesia akan sangat bergantung pada bahan baku impor. Ini merupakan sesuatu yang sangat ironis mengingat melimpahnya tanaman pangan alternatif yang dapat digali di negeri yang cukup subur ini.

rutttttt

Di lain pihak sistem usaha tani yang selama ini dianut harus diubah. Hal ini memerlukan perubahan yang sangat mendasar, yaitu petani menjual hasil olahan bukan hasil panen. Walaupun membutuhkan waktu yang lama tetapi harus ada yang berusaha meyakinkan masyarakat (petani) bahwa masa depan pangan tergantung pada sumberdaya sendiri.

TEKNIK BUDIDAYA

Beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam budidaya tanaman garut adalah:

(1) pembenihan

(2) persiapan lahan

(3) penanaman tanaman naungan

(4) penanaman

(5) pemeliharaan tanaman

(6) pemanenan.

Pembenihan

Untuk memperoleh benih dalam usaha budidaya tanaman garut diperoleh dengan cara:

  • Perbanyakan dengan umbi
  • Perbanyakan dengan anakan

Untuk penananam 1 hektar diperlukan persemaian dengan luas 20 x 2 m. Media yang dibutuhkan untuk persemaian ini adalah tanah, sekam, pasir, pupuk kandang, Urea dan SP-36. Bedengan untuk persemaian ini dibuat dengan tinggi 20-30 cm.

  • Perbanyakan dengan Umbi
    Umbi yang masih utuh diambil ujungnya (beberapa ruas) untuk dijadikan benih dengan syarat mata tunas tidak terluka, kemudian dipotong setiap satu ruas dan disemaikan di tempat persemaian yang sudah disiapkan. Setelah 20-30 hari akan terbentuk 3-5 helai daun dan benih tersebut siap untuk ditanam di areal yang sudah tersedia.
  • Perbanyakan dengan Anakan
    Pada umur 4 bulan setelah tanam batang induk akan membentuk anakan (rumpun). Untuk memperoleh anakan yang baik dibutuhkan perawatan pada tanaman induk. Untuk memperoleh benih anakan, pemisahan anakan dari batang induk sebaiknya dilakukan setelah jumlah anakan 3-5 atau batang induk telah mencapai umur 4-5 bulan setelah tanam.

Baca Juga :
Mengenal Lebih Dekat Tentang Tanaman Sarang Semut
Cara Budidaya Tanaman Nilam
Cara Menanam Semangka Dalam Polybag Di Halaman Rumah
Budidaya Padi Organik Dengan Metode SRI

Persiapan Lahan

Persiapan lahan bertujuan untuk mengolah dan menggemburkan lahan (dengan kedalaman bajakan 20-30 cm) memperbaiki struktur tanah, memperbaiki aerasi tanah, memperbaiki sistem drainase serta membunuh sumber penyakit dalam tanah. Setelah pengolahan, dibuat bedengan dengan panjang 10 m, lebar 1 m dan tinggi 30 cm. Bedengan ini dapat menampung 35-40 batang.
Tanaman garut juga dapat ditanam pada lahan yang tanpa diolah terlebih dulu. Caranya adalah dengan membuat lubang dengan ukuran 20 x 20 cm. Sebelum ditanam, lubang diberi dulu pupuk kandang. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 40 x 40 cm.

Penanaman

Tanaman Naungan Jenis tanaman naungan yang baik adalah tanaman yang berakar lunak, seperti pisang, pepaya, dsb. Tetapi tanaman garut juga dapat beradaptasi dengan tanaman keras/tahunan seperti karet, rambutan, kelapa sawit, jati, dsb.
Jarak tanaman naungan berakar lunak (pisang, pepaya) 3 x 3 m, sehingga tanaman garut masih dapat menyerap sinar matahari 40-50%. Sedangkan jarak tanaman keras/tahunan tergantung pada kondisi di lapangan, terutama pada pertumbuhan akar tanaman keras/tahunan tersebut.
Penanaman Lahan yang telah diolah atau tanpa olah dibuatkan lubang tanam 20 x 20 cm dengan jarak tanam 40 x 40 cm. Benih dari persemaian (telah berdaun 3-5 helai) dicabut, lalu ditanam dalam lubang yang telah disiapkan. Bila benih berasal dari anakan, maka jumlah daun dikurangi lebih dulu (dengan dipotong), lalu ditanam dalam lubang.

Pemeliharaan Tanaman

Pada umur tanaman 2-3 bulan setelah tanam, tanah digemburkan, lalu diberikan pupuk urea, masing-masing 200-300 kg per hektar tergantung pada kesuburan tanah dilokasi penanaman. Pupuk urea dan SP-36 diaduk menjadi satu lalu disebar di alur bumbunan.
Hama utama yang menyerang tanaman garut adalah uret, tikus dan ulat penggulung daun (Colopodes atheus). Sedangkan penyakit utama yang menyerang tanaman garut adalah penyakit terbakar daun (Rosellinia atheus) dan penyakit busuk daun (Pelliularian filomentosa).

 

Pemanenan

Tanaman garut dapat dipanen pada dua periode, yaitu:

Pada umur 6-7 bulan Pemanenan ini dilakukan bila umbi tersebut akan digunakan atau diolah menjadi emping atau keripik, karena pada umur tersebut serat yang terkandung masih sedikit.
Pada umur 8-12 bulanHal ini dilakukan bila umbi akan diproses menjadi pati (tepung). Pemanenan sebaiknya dilakukan pada bulan-bulan kering agar rendemen patinya tinggi.

Pemanenan dilakukan dengan menggunakan garpu atau alat sejenis, lalu dibersihkan dari akar dan tanah dan dipotong sebatas pangkal rimpang. Yang perlu diperhatikan adalah varietas yang dipanen, varietas banana hanya dapat bertahan 2 hari, sedangkan varietas Creol dapat bertahan 7 hari setelah dipanen.

Prospek Budidaya Lemon Dengan Keuntungan Hingga 200 Juta Pertahun

Agus Roma Riswanto kewalahan memenuhi tingginya permintaan jeruk lemon, hingga 5 ton per hari. Pemasok buah di Bandung, Jawa Barat itu hanya mampu memenuhi 10% untuk melayani kebutuhan pasar swalayan di Jakarta, Bandung, Malang, dan Surabaya. “Saya baru bisa memenuhi 100-200 kg per rninggu,” ujar Agus. Kebutuhan pasar swalayan terhadap lemon kian besar.

Pangsa pasar lemon yang besar mendorong Agus Roma untuk mengebunkan lemon kalifornia. Selain itu ia juga bekerja saran dengan ernpat petani mitra di Jawa Barat dan JawaTimur. Menurut ayah dua anak itu lemon kalifornia mulai berproduksi pada umur 1,5 tahun setelah tanam. “Jeruk biasa rata-rata 2-3 tahun baru berproduksi. Lernon kalifornia lebih cepat dan relatif tahan hama dan penyaklt,” kata Agus.

Prospek Budidaya Lemon

Populasi tanaman rata-rata 800 pohon per hektare. Lemon kalifornia memiliki masa produksi tertinggi pada umur 4-12 tahun. Agus menjelaskan, harga jual lemon kalifornia di tingkat petani Rp 20.000-25.000 per kg. Tanaman di lahan sehektar yang mulai produksi menghasilkan 500 kg per pekan. Harap mahfum Agus menanam lemon secara bertahap, Volume panen 500 kg itu dari pohon tertua, kini berumur setahun. Pendapatan rata-rata Rp 4 juta-Rp 12,5 juta per pekan atau Rp 208-juta-Rp 650 juta per tahun. Lemon berbuah terus-menerus.

“Itu baru hitungan kasar, tentu kondisi di lapangan bisa berbeda,” kata alumnus Universitas Telkom itu. Menurut Vendi Tri Suseno dari PT Laris Manis Utama, importer dan distributor buah di Jakarta Utara, “Pasokan lemon yang ada di pasaran baru mengisi 50% permintaan.” Pada waktu normal Vendi menerima permintaan lemon 30 ton setiap bulan. Permintaan naik dua kali lipat pada liburan akhir tahun.

Kini permintaan lemon kian meningkat seiring berkembangnya gaya hidup sehat melalui konsumsi air infusan. Pelaku gaya hidup sehat kerap memanfaatkan lemon sebagai campuran bahan air infus lantaran berkhasiat dan rasanya segar. Para pekebun di tanah air menangkap peluang pasar lemon. Wongso Suseno di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, misalnya, mengebunkan lemon kalifornia atau amerika sejak Mei 2013. Ia mendatangkan 80 bibit dari Surabaya, Jawa Timur.

Tanaman anggota famili Rutaceae itu mulai berbuah ketika berumur setahun pasca tanam. Wongso panen perdana lemon ketika tanaman berumur 1,5 tahun. Ukuran buah relatif jumbo, 2-3 buah per kilogram. Dari sebuah tangkai menghasilkan 3-5 buah, sehingga dalam satu pohon ia menuai 10 kg lemon.

Dari total 80 pohon, pengusaha aluminium itu memperoleh rata-rata 200 kg buah per pekan. Wongso membanderol harga jual cukup tinggi, Rp60.000 per kilogram. la mengirim hasil panen itu ke pasar swalayan di Purwokerto. Pekebun lain, Marlin Purba di Padangbulan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, mengebunkan lemon timur tengah atau ponkres. Ukuran buah kecil, 8-10 buah per kilogram.

Meski buah relatif kecil citarasanya segar dengan tingkat keasaman rendah. Marlin menanam lemon asal perbatasan Israel itu di lahan 5.000 m2 pada 2014. Ia menanam berjarak 3 m x 4 rn, total populasi mencapai 130 pohon. Marlin panen perdana saat tanaman berumur 1,5 tahun. “Panen rata-rata 2,5 kg buah per pohon per pekan,” ujarnya. Ia menjual lemon hasil panennya cukup tinggi, Rp60.000 per kilogram.

Lantaran harga jualnya yang tinggi, banyak pekebun lain yang tertarik menanam lemon. “Apalagi perawatannya sederhana,” kata Marlin. Gun Sutopo di Kaliurang, Yogyakarta, juga mengebunkan lemon meyer. “Baunya dari nipis, sedangkan kesegaran dan rasa dari keprok,” ujar Gun menggambarkan karakteristik meyer. Buah citrus itu akan berproduksi maksimal jika penanaman dilakukan di dataran menengah-tinggi.

Produktif

Ketertarikan Gun terhadap lemon bermula dari kunjungannya ke pameran buah Fruit Logistica di Messe, Berlin, Jerman, pada Februari 2016. Pameran seluas 5 kali lapangan sepak bola itu didominasi oleh lemon. Tidak lama setelah itu lemon menjadi booming di media sosial karena khasiatnya yang banyak. Gun pun tertarik mengebunkannya karena menganggap bisnis lemon tidaklah sulit.

Gun menanam lemon di lahan 1 ha. Untuk mengefisienkan lahan, alumnus Jurusan Ilmu Tanah, Institut Pertanian Bogor, itu menumpangsarikan lemon dengan pepaya. Di lahan berketinggian 500 m di atas permukaan laut (dpl) itu ia tanam 1.000 lemon dan 1.000 pepaya. Jarak antar tanaman 3 m x 3 m. Artinya, dalam satu bujursangkar lemon, di tengahnya terdapat pepaya. Di lahan lain ia menanam lemon secara monokultur.

Lemon di kebun Gun tergolong produktif. Meski belum berumur setahun lemon itu sudah berbuah. Pemilik Shabila Farm itu memprediksi panen perdana pada akhir Oktober 2016. Buah dari kebun itu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat seiring gaya hidup sehat

Mengenal Lebih Dekat Tentang Tanaman Sarang Semut

        Sarang semut dengan nama ilmiah Myrmecodia sp. Merupakan salah satu tumbuhan dari subfamili Hydnophytinae (Rubiaceae) yang dapat berkerja sama dengan semut. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan komensialisme, artinya tumbuhan yang menempel pada tumbuhan lain, tetapi tidak merugikan inangnya, hanya sebagai tempat menempel. Contoh tanaman epifit lain yang lazim dijumpai hidup di pohon yaitu lumut kerak, lumut, alga, tumbuhan perambat, dan anggrek.

Riwayat Si Umbi Sarang Semut

      Genus tumbuhan sarang semut dibagi menjadi beberapa spesies berdasarkan struktur umbinya. Ditemukan sebanyak 26 spesies sarang semut. Batangnya menggelembung dan berongga-rongga serta dihuni oleh semut merupakan ciri khas dari semua species tumbuhan ini. Tumbuhan ini dapat ditanam dengan mudah dan tetap tumbuh layaknya sarang semut seperti biasanya tanpa ada bantuan semut.

          Ditemukannya penyebaran sarang semut dimulai dari Filipina, Kamboja, Semenanjung Malaysia, Kalimantan, Jawa, Papua, Papua Nugini, Sumatera hingga Kepulauan Solomon. Tumbuhan sarang semut dapat dijumpai di Provinsi Papua terutama di daerah Pegunungan Tengah, yaitu di hutan belantara Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Kabupaten Paniai. Pulau Papua merupakan daerah paling besar penyebaran keanekaragaman sarang semut di mana spesies dataran tingginya adalah lokal spesifik.

        Tumbuhan sarang semut tersebar dari hutan bakau dan pohon-pohon di tepi pantai hingga ketinggian 2.400 m di atas permukaan laut (dpl). Tumbuhan sarang semut paling banyak ditemukan di padang rumput. Sarang semut lebih banyak ditemukan di hutan dan daerah pertanian terbuka ketimbang di daerah dataran renda dengan ketinggian 200 mdpl.

        Sarang semut banyak ditemukan tumbuh di beberapa pohon umumnya di pohon kayu putih, cemara gunung, kaha, dan pohon beech. Di habitat liarnya, tumbuhan sarang semut dihuni oleh beragam jenis semut.

        Namun, satu tumbuhan sarang semut hanya dihuni oleh satu jenis semut. Secara umum ditemukan tiga spesies semut dari genus Iridomyrmex. Sebagai contoh, tumbuhan sarang semut Myrmecodia pendens Merr. & Perry dihuni oleh koloni semut dari jenis Ochetellus sp. Dalam umbi sarang semut juga ditemukan dua spesies jamur ketika dihuni oleh simbion I. cordatus.

Baca Juga :
Manfaat Kantong Plastik Yang Sangat Penting
Cara Budidaya Tanaman Nilam
Cara Menanam Semangka Dalam Polybag Di Halaman Rumah
Budidaya Padi Organik Dengan Metode SRI

        Umbi yang terdapat pada sarang semut biasanya memiliki bentuk bulat saat muda, lalu menjadi lonjong memendek maupun memanjang setelah memasuki umur tua. Umbinya hampir selalu berduri. Pengembangan dari genus ini didapatkan dengan klasifikasi umbinya memiliki suatu sistem jaringan berlubang yang bentuk serta interkoneksinya tersebut sangat khas.

        Penyebaran tumbuhan sarang semut banyak ditemukan, mulai dari Semenanjung Malaysia, Filipina, Kamboja, Sumatera, Kalimantan, Jawa, Papua, Papua Nugini, Cape York hingga Kepulauan Solomon. Di daerah Pegunungan Tengah pulau Papua sarang semut mudah dijumpai, selain Pegunungan Tengah yaitu di hutan belantara Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Kabupaten Paniai. Di Pulau Papua, sarang semut meiliki keanekaragaman terbesar dari daerah lainnya.

        Penyebaran populasi sarang semut mulai dari hutan bakau dan pohon-pohon di tepi pantai hingga ketinggian 2.400 m di atas permukaan laut (dpl). Tumbuhan sarang semut paling banyak ditemukan di padang rumput. Jika ingin mencari sarang semut jangan mencarinya dihutan tropis dataran rendah karena jarang ditemukan, tetapi lebih banyak ditemukan di hutan dan daerah pertanian terbuka dengan ketinggian sekitar 600m diatas permukaan laut.

 

Jika anda membutuhkan parant nylon dengan kerapat 75 % ukuran 1,8m x 50m untuk bed dryer biji kopi ,rempah-rempah dll silahkan CALL/SMS/WA 085233925564 – 087702821277 – 081232584950. Untuk info harga terupdate paranet silahkan klik DISINI.