Yuk!! Intip Budidaya Kentang Dengan Metode Hidroponik

Menanam-kentang-secara-hidroponik

Bercocok tanam di rumah merupakan suatu hal yang sangat menyenangkan tentunya. Tetapi bagaimana jika Anda tak memiliki lahan yang cukup luas untuk menanamnya? Don’t worry, selain ditanam di sawah atau dikebun, kentang di hidroponik juga bisa. Hidroponik merupakan sistem budidaya tanaman yang menggunakan media tanam/tumbuhnya bukan dari tanah. Media yang biasa digunakan yaitu pasir, kerikil, sekam bakar, rockwool atau yang lainnya. Sementara itu untuk cara tanamnya dapat dikerjakan pada lahan kecil, seperti botol bekas, ember bekas ataupun pot. Kentang di hidroponik sangat cocok untuk masyarakat urban yang ingin berkebun karena hemat tempat dan ramah lingkungan. Selain kentang, jenis tanaman lainnya yang cocok untuk urban farming yaitu kangkung, kol, sawi, wortel atau seledri.

Sekarang, menanam kentang dengan trik hidroponik bisa jadi solusi yang tepat bagi Anda yang memiliki lahan tanam yang tak terlalu luas. Hanya saja, tak banyak orang yang mengetahui cara menanam kentang hidroponik.

Kentang atau dalam dunia tumbuhan disebut Solanum Tuberosum L. merupakan sayuran dari umbi-umbian yang banyak memiliki manfaat untuk kesehatan ataupun kecantikan. Kentang sering digunakan sebagai menu utama makanan diet sehat bagi yang sedang berusaha menurunkan berat badan.

Baca Juga :

Trik Jitu Budidaya Tomat Beef Dengan Metode Hidroponik
Budidaya Rempah-Rempah Di Dalam Pot & Polybag, Lebih Menguntungkan
10 Gedung Pencakar Langit Di Dunia Yang Terhenti & Mangkrak

Jika Anda ingin menanam kentang hidroponik, maka Anda harus menyediakan alat dan bahan yang dibutuhkan. Di antaranya yaitu tusuk gigi/lidi, gelas kaca, cairan nutrisi, serta umbi kentang.

Anda dapat memakai nutrisi AB Mix untuk menutrisi kentang hidroponik tersebut. Nutrisi AB Mix dapat dibeli di toko pertanian. Sesudah bahan yang dibutuhkan siap, Anda dapat menanam kentang hidroponik dengan sederhana di rumah dengan tahapan dibawah ini.

* Umbi kentang dicuci bersih dengan menggunakan air.
* Tancapkan tusuk gigi atau lidi pada sisi-sisi umbi kentang yang utuh supaya kentang tidak tenggelam ke dalam air.
* Gelas kaca atau wadah yang sudah disiapkan diisi dengan cairan nutrisi.
* Setelah itu umbi diletakkan didalam wadah tersebut.
* Setengah umbinya dibentangkan pada air dalam wadah dan setengahnya lagi dibiarkan di luar wadah serta disangga oleh tusuk gigi.
* Terakhir, wadah yang isinya umbi diletakkan di tempat yang lokasinya mendapatkan sinar matahari guna merangsang pertumbuhan batang dan daun pada umbi.

Jika Anda membutuhkan Paranet untuk peneduh budidaya tanaman ataupun untuk yang lainnya silakan Anda hubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877.0282.1277 / 0812.3258.4950 / 0852.3392.5564

Advertisements

Tips Jitu Merawat Kakao, Agar Berbuah Lebih Lebat

tanaman-cokelat_20170407_160202

Tanaman kakao berasal dari negara Amerika Selatan. Biji dari buah kakao merupakan bahan baku untuk pembuatan berbagai olahan cokelat. Karena banyaknya olahan cokelat, maka permintaan pasar pada bahan baku itu pun ikut meningkat. Nah, untuk Anda yang berminat membudidayakannya, ada tips merawat kakao supaya berbuah lebat.

Penyebaran kakao pertama kali dilakukan oleh bangsa Spanyol. Pada abad ke-18, bangsa Spanyol memulai invasinya ke wilayah Amerika Selatan. Mendengar terkenalnya biji dari tumbuhan kakao, bangsa Spanyol yang mulai membentuk pasukannya serta membuat perkebunan kakaonya sendiri.

Mereka kemudian membawa kakao ke Spanyol dan menyebarkannya ke seluruh negara Eropa. Waktu itu, kakao terkenal sebagai minuman dan bahan campuran pembuatan kue. Swiss yang identik dengan cokelat kemudian mengolah cokelat menjadi snack yang enak dan beraneka ragam.

Sesudah mengetahui perjalanan kakao, mari ketahui cara merawat tanaman kakao supaya tumbuh subur dan menghasilkan buah lebat. Tanamlah kakao pada sebidang tanah dengan curah hujan sekitar 1.100—3.000 mm setiap tahun. Tanaman ini membutuhkan air yang banyak sepanjang tahun. Jika curah hujan rendah, gunakanlah teknik irigasi.

Pilihlah biji dari buah dan pohon yang kualitasnya bagus, kemudian cuci dengan air bersih dan jemur. Siapkan polibag yang diisi tanah dan pupuk, kemudian tanam biji. Jika biji sudah menjadi tumbuhan dan sudah cukup besar, pindahkan ke tanah.

Baca Juga :

Menanam kakao bisa juga memakai teknik okulasi. Buat sayatan pada kulit dahan yang bertunas, kemudian tempelkan ke dahan pohon lain yang sudah disayat. Bungkus dengan sabut kelapa, tunggu sampai akar tumbuh, kemudian pindahkan ke media tanam. Jarak tanam yang ideal antarpohon kakao sekitar 3×3m.

Berikan tanaman kakao pelindung. Karena, meskipun tempat asli tanaman ini yaitu di iklim tropis, tanaman ini tak tahan terhadap sinar matahari secara langsung.

Tanaman pelindung yang pas adalah pohon pete karena pohon ini tinggi dan menggugurkan daunnya secara berkala sehingga membuat pohon kakao tetap terkena sinar matahari atau gunakan paranet untuk peneduh tanaman kakao tersebut.

Disamping itu, Anda juga perlu memberikan pupuk secara rutin, pupuk diberikan dengan cara memasukkannya ke tanah di sekitar pohon. Pupuk yang dipakai bisa pupuk kandang, pupuk urea atau bisa juga campuran keduanya. Pemupukan biasanya dikerjkan 1 tahun 2 kali, yaitu pada musim hujan.

Pangkaslah pohon kakao karena pemangkasan berfungsi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kakao. Pangkaslah dahan yang tak produktif atau tak ada buahnya. Bersihkan tanah di sekitarnya, pastikan tak ada benalu ataupun rumput liar.

Jika Anda membutuhkan atau ingin budidaya dengan Paranet untuk peneduh tanaman ataupun untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Menguntungkan, 4 Trik Budidaya Buah Kiwi

hipwee-Manfaat-Buah-Kiwi-untuk-Kesehatan-dan-Kecantikan-750x351

Buah kiwi dikenal karena mempunyai kandungan vitamin dan juga nutrisi yang sangat penting bagi tubuh konsumen. Karena itu, buah kiwi banyak dicari oleh konsumen karena sangat menguntungkan untuk dibuat bisnis jika Anda membudidayakan buah tersebut. Untuk cara budidaya buah kiwi itu sendiri bisa Anda lakukan sendiri di rumah sesudah menyimak ulasan berikut ini.

1. Menyiapan lahan

Kiwi bisa tumbuh subur di wilayah tropis seperti di Indonesia ini. Penyiapan lahan bisa dimulai dengan cara membersihkan lahan dari tanaman liar yang tumbuh. Setelah itu, gemburkan bagian tanah yang akan ditanami. Kemudian, tanah diberi dengan pupuk kandang secukupnya.

Setelah itu, buatlah lubang tanam dengan jarak sekitar 2 × 2 meter pada bagian tanah yang sudah digemburkan. Proses pembajakan, pemberian pupuk, pengapuran, dan pembuatan lubang tanam sebaiknya dikerjakan 2 minggu sebelum penanaman bibit.

2. Pembibitan

Pembibitan dapat dikerjakan dengan cara menyemai biji buah kiwi dahulu. Untuk membantu selesainya proses penyemaian, biji buah kiwi direndam dahulu dengan memakai air hangat, kemudian keringkan. Setelah itu, simpan biji tersebut dan bungkus dengan tisu ataupun kapas selama 1 malam.

Media yang baik untuk penyemaian yaitu tanah humus. Proses pembibitan sendiri dimulai dari menyebar biji dengan merata di atas tanah, kemudian dibiarkan selama sepuluh hari sampai kecambah dan daun mulai tumbuh. Perlu diingat, bahwa selama proses penyemaian sebaiknya biji diberikan naungan jaring paranet untuk menghindarkan dari sinar matahari secara langsung.

Baca Juga :

Budidaya Cabai Sangat Menguntungkan Dengan Mulsa Plastik

5 Cara Jitu Budidaya Buah Naga Dengan Polybag

Plastik UV Untuk Budidaya Ikan, Lebih Untung Dan Menjanjikan!!

Banner-paranet-plastik

3. Penanaman

Setelah biji buah kiwi memiliki daun, Anda bisa memindahkan biji buah kiwi ke dalam pot sampai ukurannya layak ditanam di atas lahan. Cara menanam benih tersebut yaitu dengan memasukkan bagian pangkal batangnya ke lubang tanam yang sudah siap dipakai. Kemudian timbunlah dengan tanah dan timbunan tersebut agak ditinggikan supaya tak tergenang air pada saat hujan.

4. Pemeliharaan

Perlu dimengerti bahwa struktur tanah yang dibutuhkan untuk menanam pohon kiwi harus sangat kuat, karena tanah dapat menahan beban pohon kiwi yang sangat berat saat pohon tersebut berbuah. Cara memelihara pohon kiwi supaya tumbuh subur, yakni dengan menyirami secara teratur, memupuk tanah secara berkala, memasang paranet untuk menghindarkan dari rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman buah kiwi, dan juga mengendalikan berkembangnya hama pohon dengan penyemprotan. Selain itu, Anda juga perlu memelihara bunga dan membantu proses penyerbukannya dengan kuas yang halus supaya pohon berbuah lebih banyak.

Jika Anda membutuhkan Paranet Untuk Peneduh tanaman ataupun untuk menghindarkan dari hama dan rumput liar dengan harga yang murah dan bahannya lebih awet Anda bisa menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Tips Untuk Membudidaya Tumbuhan Anggrek

img-20130721-wa017

Bunga Anggrek adalah salah satu bunga yang mempunyai keindahan tersendiri, sehingga banyak sekali pecinta tanaman hias yang mengkoleksinya. Membudidayakan tanaman anggrek sebenarnya cukup mudah, asalkan rajin untuk merawat dengan perlakuan yang benar, maka tanaman anggrek di halaman akan tumbuh subur dan menampilkan keindahan bunganya dalam waktu cukup lama. Anggrek memang termasuk bunga yang sangat awet mekarnya.

Sebagai negara beriklim tropis dengan keanekaragaman hayatinya, Indonesia termasuk surganya tanaman anggrek. Ada sekitar 3500 spesies anggrek, baik yang alami maupun hasil dari kawin silang. Jenis anggrek yang paling banyak dipelihara adalah anggrek dendrobium, karena selain mudah perawatannya, harganya juga tidak semahal dengan jenis anggrek yang langka.

banner paranet 3

Anggrek akan berkembang dengan baik di suhu kira-kira 14-36 derajat celcius. Kalau faktor pencahayaan serta suhu sudah bisa terjaga secara baik, jadi Anda akan dapat melihat anggrek yang sedang Anda tanam mengeluarkan bentuk bunga yang begitu indah. Jadi sekarang, bagaimanakah caranya supaya faktor intensitas cahaya matahari yang dibutuhkan dalam tahap perkembangan tanaman anggrek bisa disesuaikan dengan lingkungan lahan yang ada? Tak perlu risau, kalau Anda berkeinginan untuk menanam anggrek yang memerlukan naungan, Anda bisa memakai paranet ataupun jaring peneduh yang dipasang pada atas tanaman anggrek Anda. Tingkat intensitas sinar atau cahaya yang masuk bisa disamakan dengan tingkat kerapatan jaring yang sedang dipasang. Contohnya Anda perlu intensitas cahaya sekitar 35%, jadi Anda bisa memasang plastik paranet maupun jaring peneduh ini dengan kerapatan yakni 65%.

Baca Juga :

Metode, Cara Pemasangan Plastik Mulsa Pada Tambak
5 Cara Jitu Budidaya Buah Naga Dengan Polybag
Manfaat Daun Suji, Tanaman Yang Bisa Ditanam Di Greenhouse

Sekarang ini sudah diproduksi berbagai jenis paranet dengan kerapatan yang beragam. Makin besar presentase persen dari paranet itu, berarti makin rapat pula jarak anyamannya serta makin tinggi kemampuan plastik paranet dalam hal menahan intensitas sinar matahari langsung yang masuk. Pada biasanya, paranet yang warnanya hitam, sebab warna hitam amat efektif untuk menahan masuknya sinar matahari, meskipun ada pula paranet yang dibuat dari anyaman berbahan tambang plastik serta umumnya warnanya putih, paranet berjenis ini lebih kerap dipakai diarea outbond anak-anak.

Kalau Anda gemar atau hobby berkebun serta tertarik untuk memelihara anggrek, tetapi lahan kira-kira rumah tanpa ada pohon peneduh serta cenderung terkena sinar panas matahari secara langsung, mengapa tak memakai paranet saja? Anda tidak usah membangun atap tambahan yang memakan banyak biaya dan juga apalagi rumah kaca, Anda cukup tinggal memasang paranet secukupnya diarea lahan lokasi penanaman, Anda telah memperoleh area yang rindang dan sejuk untuk dijadikan lahan anggrek.

Jika anda membutuhkan Paranet untuk peneduh tanaman dengan harga yang lebih murah, silahkan hubungi kami melalui sms/call pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564.

Paranet Untuk Lapangan Futsal, Lebih Awet & Murah!

futsal

Kegunaaan umum paranet ialah untuk dijadikan sebagai bahan pembuat naungan. Beberapa dari jenis tumbuhan atau tanaman tertentu semisal lettuce, strawberry, mawar, anggrek, anyelir, tomat, serta sawi uyang tak menyukai panas cahaya matahari yang berintensitas tinggi. Pemakaian paranet guna dijadikan naungan juga bisa mengontrol jumlah dari intensitas sinar matahari yang diperlukan oleh tumbuhan atau tanaman.

Paranet sendiri biasanya terbuat dari bahan-bahan yang memiliki kandungan polietilen berbentuk seperti anyaman jaring plastik. Polietilen umumnya berasal dari bahan nylon atau senar maupun plastik. Tetapi ada beberapa dari paranet yang dibuat dari bahan tambang serta kawat. Tetapi untuk tambang serta kawat sendiri memang jarang diminati oleh para pembudidaya tanaman, sebab tambang mempunyai jarak antar lubang yang cukuplah lebar ketika dianyam, sedang yang kawat mempunyai sifat gampang untuk berkarat.

Paranet umumnya memiliki tingkat kerapatan anyaman yang berbeda-beda. Kerapatan para paranet biasanya terdiri antara lain sekitar 40%, 50%, 55% sampai juga 90%. Kerapatan pada paranet yang dilambangkan dengan persen atau persentasi tersebut, itu menunjukkan bahwa kemampuan paranet guna menahan intensitas cahaya matahari yang akan masuk dan mengenai tanaman. Nah, jadi kalau tingkat kerapatannya 60% maka cahaya matahari yang akan dihalangi 60% serta yang akan masuk sebanyak 40%. Makin besar persentasinya, makin rapat pula anyaman paranetnya. Maka, kalau Anda sedang berencana untuk membeli paranet, cek keperluan Anda menurut intensitas cahaya tumbuhan Anda sebab tiap tanaman mempunyai kebutuhannya sinar matahari sendir-sendiri.

Kini, fungsi dari paranet sendiri sebagai jaring peneduh makin banyak dan meluas, karena fungsinya yang amat berguna dan bermanfaat. Tak hanya guna peneduh tanaman saja, paranet pula sering dipakai untuk jaring peneduh lapangan futsal, kolam renang, rumah, cafe, outbond, dan lain sebagainya.

Baca Juga :
8 Jenis Tumbuhan Terunik & Langka Di Dunia
Inilah Manfaat Anggur Untuk Tubuh
Inilah Buah Fenomenal Tangan Dewa Kaya Manfaat

Jaring paranet pula bisa dimanfaatkan untuk alternatif lainnya seperti sebagai peneduh teras, halaman toko atau rumah, tempat pencucian mobil ataupun motor, bisa juga dipakai untuk pelindung kolam ikan dari panasnya terik matahari langsung yang berlebihan, dengan memakai jaring paranet pada sirkulasi udarapun akan selalu terjaga serta mencegah angka kematian ikan sebab terkena panas matahari yang tidak baik.

Paranet sekarang ini banyak dijual dengan spesifikasi bahan dari plastik berwarna hitam dengan harga relatif murah dan ekonomis, kalau Anda mau mengeluarkan ongkos yang sedikit lebih dalam, Anda dapat membeli dan menggunakan jaring paranet nylon dengan kerapatan 75% yang tentunya 3x lipat lebih berkualitas dan awet daripada paranet-paranet plastik yang dijualbelikan dipasaran.

Paranet 6aParanet nylon sendiri mempunyai spesifikasi anyaman yang kecil serta kompleks, maka anyaman tak gampang untuk geser, serta lentur dan tidak kaku. Paranet nylon bisa bertahan berkisar 3-5 tahun, walaupun di cuaca yang ekstrem sekalipun. Tak hanya ketahananya, jika dilihat dari segi estetikanya, paranet nylon akan lebih nampak rapi ketimbang paranet plastik, walaupun mempunyai harga yang relatif cukup mahal, tetapi soal kualitas serta mutu barangnya sudah tak perlu diragukan lagi.

Nah, kalau Anda sedang mencari paranet nylon namun kesusahan mencarinya, tenang saja jangan risau, kami selaku pabrik serta distributor paranet menjual paranet nylon dengan beberapa spesifikasi sebagai berikut, yakni :

– Memiliki kerapatan 75%
– Bahan full nylon atau 100% nilon
– Ukuran 1,8 x 50 meter
– Berat kira-kira 18kg
– Tingkat ketahanan antara 3-5 tahun

Namun, selain kami menyediakan paranet nylon, kami pun juga menyediakan paranet-paranet yang berbahan plastik lainnya dengan kerapatan yang sudah ditentukan seperti sebagai berikut :

1. Paranet Import 60%
– Ukuran 3 x 100 m
– Berap tiap roll 15kg

2. Paranet Import 65%
– Ukuran 2.6 x 100 m
– Berat tiap roll 12kg

– Ukuran 3 x 100 m
– Berat tiap roll 15kg

3. Paranet Import 85%
– Ukuran 3 x 100 m
– Berat tiap roll 20kg

4. Paranet Merk Bintang 65%
– Ukuran 3 x 100 m
– Berat tiap roll 20kg

5. Paranet Merk Surya 65%
– Ukuran 3 x 100 m
– Berat tiap roll 20kg
– Daya tahan 2-3 tahun

6. Paranet Merk Dragon 65%
– Ukuran 3 x 100 m
– Berat tiap roll 20kg
– High kualitas
– Daya tahan 5 tahun

7. Paranet Dragon 75%
– Ukuran 3 x 100 m
– Berat tiap roll 20kg
– High kualitas
– Daya tahan 5 tahun

Untuk Anda yang sedang membutuhkan paranet murah untuk peneduh lapangan futsal atau untuk yang lainnya, silahkan hubungi kami melalui SMS/Call/WA : 0852.3392.5564 / 0812.3258.4950 / 0877.0282.1277

Mengatur Kelembaban Nanungan Paranet Untuk Pengecambahan Generatif

Mengatur Kelembaban Nanungan Paranet Untuk Pengecambahan Generatif

Unit usaha pengembang biakan tanaman membutuhkan persiapan khsusus yang benar-benar matang dan detail. Hal ini dimaksudkan agar benar-benar menghasilkan benig yang berkualitas, sebagai bekal usaha pembibitan kita berkelanjutan. Kuncinya adalah pilihan yang tepat untuk mendudukung pembibitan generatif melalui naungan paranet 45%, paranet 55%, paranet 65% dan juga paranet 75%.

Tentang Pengembangan Tumbuhan Generatif

Maksud dari pengembangan atau pembibitan tumbuhan generatif adalah menumbuh kembangkan semakin banyak tanaman  yang berasal dari biji. Secara ringkas, biji tumbuhan generative melalui proses penyerbukan, yakni saat inti generatif serbuk sari akan membelah menjadi dua sel sperma (gamet jantan). Setelah itu seprma bertemu dengan kedua inti sel (biasanya dibantu dengan angin, binatang seperti kupu-kupu atau lebah) dan terjadilah pembuahan ganda. Mulai saat itulah berkembang menjadi biji atau bakal buah.

Tentang Biji dan Buah

Buah merupakan sarahna paling banyak tumubuhan menyimpan biji. Buah bermula dari kerja bunga dan pertemuan teoung sari yang mendarat pada putik, menghasilkan pembuahan ganda, lalu menjadi bakal buah. Buah berfungsi untuk melindungi biji dan menyimpan hasil fotosintesis.

Pengecambahan Biji, Butuh Naungan Paranet diatas 75%

Istilah ini secara umum dikenal dengan pembibitan tanaman. Proses ini secara sederhana dimulai saat benih disebarkan atau di tanam pada media yang telah disiapkan. Biji dari berbagai spesies tumbuhan akan berkecambah apabila, suhu menguntungkan, persediaan oksigen memadai dan kelembaban media tumbuh cukup dan kontak secara langsung dengan biji.  Bahkan pada dasaranya biji akan tetap berkecambah pada media yang tidak memiliki unsur hara sekalipun.

Namun tanpa unsur hara bukanlah pengecambahan yang baik pada proses pembibitan. Sementara untuk meciptakan suhu terbaik, dibutuhkan naungan paranet 75% pada proses pengecambahan. Sebab dibutuhkan kelembaban yang menguntungkan pda pembelahan biji dan pengecambahan. Jika media kurang optimal benih tidak akan dapat  menguraikan cadangan makanan dalam biji (jaringan endosperma). Hal ini membuat epikotil dan hipokotil tidak akan tumbuh dan berkembang.

Proses pengecambahan terjadi karena benih mengabsorpsi air, kemudian benih menjadi menggembung dan kulit biji pecah. Untuk itulah perendaman sebelum pengecambahan menjadi perlu.  Hal itu dimaksudkan agar air memasuki sel-sel jaringan lembaga dan endosperma.  Kandungan air dalam sel benih akan naik dari tingkat praperkecambahan sebesar 8-14% menjadi lebih dari 90%. Pada saat itu proses pemecahan biji menjadi kecambah dimulai.

Naungan 75% dalam rangka memberi kesempatan akar primer yang masih lembut untuk berkembang dan menghisap air dengan kekuatan yang masih kecil. Kebutuhan nanungan ini dalam rangka memberi kesempatan akar berkembang secara bertahap. Akar primer berkembang mengasilkan akar-akar sekunder, lalu berkembang agi menjadi akar tersier.  Sementara dari epikotil akan tumbuh batang yang akan menghasilkan daun-daun  serta berbagai cabang.

Pertumbuhan akar pada proses ini cukup cepat. Variasi segala pertumbuhan berkembang dalam 36-96 jam.   Perbedaan ini  disebabkan oleh berbagai faktor seperti ketebalan dan struktur kulit biji dan masa dormansi biji.    Kecambah akan tumbuh dan berkembang menjadi tanaman  dewasa.  Dalam proses ini pertumbuhan daun-daun  serta berbagai cabang.

Setelah itu, untuk hasil sempurna pembibitan, maka pengaturan kelembaban dilakukan secara bertahap. Saat kecambah telah tumbuh lebih besar dan disiapkan pemindahan, maka naungan paranet yang memungkinkan adalah paranet 45% – 65%. Kategori parabet ini disesuaikan dengan jenis tumbuhan yang dibibitkan.

OK Sobat Petani, demikian tadi uraian kami tentang Mengatur Kelembaban Nanungan Paranet Untuk Pengecambahan Generatif. Jika Sobat Petani ada yang membutuhkan paranet silahkan hubungi kami di 08123-258-4950 / 0877-0282-1277 / 085233925564 (SMS, Tlp, WA).