Ingin Budidaya Jamur Tiram, Coba Terapkan 6 Cara Simpel Ini!

Budidaya Jamur Tiram

Distributor Paranet/Shading Net – Lim Corporation

Jamur tiram yang memiliki ciri khas tubuh buah berwarna putih atau krem serta tudungnya berupa setengah lingkaran seperti cangkang tiram dengan sisi tengah sedikit cekung.

Bagian tubuh buah jamur tiram mempunyai tangkai yang tumbuh menyamping serta mempunyai bentuk seperti tiram. Dan untuk tudung dari jamur ini akan berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat, sampai putih, dengan permukaan yang nyaris licin, dengan diameter sekitar 5cm–20cm yang bertepi tudung mulus sedikit berlekuk. Selain itu jamur tiram juga mempunyai spora berupa batang berukuran 8-11×3-4µm dan miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.

Di alam bebas, jamur tiram bisa ditemui hampir di sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk. Tubuh buah tampak saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah mulai lapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang sebab jamur tiram yaitu satu diantara jenis jamur kayu.

Oleh sebab itu saat ingin membudidayakan jamur ini, substrat yang dibuat harus mencermati habitat alaminya. Media yang sering dipakai untuk budidaya jamur tiram yaitu serbuk gergaji kayu. Saat ini jamur tiram sudah banyak dibudidayakan di masyarakat dengan memakai serbuk gergaji. Tentunya dengan cara penanaman memakai serbuk gergaji ini bisa menghemat tempat.

Baca Juga: Ternyata, Ini 3 Jenis Jahe yang Sangat Populer di Indonesia

Secara komersial, budidaya jamur tiram ini sangat menguntungkan, lho. Dan memang saat ini jarum tiram mulai banyak digemari masyarakat. Misalnya untuk bahan sayur mayur, membuat krispi jamur atau camilan ringan. Sebetulnya, budidaya jamur tiram tergolong gampang, namun harus dikerjakan dengan benar. Tak sedikit yang mengalami kegagalan ketika membudidayakan tanaman ini.

Jika Anda ingin mencoba usaha jamur tiram, perhatikan 6 cara budidayanya yang simpel berikut ini:

1. Rumah Kumbung

Tahap pertama Anda harus membuat rumah kumbung untuk tempat baglog perkembangan jamur. Kumbung adalah satu bangunan dari kayu atau bambu, dindingnya dari papan bisa juga dari jaring paranet serta atapnya dari genteng.

Rumah jamur adalah tempat untuk menjaga baglog serta menumbuhkan jamur. Umumnya kumbung berbentuk 1 bangunan, yang diisi beberapa rack untuk menempatkan baglog. Bangunan itu harus memiliki kekuatan untuk menjaga suhu serta kelembapan.

Dalam kumbung dilengkapi dengan rak berbentuk kisi-kisi yang di buat bertingkat. Fungsi rak tersebut untuk membuat baglog. Untuk rangka rak bisa di buat dari bambu atau kayu, rak ditempatkan berjajar. Rak satu dengan yang lainnya dipisahkan oleh lorong untuk perawatan.

Sebaiknya ukuran ketinggian ruangan antar rak tak kurang dari 40cm, rak bisa di buat 2-3 tingkat. Untuk lebar rak 40cm serta panjang setiap ruas rak 1m. Setiap rak bisa memuat 70-80 baglog jamur.

Jika kumbung sudah siap, Anda bisa membersihkannya dahulu dengan laksanakan penyemprotan fungisida di bagian dalam kumbung serta diamkan selama 2 hari ketika sebelum diisi baglog.

Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Jenis Sitem Hidroponik Deep Flow Technique

2. Mempersiapkan Baglog

Baglog merupakan tempat untuk menempatkan bibit jamur tiram. Dalam budidaya modern, media tumbuh yang dipakai berbentuk kayu tiruan yang di buat berbentuk silinder. Komposisi media ini berbentuk sumber kayu yaitu gergaji kayu, ampas tebu, sumber gula atau tepung-tepungan, kapur, pupuk P, serta air.

Cara pembuatannya yaitu cari serbuk gergaji dan bungkus dengan plastik berupa silinder serta lubangi salah satu ujungnya. Penyusunan baglog bisa dikerjakan dengan dua cara, yaitu secara vertikal atau horizontal.

Ketika Anda melaksanakan budidaya jarum tiram dalam skala yang besar, biasanya beberapa petani membuat baglog sendiri. Namun, untuk Anda yang pemula, atau petani dengan modal terbatas, sebaiknya baglog dibeli dari orang lain dan anda juga bisa konsentrasi menjalanakan usaha budidaya.

Untuk baglog yang disusun secara horizontal lebih aman dari siraman air. Jika penyiraman berlebihan, air tak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu, untuk melaksanakan pemanenan juga akan lebih gampang. Akan tetapi pengaturan horizontal lebih menyita ruangan.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik link berikut https://www.facebook.com/InfoPertanianPerkebunanku/

3. Proses Sterilisari

Siapkan alat drum perebus bersama peralatannya. Tempatkan sarangan sekitar 1/3 bagian drum dari bawah. Isilah drum dengan air bersih kurang lebih ¼ bagian drum.

Sembari media tanam dimasukkan ke dalam platik besar tahan panas yang menjulur ke atas drum, nyalakan sumber panasnya. Proses sterilisasi dengan uap ini dikerjakan selama 6–8 jam dalam suhu sekitar 90–95 derajat Celcius.

4. Teknik Penanaman Bibit

Sesudah proses sterilisasi selesai, baglog dari drum di ambil keluar dan biarkan sampai dingin. Jika sudah dingin, proses inokulasi bisa dikerjakan yaitu lewat cara memasukkan bibit di bagian atas, upayakan rata di bagian atas permukaan media dalam baglog.

Untuk mengikatkan plastik supaya kuat, ujung baglog dimasukan potongan pralon, kemudian ditutup dengan potongan kertas koran serta diikat dengan karet gelang. Saat inokulasi, sebaiknya untuk tak mengerjakan sampai lebih dari 24 jam sesudah proses sterlisasi.

5. Merawat Baglog

Kertas penutup baglog harus di buka sebelum disusun ke dalam rak, setelah itu diamkan selama 5 hari. Selanjutnya, potong ujung baglog, maksudnya yaitu untuk memberi ruang pertumbuhan pada jamur. Biarkan selama 3 hari dan jangan disiram.

Anda hanya menyiram bagian lantai saja untuk melindungi kelembapannya. Sebaiknya penyiraman jamur tiram dengan sprayer yang membentuk kabut, jadi bukan yang langsung berupa tetesan air. Jaga suhu di dalam kumbung kurang lebih 16-24 derajat Celsius.

Ketika sebelum baglognya disusun, buka dahulu cincin serta kertas penutup baglog. Kemudian diamkan selama kurang lebih 5 hari. Berikutnya potong ujung baglog supaya memiliki ruang pertumbuhan lebih lebar. Diamkan selama 3 hari, dan jangan disiram dahulu sebab penyiraman cukup pada lantai saja.

Baca Juga: Ternyata, Ini 6 Manfaat Timun Suri Untuk Kesehatan Tubuh

6. Panen

Proses panen pertama jamur tiram dikerjakan 1-2 minggu sesudah pembukaan tutup baglog yaitu ketika permukaan baglog sudah tertutup sempurna dengan miselium. Jamur tiram yang bisa dipanen yaitu jamur yang telah mekar serta membesar.

Bagian ujungnya tampak meruncing dan tudungnya belum pecah serta warnanya masih tetap putih bersih. Jika lewat masa-masa panen, warna jarum tiram sedikit kuning kecoklatan serta tudungnya sudah pecah dan nantinya akan jadi cepat layu.

Apabila baglog yang dipakai permukaannya sudah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam 2 minggu mulai sejak pembukaan baglog, jamur sudah mulai tumbuh serta sudah bisa dipanen.

Baglog jamur bisa dipanen sebanyak 5-8 kali, jika perawatannya baik. Baglog yang memiliki berat kurang lebih 1 kg akan menghasilkan jamur sekitar 0,7-0,8 kg.

Jika masa-masa panen lewat setengah hari saja, warna dari jarum tiram akan berubah jadi kuning kecoklatan serta tudungnya pecah. Apabila sudah begini, jamur akan cepat layu serta tak akan bertahan lama. Sesudah panen, baglog dibuang atau dijadikan kompos.

* Info lengkap mengenai harga Paranet silakan klik http://bit.ly/hargaparanet

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Paranet atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk peneduh tanaman atau untuk pelindung tanaman dari hama atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP).

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

CATATAN:
– Minimal order 5 roll
– Harga netto (non PPN)
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s