Yuk Intip Jenis & Cara Pemberian Pakan Saat Ternak Kelinci

Pemberian Pakan Kelinci

Pemberian pakan kelinci seringkali tidak diperhatikan. Padahal, selain jenisnya, cara pemberian juga berperan penting dalam pertumbuhannya. Oleh karena itu, Anda harus mampu mengenali ragam jenis pakan kelinci dan cara pemberiannya.

Pakan pertama yang dikonsumsi oleh kelinci yang baru lahir adalah air susu induk. Air susu secara alami memiliki kandungan nutrisi yang sangat lengkap. Jika dibandingkan dengan susu sapi, air susu indukan kelinci mengandung lebih banyak bahan kering, lemak, mineral, dan protein yang lebih banyak.

Jenis pakan kelinci berikutnya adalah hijauan. Hijauan bagi kelinci ini berupa rumput lapangan, daun kacang panjang, daun lamtoro, daun turi, daun kembang sepatu, daun ubi jalar, daun pepaya, daun jakung, dan daun kacang tanah. Kelinci juga bisa mengonsumsi limbah sayuran. Anda dapat memberi makan kelinci dengan sisa selada, wortel, kangkung, kol, sawi, ataupun caisim.

Pemberian pakan hijau ini sebaiknya sudah dilayukan terlebih dahulu. Jika hijauan tidak dilayukan terlebih dahulu, urine kelinci dapat berbau lebih menyengat. Selain itu, kelinci juga rawan mencret dan perutnya menjadi kembung. Kelinci juga rawan terpapar scabies yang menjadi penyebab kematian kelinci karena keracunan.

Baca Juga:
Ternyata, Pohon Pelindung Untuk Tanaman Cokelat Berdampak Negatif Juga Loh!
Yuk Cari Tau Perbedaan Antara Kayu Manis Ceylon dan Cessia
Ini Dia 5 Cara Atasi Kendala Saat Budidaya di Perkotaan, Mau Tau?

Kelinci juga senang mengonsumsi biji-bijian. Beragam pakan kelinci berupa biji-bijian meliputi jagung, padi, gandum, kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau. Kandungan utama dalam berbagai jenis biji ini adalah protein.

Selain biji-bijian tadi, Anda dapat memberikan nutrisi terbaik untuk kelinci dengan bungkil kelapa, dedak, bekatul, bungkil tahu, ataupun bungkil kacang tanah.

Pakan biji-bijian sebaiknya diberikan dalam keadaan sudah ditumbuk. Porsi yang dihidangkan pun tidak sebanyak pakan lainnya, yakni hanya berkisar 150—250 gram untuk satu ekor dalam satu hari. Kelinci juga tidak akan menolak jika diberi pakan berupa jerami kering. Salah satu keunggulan pakan jerami kering adalah dapat mempercepat pertumbuhan gigi kelinci.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Selain jerami, Anda juga dapat memberikan pakan berupa hay. Hay adalah rumput yang dipotong menjelang berbunga. Hay kemudian diawetkan agar kandungan gizinya tidak rusak dan kandungan serat kasarnya meningkat. Kelinci juga dapat mengonsumsi berbagai jenis umbi-umbian seperti talas, ubi jalar, singkong (direbus terlebih dahulu), dan jenis umbi lainnya.

Terakhir, Anda dapat memberikan pakan kelinci berpa konsentrat. Pakan ini diberikan untuk menguatkan nilai gizi pakan kelinci lainnya. Konsentrat sendiri adalah pakan pabrikan yang diolah dari bekatul, bungkil kelapa, ampas tahu, ampas tapioka, dan sebagainya.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Yuk Intip Jenis & Cara Pemberian Pakan Saat Ternak Kelinci” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Ternyata, Pohon Pelindung Untuk Tanaman Cokelat Berdampak Negatif Juga Loh!

Pohon Pelindung Tanaman Kakao

Penanaman pohon pelindung cokelat bagi tanaman perkebunan ini mempunyai banyak dampak positif. Pohon pelindung pada lahan budidaya ini diperlukan karena mempunyai banyak manfaat. Berikut ini beberapa alasan Anda sebaiknya menanam pohon pelindung apabila membudidayakan cokelat.

Tanaman cokelat merupakan tanaman C3. Jenis tanaman ini berarti bisa memanfaatkan suhu rendah untuk melakukan fotosintesis. Suhu optimal bagi tanaman cokelat untuk tumbuh sendiri berkisar antara 10—23 derajat Celcius.

Penanaman pohon pelindung akan memengaruhi kualitas tanaman cokelat. Pohon pelindung berpengaruh terhadap kadar gula dalam batang dan cabang cokelat. Adanya pohon pelindung juga memengaruhi kemampuan daun cokelat dalam proses fisiologisnya.

Tidak hanya mendukung kemampuan alami pohon cokelat, tetapi pohon pelindung juga mampu memberikan lingkungan yang lembap bagi lahan budidaya cokelat. Area dengan pohon pelindung akan lebih tinggi kelembapannya daripada area perkebunan yang tak diberi pohon pelindung.

BACA JUGA:
Yuk Cari Tau Perbedaan Antara Kayu Manis Ceylon dan Cessia
Ini Dia 5 Cara Atasi Kendala Saat Budidaya di Perkotaan, Mau Tau?
Memanfaatkan Lahan Sempit Dengan 4 Cara Ini! Mau Tau?

Dari segi kesuburan lahan, pohon pelindung dinilai mampu memperbaiki struktur tanah. Pohon pelindung dapat mengembalikan hara yang terbawa air dan membantu menahan terpaan angin. Fungsi ini terutama berguna bagi perkebunan cokelat yang belum menghasilkan cokelat.

Sistem perakaran pohon cokelat biasanya adalah perakaran dalam. Daun yang gugur dari pohon pelindung juga dapat menjadi hara tambahan. Daun tersebut akan melapuk dan membentuk senyawa kimia organik.

Namun, penggunaan pohon pelindung tidak selamanya memberikan keuntungan. Bila pohon cokelat sudah dapat memproduksi cokelat dalam jumlah banyak dan stabil, sebaiknya lakukan pengurangan jumlah pohon pelindung ini.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Faktor ini terjadi karena pohon pelindung akan meningkatkan biaya, sanitasi kebun, serta serangan hama dan penyakit. Pohon pelindung juga membutuhkan air dan unsur hara, sama seperti tanaman cokelat. Pohon ini memiliki kecenderungan untuk mudah terserang penyakit dan hama berupa Helopeltis sp. Tanaman pelindung ini misalnya adalah Accasia decurens dan Albissia chinensis.

Nantinya, pohon cokelat dan pohon pelindung ini akan melakukan kompetisi untuk mendapatkan asupan yang dibutuhkan oleh pertumbuhannya. Begitu pula dengan kompetisi mendapatkan paparan sinar matahari untuk keperluan fotosintesis.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Ternyata, Pohon Pelindung Untuk Tanaman Cokelat Berdampak Negatif Juga Loh! dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3