Tak Hanya Untuk Tanaman, Ternyata Paranet Juga Bisa Untuk Budidaya Lebah

Ternak Lebah Madu
Tak Hanya Untuk Tanaman, Ternyata Paranet Juga Bisa Untuk Budidaya Lebah

Anda pasti tak asing dengan binatang lebah bukan? Binatang yang mempunyai ciri khas dengan sengatan ini memang sudah populer bahkan juga namanya sendiri di masukkan didalam salah satu nama surat Al-Qur’an yakni An-Nahl yang artinya tentu saja lebah. Lebah juga bisa dikelompokkan dalam binatang yang pintar nan cerdas, sebab lebah bisa membuat sarang sendiri berbentuk hexagonal. Bentuk sarang tersebut sangatlah baik sebab mampu memanfaatkan setiap sisi diruangannya, maka tak ada lagi ruang yang terbuang sia-sia.

Tak hanya itu lebah pun juga turut berperan serta dalam penyerbukan bunga pada tanaman. Sebab ketika lebah menghisap nektar pada bunga secara tak langsung lebah akan mengerjakan penyerbukan bunga dengan membawa serbuk-serbuk sari di kaki serta badan lebah. Jadi, ketika lebah beralih dari tanaman bunga satu ke yang lainnya, lebah akan meninggalkan sedikit serbuk sari dari bunga yang lainnya. Tak cuma itu lebah pun juga memproduksi madu yang amatlah manis dan lezat. Madu merupakan suatu produk yang sangat kaya akan manfaat baik pada bidang kesehatan atau juga kecantikan. Mengkonsumsi madu setiap hari mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda jadi lebih baik lagi.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Memang banyak sekali manfaat dari lebah, bahkan sekarang ini dikabarkan sengatan lebah mampu dimanfaatkan sebagai sarana terapi bidang kesehatan. Begitu banyak manfaat dari hewan unik yang satu ini. Ketika Anda sudah mengetahui banyaknya manfaat yang dimiliki lebah ini, sekarang waktunya untuk Anda memutuskan budidaya lebah. Bagaimana cara untuk beternak lebah ini? Mungkin pertanyaan tersebut yang sekarang menjadi beban di pikiran Anda. Ketika Anda ingin dan tertarik beternak lebah Anda hanya perlu membuat tempat untuk lebah bersarang lebih dahulu. Bahan material yang Anda butuhkan untuk membuat tempat tersebut yaitu antara lain papan kayu, paku serta tak lupa jaring paranet.

Jaring paranet ini bisa Anda pakai sebagai jaring tempat untuk lebah meletakan sarangnya. Anda bisa memakai paranet dengan ukuran kerapatan antara 55%-70%. Lebih baik lagi Anda memakai paranet dari bahan benang nylon atau senar. Sebab paranet dari bahan nylon tak akan mampu melukai lebah ternak Anda. Paranet ini dipilih sebab gampang untuk di bersihkan dan juga gampang untuk diperoleh. Sebab di zaman sekarang ini banyak sekali pabrik serta toko yang menjualnnya. Tak hanya itu harga jaring paranet pun cukup terbilang murah dan terjangkau.

Dalam dunia berkebunan sendiri, jaring paranet tidaklah asing dipakai sebab paranet tentunya dipasangkan untuk bagian atapnya, tetapi dalam kehidupan sehari-hari banyak juga masyarakat yang kreatif memanfaatkan paranet tak sesuai dengan fungsi semestinya, yakni contohnya saja dipakai untuk pembatas kebun supaya hewan peliharaan tak dapat masuk bahkan ada pun yang memasangnya untuk menahan terjangan air hujan dan menhindari panas terik matahari.

Baca Juga:
Jangan Asal Pilih! Ini Campuran Media Tanam Jamur Tiram
Kepoin Jenis Tanaman Hias Untuk Peluang Bisnis Menjanjikan
Yuk Kepoin Fakta Menarik Tentang Bunga Melati

Pengertian paranet atau juga disebut jaring shadingnet ini yaitu sebuah jaring yang dibuat dari bahan berupa plastik yang warnanya hitam yang berfungsi untuk menjaga tanaman dalam greenhouse dari serangan hewan yang akan mengancam, serta juga sebagai penghalang masuknya panas cahaya matahari yang berlebih atau juga dipakai untuk penghalang masuknya air hujan secara berlebih seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Fungsi utama paranet yaitu sebagai bahan pembuat sebuah naungan. Beberapa jenis dari tanaman tertentu seperti tanaman mawar, tomat, lettuce, strawberry, anggrek, anyelir serta sawi begitu tak menyukai cahaya matahari berintensitas cukup tinggi. Pemasangan plastik paranet sebagai naungan sendiri mampu mengontrol jumlah intensitas panas cahaya matahari yang masuk dan dibutuhkan oleh tanaman Anda.

Kembali ke pembahasan, sekarang bagaimana cara membuat tempat untuk bersarangnya lebah. Pertama-tama Anda potong papan kayu selebar kira-kira 3-4 cm dan ukuran panjang 30 cm kira-kira 2 buah. Potong juga papan kayu dengan lebar sekitar 3-4 cm dengan ukuran panjang yakni 10 cm sebanyak 2 buah juga. Kemudian satukan bahan potongan-potongan kayu tadi dengan paku dan akan tercipta bentuk seperti persegi panjang. Lalu segera pasang paranet pada bagian atas persegi kayu itu tadi.

Cara memasang jaring paranet sama seperti halnya Anda memasang kain untuk kanvas lukisan. Paranet dibentangkan di bagian atas persegi selanjutnya dilipat pada setiap ujung sisi persegi serta di paku dengan kuat. Ulangi langkah kerja tadi jika Anda mau membuat lebih dari satu tempat guna bersarangnya lebah. Sesudah seluruhnya selesai maka Anda tinggal meletakan saja papan paranet tersebut dengan tatanan vertikal ke dalam kotak yang sudah berisi lebah-lebah madu. Sesudah itu Anda cuma tinggal menunggu lebah-lebah madu milik Anda membuat sarang diatas jaring paranet serta mengisi sarangnya dengan cairan madu-madu yang manis, nikmat dan lezat. Mudah bukan? Mari praktekkan!

Demikian artikel pembahasan tentang “Tak Hanya Untuk Tanaman, Ternyata Paranet Juga Bisa Untuk Budidaya Lebah”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Advertisements

Jangan Asal Pilih! Ini Campuran Media Tanam Jamur Tiram

Media Tanam Jamur Tiram
Jangan Asal Pilih! Ini Campuran Media Tanam Jamur Tiram

Campuran media tanam jamur tiram bisa Anda pilih bila ingin membudidayakan jamur yang banyak dicari ini. Tiga bahan yang dimaksud yaitu serbuk gergaji, bekatul, dan kapur. Penggunaan ketiganya bisa membantu pertumbuhan jamur tiram menjadi lebih optimal.

Serbuk Gergaji

Serbuk gergaji adalah media tanam utama yang dipakai untuk budidaya jamur tiram. Di alam, jamur tiram ditemukan tumbuh pada kayu. Media tanam berupa serbuk gergaji sangat cocok untuk budidaya jamur tiram.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Anda harus memilih jenis kayu yang dipakai untuk membuat serbuk gergaji ini. Ada beberapa jenis kayu yang kurang cocok untuk budidaya jamur tiram. Misalnya saja, kayu jati, kayu pinus, dan kayu jenis lain yang terlalu banyak mengandung zat pengawet alami.

Kayu jenis ini harus dihindari karena bisa menghambat pertumbuhan jamur. Jamur, termasuk jamur tiram, gampang tumbuh pada kayu lunak. Jenis kayu yang baik dipakai sebagai media tanam yaitu kayu albasia dan kayu karet. Kayu keras yang lebih baik dihindari yaitu kayu meranti dan kayu johar.

Jenis kayu yang serbuk gergajinya bisa dipakai sebagai media tanam jamur tiram yaitu kayu rasamala, saninten, mundu, anyang rejasa, bungur, pasang, getah manis, chesnut, karet, sengon, randu, dan jenitri. Penting untuk memilih jenis kayu ini mengingat serbuk gergaji menjadi media tumbuh utama dari jamur tiram.

Baca Juga:
Kepoin Jenis Tanaman Hias Untuk Peluang Bisnis Menjanjikan
Yuk Kepoin Fakta Menarik Tentang Bunga Melati
Budidaya Tanaman Cabai Merah Dengan Inovasi Cut Back, Mau Tau Caranya?

Bekatul

Media tanam yang dipakai sebagai campuran untuk serbuk gergaji yaitu bekatul. Bekatul dikenal juga sebagai dedak padi, yaitu hasil sisa penggilingan padi dengan alat penggiling. Penggilingan memakai rice polisher atau alat tumbuk tradisional sama-sama bisa menghasilkan bekatul.

Hasil tumbukan padi tersebut kemudian dipisahkan dari sekamnya. Bagian dedak diambil dan berfungsi sebagai sumber karbohidrat dan mineral bagi jamur tiram.

Kapur

Bahan campuran media tanam yang tak kalah pentingnya yaitu kapur. Zat ini dipakai untuk mengatur pH atau keasaman media tanam. Selain itu, kapur juga berfungsi sebagai sumber kalsium bagi jamur tiram.

Banner-paranet-plastik

Kapur yang dipakai umumnya berupa CaCO3 atau kapur bangunan. Selain itu, Anda juga bisa memakai kapur gamping yang biasa dipakai untuk mengecat rumah. Namun, pemakaian kapur gamping harus didahului dengan perendaman dalam air supaya pecah, hancur, dan tak panas.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian dan Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Kepoin Jenis Tanaman Hias Untuk Peluang Bisnis Menjanjikan

Jenis Tanaman Hias
Kepoin Jenis Tanaman Hias Untuk Peluang Bisnis Menjanjikan

Budidaya tanaman menjadi sebuah hal yang menyita perhatian di era sekarang ini, banyak diantara masyarakat terutama para pecinta dan kolektor tanaman berlomba-lomba memperoleh apa yang diinginkan. Mereka juga rela mengeluarkan tak sedikit rupiah untuk bisa menjadi pemilik tanaman tersebut.

Disisi lain hal tersebut bisa menjadikan peluang bisnis bagi Anda yang melirik budidaya tanaman ini. Sebelum melangkah untuk mebudidayakan tanaman, tak ada salahnya kita mengetahui macam tanaman budidaya yang digemari masyarakat.

Ada jenis tanaman yang bisa dibudidayakan, diantara ratusan sampai ribuan jenis tanaman yang ada, ada juga beberapa tanaman yang sedang hits, paling popular atau yang digemari masyarakat. Tanaman yang sangat dianjurkan untuk dibudidayakan yaitu tanaman hias, hal tersebut disebabkan pangsa pasar tanaman hias yang besar dan semua kalangan bisa terjangkau, mulai dari perseorangan, lembaga, kelompok, perusahaan dan lain sebagainya. Apalagi saat ini masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya penghijauan di sekitar halaman rumah.

Macam Tanaman Budidaya yang Digemari Masyarakat Indonesia

Untuk membudidayakan tanaman, Anda perlu mengetahui jenis tanaman budidaya yang sedang hits, paling popular atau digemari masyarakat. Berikut ini adalah daftar tanaman budidaya yang sedang hits, paling popular atau digemari masyarakat:

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Tanaman Anthurium

Jenis tanaman ini terbilang paling popular dan tergolong dalam tanaman budidaya yang digemari masyarakat. Sekarang ini tanaman Anthurium tak sulit untuk ditemukan, tanaman ini sudah banyak menghiasi halaman rumah didaerah pemukiman.

Daunnya yang berwarna hijau dan berbentuk sangat unik menyerupai daun talas menjadikan Anthurium menjadi terlihat mempesona dan menyegarkan mata. Ada ribuan varietas atau jenis dari tanaman ini. Akan tetapi hanya sebagian kecil saja yang cukup popular atau digemari masyarakat, diantaranya yaitu Veriegata, Jemanii Sawi, Hookeri, Wave of Love, Anthurium Jemanii dan masih ada lainnya. Di Indonesia kepopuleran tanaman ini sudah berlangsung lama dan mampu bertahan sampai kini.

Tanaman Aglonema

Jenis tanaman budidaya yang digemari masyarakat Indonesia selanjutnya yaitu Aglonema, walau masih kalah pamor dari Anthurium tanaman ini juga menyita banyak perhatian masyarakat, sebab penampilannya yang eyes catching, menonjol, dan menyegarkan mata.

Sekarang sudah banyak varian baru dangan corak serta warna daun yang beragam, membuat pesona tanaman ini semakin menarik perhatian dan memikat para penggemar tanaman hias di Indonesia. Hasil tersebut tak lepas dari usaha petani atau pembudidaya Indonesia yang sudah sukses melaksanakan kawin silang antara Aglonema dengan jenis tanaman hias lainnya

Adapun banyak jenis dan spesies Aglonema diantaranya yaitu Miss Thailand, Param Ruay, Pink Panther, Red Silver, Chocin serta masih banyak lainnya. Jenis yang sudah disebutkan tadi adalah varietas dengan harga paling mahal.

Baca Juga:
Yuk Kepoin Fakta Menarik Tentang Bunga Melati
Budidaya Tanaman Cabai Merah Dengan Inovasi Cut Back, Mau Tau Caranya?
Dibalik Cita Rasa Yang Nikmat, Ternyata Ini Rahasia Para Petani Kopi!

Tanaman Puring

Daftar tanaman berikutnya yang masuk dalam macam tanaman budidaya yang digemari masyarakat Indonesia yaitu Puring. Walaupun tanaman hias dulunya dipandang sebelah mata tetapi perlahan pamor tanaman ini sudah naik kelas, salah satunya yakni Puring.

Tanaman Puring dulunya tak dilirik dan tak punya nilai jual. Namun perlahan tapi pasti tanaman ini berbalik 180 derajat, sampai harga satu tangkai tanaman ini dibandrol dengan harga mahal. Dan sekarang puring sudah bisa ditemukan diberbagai pekarangan perumahan elit yang dikenal mewah.

Bentuk daunnya yang unik serta berwara-warni menjadi daya pikat puring, ditambah kelangkaan dan keunikan puring menjadi nilai mahal tanaman ini. Puring yang juga dikenal sebagai croton ini memiliki banyak jenis, diantaranya Kura, Oscar, Red Aple, Logam dan jenis lainnya.

Tanaman Sanseviera

Tanaman Sanseviera sunguh sayang bila tak masuk dalam daftar jenis tanaman budidaya yang digemari masyarakat. Bentuk daun berwara-warni yang unik, menarik dan mencolok menjadi daya tarik tanaman ini. Tanaman ini juga sedang digandrungi oleh para pecinta dan kolektror tanaman hias, alhasil harganya juga menjadi melambung tinggi.

Tanaman Kadaka

Tanaman Kandaka mempunyai daun panjang, tebal, dan besar. Tanaman asli Indonesia ini banyak ditemukan di hutan. Nasib tanaman ini sedikit kurang baik pada awalnya, sebab Kadak sempat tak dilirik oleh para pecinta tanaman, tetapi perlahan tanaman ini mulai merangsek naik menjadi salah satu macam tanaman budidaya yang digemari masyarakat dan mempunyai harga cukup mahal.

Keunikan tanaman Kandaka lah yang membuatnya menjadi mahal. Tanaman Kandaka mempunyai beberapa varietas yaitu Kadaka Ular, Kandaka Osaka, dan Kandaka Keriting.

Tanaman Gelombang Cinta

Tanaman Gelombong Cinta mempunyai ciri daun lebar dan unik. Tanaman ini masih termasuk bagian dari Anthurium yang sempat menjadi salah satu tren tanaman hias pada tahun 2017. Tak hanya itu Gelombang Cinta juga pernah menjadi salah satu tanaman hias yang dicari banyak orang dan laris dipasaran dengan harga yang bombastis. Sampai sekarang juga peminat gelombang cinta masih banyak,

Tanaman Daun Dolar

Jenis tanaman ini masuk kedalam macam tanaman budidaya yang digemari masyarakat berikutnya. Tanaman ini memiliki daun warna hijau yang mengkilap terang dengan bentuk unik, daun-daunnya yang menyerupai uang dolar recehan adalah cikal bakal tanaman ini disebut dengan nama daun dolar.

Untuk perawatan tanaman ini terbilang gampang yaitu hanya dengan menyiram di waktu pagi hari maka tanaman daun dolar akan subur dan berkembang dengan baik. Tanaman ini terbilang gampang beradabtasi dengan lingkungannya.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Yuk Kepoin Fakta Menarik Tentang Bunga Melati

Fakta Bunga Melati
Yuk Kepoin Fakta Menarik Tentang Bunga Melati

Bunga melati merupakan salah satu tanaman yang termasuk ke dalam perdu atau kelompok pohon yang memiliki tinggi di bawah 6m. Melati memiliki bentuk batang yang tegak dan bisa tumbuh menahun dengan cara merambat.

Tanaman yang asalnya dari daerah yang beriklim tropis dan hangat dari Australasia, Eurasia dan Oseania. Melati sudah dibubidayakan secara luas sejak zaman dulu, sampai menjadi bunga yang memiliki aroma khas dari daerah tersebut.

Di negara kita, bunga ini dijuluki sebagai Puspa Bangsa atau menjadi simbol nasional. Jenis melatinya yaitu melati putih atau nama latinnya Jasminum sambac. Sebab dipercaya bahwa bunga ini menjadi simbol kemurnian dan kesucian.

Dan bahkan dihubungkan dengan berbagai macam tradisi dari banyak suku yang ada di Indonesia. Dalam upara pernikahan yang mengusung tradisi contohnya, bunga ini seakan wajib hadir. Tak hanya satu suku saja, namun di banyak suku. Terutama di suku Jawa dan suku Sunda. Tak bisa dipungkiri, nama bunga melati sangat populer sekali di Indonesia.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Di balik kepopuleran dan banyak fungsinya, apa Anda tahu fakta bunga melati yang lainnya? Apabila ingin tahu lebih banyak mengenai bunga melati, simak ulasan berikut ini.

Masih Satu Famili Dengan Zaitun

Bunga melati termasuk famili Oleaceae yang masih satu famili dengan zaitun. Akan tetapi, berbeda dengan keluarga Oleaceae lain, melati umumnya mempunyai 4-9 kelopak. Bukan hanya itu, melati juga tergolong tumbuhan semak yang tingginya bisa mencapai 4,5 meter. Melati yang merambat bisa mencapai 9m.

Melati mampu hidup di daerah yang mempunyai tingkat kesuburan sedang dengan drainase baik. Tanaman ini bisa bertahan hidup selama 15-20 tahun di alam liar. Tetapi, melati sudah banyak dibudidayakan dan dijadikan tanaman hias. Dengan demikian, bila dirawat dengan tepat, melati akan lebih produktif dan usianya lebih panjang.

Baca Juga:
Budidaya Tanaman Cabai Merah Dengan Inovasi Cut Back, Mau Tau Caranya?
Dibalik Cita Rasa Yang Nikmat, Ternyata Ini Rahasia Para Petani Kopi!
Ingin Sukses Saat Budidaya Cengkeh, Yuk Intip Cara Pembibitannya!

Terdiri Atas Ratusan Spesies

Hingga sekarang sudah diketahui sekitar 200 spesies bunga melati. Beberapa besar bagian spesiesnya berwarna putih dan kuning, namun juga ada yang berwarna merah muda. Adapun sebagian spesies yang terkenal, yaitu Jasminum officinale dan Jasminum grandiflorum. Jenis melati lainnya yaitu Carolina Jasmine yang beracun. Akan tetapi, akarnya bila sudah kering bisa dimanfaatkan untuk obat penenang.

Dapat Berbuah

Sebagian jenis melati bisa berbuah dengan bentuk bulat dan berwarna hitam bila sudah matang, akan berwarna hijau jika masih mentah. Bunga melati tak bisa melakukan penyerbukan sendiri, meski mempunyai putik dan benang sari. Karena, keduanya berkembang pada saat yang berbeda jadi dibutuhkan bantuan lebah atau kupu-kupu untuk melaksanakan penyerbukan.

Keharuman yang Menjadikannya “Ratu Malam”

Di daerah tropis, bunga melati bisa mekar sepanjang waktu. Tetapi, di daerah subtropis umumnya akan mekar dan berbau harum selama musim panas dan musim semi. Dan uniknya, bau melati akan lebih kuat ketika malam hari. Hal tersebut diakibatkan oleh turunnya temperatur udara jadi memicu pemekaran dan pelepasan aromanya yang harum. Bahkan, di India dijuluki sebagai “Ratu Malam”.

Sebagai Bahan Dasar Aneka Produk

Bunga ini mempunyai beberapa manfaat untuk tubuh, salah satunya kandungan anti-inflamasi dan anti-oksidan yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Anda bisa merasakannya sesudah mengonsumsi teh yang dicampur dengan melati. Manfaat lainnya, yaitu aroma dari minyak atsiri yang bisa mengurangi stres serta masih banyak lagi. Tak hanya manfaat di atas, melati juga dipakai dalam produk kecantikan seperti perawatan kulit dan wajah.

Bermakna di Berbagai Negara

Ternyata melati tak hanya menjadi bunga nasional Indonesia. Negara Pakistan juga menjadikan Jasminum officinale sebagai bunga nasional. Sementara, masyarakat Thailand menjadikan melati sebagai simbol untuk cinta dan kehormatan. Berbeda lagi dengan Tiongkok yang mengartikan melati sebagai kebahagiaan, kasih sayang, dan keagungan.

Negara Indonesia sendiri menjadikan Jasminum sambac ini sebagai bunga nasional. Suku Jawa, Sunda sampai Bugis juga menjadikan melati sebagai aksesoris mempelai ketika pernikahan atau upacara adat. Karena, bunga melati dimaknai sebagai ketulusan hati setiap perkataan dan perbuatan. Bisa saja setiap suku berbeda-beda dalam memaknai melati.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian dan Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Budidaya Tanaman Cabai Merah Dengan Inovasi Cut Back, Mau Tau Caranya?

Budidaya Cabai Merah
Budidaya Tanaman Cabai Merah Dengan Inovasi Cut Back, Mau Tau Caranya?

Jual Jaring Paranet Untuk Budidaya Tanaman – Lim Corporation

Umumnya umur tanaman cabe besar hanya bertahan sekitar 8 – 12 bulan dan sesudah itu mulai mengering dan mati. Serta produktivitasnya, semakin tua umur batang cabe, akan semakin berkurang produktivitas dan kualitas buahnya. Jika kondisinya sudah demikian, umumnya petani kemudian mencabut batang-batang cabe yang sudah tak produktif tersebut setelah itu menggantinya dengan tanaman baru untuk kelanjutan usaha tani atau budidaya mereka.

Tetapi jangan buru-buru untuk memusnahkan batang-batang cabe yang sudah tak produktif itu, sebab ternyata batang-batang cabe yang sudah tua itu masih bisa dimudakan dan diberdayakan kembali tanpa harus menanam bibit baru. Sebuah inovasi sudah berhasil dicoba oleh para penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Linge. Dalam lahan percontohan BPP seluas hampir 2 hektar ini memang sudah lama dikelola dan dimanfaatkan untuk lahan budidaya cabe. Dari hasil budidaya cabe tersebut, Kepala BPP Linge, sudah bisa membantu meningkatkan kesejahteraan para penyuluh pertanian yang dipimpinnya, apalagi dalam setahun terakhir, harga cabe cukup tinggi.

Dengan pola budidaya organik, Safrin dan kawan-kawan nyaris mampu menanam cabe sepanjang tahun, sebab pemakaian material organik dalam budidaya cabe ternyata lebih resistan pada perubahan cuaca ataupun serangan hama dan penyakit tanaman. Di awal tahun 2016 yang lalu, para penyuluh ini kembali menanam cabe untuk yang kesekian kalinya, dan seperti sebelumnya, hasil yang mereka peroleh juga sangat memuaskan, walaupun curah hujan selama tahun 2016 tergolong minim.

Hasil panen yang cukup bagus ditambah harga cabe yang terus melambung di pasaran, menjadi berkah tersendiri bagi Safrin dan kawan-kawan. Pedasnya harga cabe, justru terasa manis bagi para penyuluh tersebut, mereka mampu menikmati hasil panen cabe untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Wajar jika akhirnya para penyuluh ini betah bertahan di BPP ini, sebab kesejahteraan mereka sangat diperhatikan oleh pimpinan mereka.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Menjelang akhir tahun 2016, produktivitas tanaman cabe mereka mulai menurun sesudah lebih 15 kali dipanen, mereka juga sudah berencana untuk mengganti tanaman tua itu dengan tanaman baru. Namun kemudian Safrin punya ide untuk mencoba sistem baru dalam budidaya cabe mereka tanpa harus menanam kembali bibit cabe baru. Ide itu muncul ketika dia mengamati tanaman cabenya, walau daun dan rantingnya sudah mulai mengering, tetapi Safrin melihat, batang cabe itu masih terlihat hijau dan perakarannya juga masih kuat. Kemudian dia menerapkan sistem Cut Back, yaitu memotong sebagian besar tanaman dan hanya menyisakan batang setinggi 10cm – 15cm dari permukaan tanah. Bekas potongan batang yang tersisa itu kemudian ditutup dengan plastik, dan dia kembali memberikan pupuk dasar berupa pupuk organik cair olahan mereka sendiri di lahan tersebut.

Tanpa disadari, inovasi baru dari sang Kepala BPP ini menunjukkan hasil yang sangat bagus, sehingga para penyuluh yang ikut mengelola lahan cabe selama ini semakin antusias dengan ide sang pimpinan. Dirangsang oleh pupuk dasar yang kembali diberikan pada lahan cabe itu, batang cabe yang bekas dipotong itu mulai mengeluarkan tunas-tunas baru yang pertumbuhannya sangat cepat. Safirin dan kawan-kawan kemudian memilih 2 atau 3 tunas baru yang pertumbuhannya paling bagus untuk dipertahankan sebagai batang baru, sementara yang lainnya dibuang. Sesudah tunas itu berubah menjadi batang baru dan mulai mengeluarkan cabang, kemudian mereka mulai memberikan pupuk susulan sebagaimana memberi pupuk pada tanaman baru.

Baca Juga:
Teknik Simpel Pembibitan Mawar, Salah Satu Tanaman Hias Terpopuler
Iniloh! Penghambat Pertumbuhan Saat Budidaya Jamur Tiram dan Cara Mengatasinya
Anda Wajib Tau! 10 Unsur Penerapan Teknologi Saat Budidaya Padi
Rahasia Meningkatkan Hasil Panen Dengan Teknik Rotasi Tanaman, Mau Coba?

Para penyuluh itu awalnya tidak terlalu yakin dengan inovasi dari Safrin, namun sesudah melihat perkembangan tanaman cabe dari hasil penerapan sistem cut back tersebut bisa berkembang sangat baik, itulah yang membuat mereka semakin yakin bahwa inovasi tersebut layak diterapkan untuk pola baru dalam budidaya cabe. Bahkan dengan sistem cut back yang diterapkan Safrin dan kawan-kawan itu, banyak keuntungan yang mereka peroleh, khususnya dalam menghemat biaya produksi yang pada akhirnya akan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi mereka. Dengan sistim cut back ini, mereka tak perlu lagi mengolah lahan, menyediakan dan menyemai bibit serta melaksanakan penanaman kembali, mereka cukup memberikan pupuk secukupnya dan melaksanakan perawatan tanaman. Dari sisi ini, wajar jika kemudian mereka menyebut sistim baru budidaya cabe mereka itu dengan sebutan paket hemat, karena dengan sistem cut back ini, mampu menekan biaya produksi sampai 70%.

Semangat Safrin dan kawan-kawan semakin tinggi, sebab hanya dalam waktu sekitar 2 bulan, tanaman cabe dengan sistem cut back yang diuji coba ini sudah mulai berbuah. Buah cabe dengan bentuk dan kualitas yang masih sama persis dengan tanaman awalnya, menunjukkan bahwa sistem ini juga bisa mempertahankan sifat genetik tanaman. Dan menjelang akhir bulan Januari 2017, disaat harga cabe masih relatif tinggi, para penyuluh itu sudah bisa menikmati hasil panen dari ujicoba yang baru pertama kali mereka laksanakan itu.

Pemanenan perdana itu memang belum banyak, hanya sekitar 200kg cabe merah, namun melihat masih banyaknya cabe hijau yang bergelantungan pada cabang tanaman serta bunga cabe yang terus bermunculan, mereka optimis, produktivitas tanaman cabe hasil cut back ini, tak kalah dengan hasil dari penanaman dari bibit baru, bahkan dengan pemupukan dan perawatan intensif, bisa jadi produktivitasnya bisa lebih tinggi.

Teknik unik yang diuji coba Safrin dan kawan-kawan itu, akhirnya menarik perhatian para petani di sekitar lokasi BPP Linge. Setiap hari selalu saja ada petani atau rombongan kelompok tani yang ingin melihat sekaligus belajar langsung sistem baru budidaya cabe ini. Dan dengan senang hati, Safrin dan kawan-kawan akan membagikan ilmu baru mereka itu pada para petani yang datang ketempat mereka, sebab itu memang sudah menjadi tugas dan kewajiban yang melakat pada diri mereka selaku penyuluh pertanian.

Apa yang sudah dilaksanakan Safrin, tentunya merupakan suatu inovasi dan terobosan baru yang sangat menguntungkan bila diterapkan oleh para petani. Dengan menekan biaya produksi, tentu usaha tani cabe semacam ini akan mampu memberikan penghasilan yang lebih tinggi bagi para petani. Saat ini bukan hanya, mempersilahkan para petani untuk melihat dan belajar langsung tentang sistem cut back ini, para penyuluh itu juga mulai mensosialisasikan temuan mereka itu pada para petani binaan mereka. Bukan hanya fokus pada kegiatan Upsus Pajale (Padi, Jagung dan Kedele), salah satu komoditi yang menjadi prioritas dalam pembinaan dan penyuluhan yang dilaksanakan oleh para penyuluh pertanian di kecamatan Linge ini merupakan komoditi cabe. Bukan tanpa alasan, jika mereka fokus pada komoditi ini, sebab selama ini harga cabe di daerah ini relative stabil dan cukup tinggi, ini bisa jadi potensi untuk meningkatkan kesejahteraan petani disana.

Demikian penjelasan mengenai artikel berjudul “Budidaya Tanaman Cabai Merah Dengan Inovasi Cut Back, Mau Tau Caranya?”. Semoga penjelasan artikel tersebut bisa bermanfaat bagi Anda.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Paranet dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Dibalik Cita Rasa Yang Nikmat, Ternyata Ini Rahasia Para Petani Kopi!

Budidaya Kopi Dengan Paranet
Dibalik Cita Rasa Yang Nikmat, Ternyata Ini Rahasia Para Petani Kopi!

Jual Paranet Untuk Peneduh Budidaya Tanaman – Lim Corporation

Tumbuhan kopi termasuk dalam genus Coffea yang termasuk dalam keluarga Rubiaceae. Genus Coffea mempunyai lebih dari 100 anggota spesies. Dari jumlah tersebut hanya ada tiga spesies yang dapat dibudidayakan untuk tujuan komersial yaitu Coffea arabica, Coffea canephora, dan Coffea liberica. Tanaman kopi adalah sejenis tanaman tahunan yang umurnya produktif sampai sekitar 20 tahun. Untuk membudidayakan kopi langkah pertama yang anda lakukan adalah anda harus memilih jenis tanaman kopi yang berkualitas. Faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan budidaya tanaman kopi yaitu pemilihan jenis – jenis tanaman, cara budidaya, penanganan pasca panen, dan pemasaran produk kopi. Tahapan membudidayakan tanaman kopi dengan naungan paranet:

1. Pemilihan Jenis dan Varietas
Tanaman kopi ini mempunyai banyak jenisnya namun yang sering dibudidayakan hanya 4 jenis saja yaitu arabika, robusta, liberika, dan excelsa. Setiap jenis mempunyai sifat – sifat yang berbeda – beda. Pilihlah jenis tanaman kopi yang sesuai dengan lokasi lahan atau tempat anda. Untuk lokasi lahan pertanian yang ada pada ketinggian lebih dari 800 mdpl cocok untuk ditanami kopi yang berjenis arabika. Sedangkan untuk lahan pertanian yang ada pada ketinggian 400 sampai 800 mdpl dapat ditanami tanaman kopi berjenis robusta.

2. Penyiapan Bibit
Proses selanjutnya yaitu mencari bibit unggul, menyiapkan lahan dan peneduh. Informasi mengenai bibit unggul untuk budidaya kopi dapat ditanyakan pada toko bibit yang terpercaya. Sementara itu, untuk peneduh harus sudah disiapkan setidaknya 2 tahun sebelum anda membudidayakan kopi. Bibit pohon kopi dapat diperoleh dari perbanyakan yaitu dengan teknik generatif dan vegetatif. Teknik perbanyakan generatif dari biji umumnya digunakan untuk budidaya kopi arabika, sedangkan untuk kopi robusta lebih sering menggunakan teknik perbanyakan vegetatif dengan stek. Untuk setiap teknik perbanyakan bibit memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri.

3. Penyiapan Lahan
Melakukan budidaya kopi dididataran tinggi atau pun didataran rendah, tergantung pada jenisnya. Umumnya kopi suka dengan tanah gembur dan kaya akan bahan organik. Berikan juga tambahan pupuk organik dan penyubur tanah di sekitar area tanaman kopi untuk menambah kesuburan tanaman kopi anda. Hal yang harus disiapkan sebelum anda membudidaya kopi adalah menanam pohon peneduh atau jaring paranet. Fungsi dari pohon peneduh atau jaring paranet yaitu untuk mengatur intensitas sinar matahari yang masuk. Karena, tanaman kopi ini merupakan tanaman yang tidak terlalu suka dengan intensitas cahaya matahari secara penuh. Anda bisa memilih pohon pelindung yang tidak membutuhkan banyak perawatan dan daunnya dapat menjadi sumber pupuk hijau. Bila tidak ingin susa anda dapat menggunakan jaring paranet untuk peneduhnya. Karena jaring paranet ini memiliki kerapatan jaring yang cocok untuk proses membudidayakan kopi.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

4. Penanaman Bibit
Langka selanjutnya yaitu buatlah lubang tanam dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm, pembuatan lubang ini dilakukan 3 – 6 bulan sebelum masa penanaman. Sebaiknya ketika anda menggali lubang tanam pisahkan dulu tanah galian bagian atas dengan tanah galian bagian bawah. Lalu biarkan lubang tanam tersebut terbuka. setelah 2 bulan sebelum penanaman campurkan dulu 200 gr belerang dan 200 gr kapur dengan tanah galian bagian bawah. Setelah itu masukkan kedalam lubang tanam. Jangan lupa mencampurkan 20 kg pupuk kompos dengan tanah galian atas sekitar 1 bulan sebelum bibit anda tanam, kemudian langka selanjutnya masukkan ke lubang tanam.

Baca Juga:
Mari! Atasi Krisis Pangan Dengan Budidaya Sayuran Sendiri Sistem Vertiminaponik
Yuk!! Kenalan Dengan Inovasi Bioteknologi Dalam Sistem Pertanian
Wow! Budidaya Tanaman Sayur Yang Lagi Viral Dengan Polybag, Mau Tau?

Sekarang bibit kopi sudah siap untuk ditanam dalam lubang tanam. Sebelumnya pangkas daun yang ada pada bibit hingga hanya tersisa sepertiga bagian untuk mengurangi penguapan. Lalu keluarkan bibit kopi dari polybag setelah itu gali sedikit lubang tanam yang sudah anda siapkan. Kedalaman galian disesuaikan dengan panjang akar tanaman kopi. Untuk bibit yang memiliki akar tunjang usahakan agar akar tanaman tegak lurus. Tutup lubang tanam agar tanaman dapat berdiri kokoh, bila membutuhkan berikan ajir untuk menopang tanaman agar tanaman kopi tidak roboh.

5. Peyulaman Tanaman
Sesudah bibit ditanam di area kebun anda, periksa pertumbuhan bibit tersebut setidaknya 1 minggu 2 kali. Bila umur bibit sudah sekitar 1 – 6 bulan lakukankan pemeriksaan sekitar 1 bulan 1 kali. Ketika melakukan proses pemeriksaan, apabila ada pohon kopi yang mati segera lakukakan penyulaman. Proses penyulaman bisa dikerjakan dengan bibit yang sama. Berikan perawatan yang lebih instensif agar tanaman hasil penyulaman dapat menyamai pertumbuhan pohon yang lainnya.

6. Pemupukan Tanaman
Langka selanjutnya yaitu proes pemberian pupuk, untuk budidaya tanaman kopi dapat menggunakan pupuk organik atau pun pupuk buatan. Pemberian pupuk untuk setiap tanaman yaitu sekitar 20kg dan diberikan sekitar 1-2 tahun 1 kali.

7. Hama dan Penyakit Tanaman
Untuk bagian lahan budidaya kopi yang telah terserang hama dan penyakit akan menurunkan produktivitas tanaman kopi anda, kualitas mutu kopi dan bahkan bisa mengakibatkan kematian tanaman. Untuk menangani ini anda bisa menggunakan pestisida alami dengan cara semprotkan pada tanaman kopi.

8. Pasca Panen Tanaman
Untuk tanaman kopi yang pembudidayaannya intensif tanaman sudah dapat berbuah pada umur sekitar 2 , 5 – 3 tahun untuk yang jenis robusta dan 3 – 4 tahun untuk yang berjenis arabika. Hasil dari proses pemanenan yang pertama umumnya tidak terlalu banyak, produktivitas hasil dari tanaman kopi akan mencapai puncaknya setelah kopi berumur 7 – 9 tahun. Pemanenan kopi dilakukan secara bertahap, panen raya dapat terjadi dalam 4 – 5 bulan dengan interval dan waktu pemetikan setiap 10 – 14 hari. Pemanenan dan pengolahan pasca panen tanaman kopi akan menentukan mutu produk akhir tanaman kopi.

* Info lengkap mengenai harga Paranet silakan klik http://bit.ly/hargaparanet

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Paranet atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk peneduh tanaman atau untuk pelindung tanaman dari hama atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Ingin Sukses Saat Budidaya Cengkeh, Yuk Intip Cara Pembibitannya!

Pembeibitan Tanaman Cengkeh
Ingin Sukses Saat Budidaya Cengkeh, Yuk Intip Cara Pembibitannya!

Distributor Paranet Import Untuk Pembibitan – Lim Corporation

Untuk bibit yang ditanam akan menjadi penentu berhasil atau gagalnya suatu tanaman. Untuk bibit yang baik akan menghasilkan tanaman yang baik asalkan syarat pemeliharaannya baik juga. Pembibitan tanaman cengkeh yaitu salah satu aspek dari teknis budidaya tanaman cengkeh yang akan menentukan keberhasilan pertanaman cengkeh. Begitu juga sebaliknya meskipun bibitnya baik, namun syarat lain kurang dipenuhi tanaman akan merana. Oleh karena itu, ketika melaksanakan persemaian terdapat faktor yang harus diperhatikan diantaranya yaitu:

Pemilihan Tanah atau Tempat Tanam
Adapun beberapa faktor yang harus dipenuhi dalam pemilihan tanah atau lahan untuk menanamnya:

a. Kondisi tanahnya harus subur
b. Gampang untuk pengairannya terutama di musim kemarau. Sebisa mungkin mencari tanah yang tak miring letaknya, supaya mempermudah saat pembuangan air. Lebih baik lagi memilih tanah yang miring ke timur, supaya bisa menerima sinar matahari pagi.
c. Terlindung dari angin kencang, maksudnya yaitu ada tanaman pelindungnya atau bisa juga diberi naungan paranet. Tak hanya untuk melindungi dari angin kencang, tetapi juga berfungsi untuk mematahkan jatuhnya air hujan dan menahan sinar matahari yang berlebihan.
d. Lahan tanam yang strategis, supaya gampang saat pengangkutannya, dekat dengan tempat penyulaman, dekat dengan sumber air supaya mempermudah penyiraman dan dekat dengan perumahan agar gampang saat proses pemeriksaan dan pengawasan yang harus dikerjakan sekitar 2 hari sekali.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Memilih Biji Yang Akan Disemai
Langkah pertama yang harus dilaksanakan sebelum memilih biji yaitu memilih pohon induk. Untuk pohon induk yang dipilih harus memenuhi syarat sebagai berikut:

a. Sudah cukup umur, yang baik sesudah mencapai umur lebih dari 14 tahun.
b. Yang produksinya tinggi, baik kualitas ataupun kuantitasnya, artinya berbunga lebat dan baik mutunya.
c. Kondisi pohon sehat, subur dan menghijau, tahan pada hama dan penyakit, terutama penyakit layu bujang.

Sesudah memilih pohon induk yang memenuhi syarat, kemudian memilih bijinya. Pemilihan biji yang baik yaitu:

a. Berwarna kuning muda dan tak mempunyai bercak kehitaman. Pemakaian biji yang mempunyai bercak kehitaman atau berwarna hitam meskipun bisa tumbuh, tetapi takk akan menjadi bibit yang baik.
b. Besarnya sedang, tak terlalu besar dan tak terlalu kecil.
c. Yang bernas atau berisi, untuk mengetahui biji yang berisi sebaiknya direndam di dalam air, untuk biji yang mengapung dibuang dan sedangkan yang tenggelam diambil. Namun meski biji mengendap, jika cacat atau mempunyai bercak kehitaman lebih baik jangan dipakai.
d. Jangan sampai kering karena akan menyebabkan daya tumbuh yang kurang baik.

Semua biji yang sudah terpilih sebaiknya segera dikuliti dan disemaikan supaya tak rusak dan tumbuhnya merata.

Baca Juga:
Dengan Polybag Hasil Panen Budidaya Melon Melimpah, Mau Tau Caranya?
Yuk!! Kenalan Dengan Inovasi Bioteknologi Dalam Sistem Pertanian
Mari! Atasi Krisis Pangan Dengan Budidaya Sayuran Sendiri Sistem Vertiminaponik

Persemaian
Terdapat 2 macam cara untuk penyemaian, yaitu:

1. Penyemaian Pendahuluan (Perkecambahan)
Sebelum menyemai, biji yang terpilih harus dikecambahkan terlebih dulu supaya bibit bisa diseleksi lagi dan tumbuhnya bisa merata. Tempat perkecambahan umumnya memakai bak dari pasangan batu merah atau memakai peti atau bisa juga memakai bedengan. Tempat perkecambahan harus diletakkan ditempat yang teduh untuk menjaga kelembapan dan menahan percikan air hujan. Hal yang harus diperhatikan ketika menyemai yaitu:

a) Untuk biji yang akan disemaikan dikupas kulitnya dengan hati-hati jangan sampai rusak. Biji yang tak dikupas mengakibatkan presentase tumbuh kurang dan lambat jadi pertumbuhan bibit tak merata.
b) Letakkan biji jangan sampai terbalik, jika terbalik tumbuhnya akan membelok.
c) Tempatkan di tempat yang teduh untuk menjaga kelembapan dan selalu laksanakan penyiraman 2-3 kali sehari.
d) Penyiraman tak boleh dikerjakan secara langsung karena bisa merubuah posisi biji. Jadi untuk mengerjakan penyiraman, bibit yang sudah selesai ditanam kemudian ditutup dengan karung jadi penyiraman tak terjadi secara langsung. Karung akan lebih lama menahan air.
e) Jika biji-biji sudah tumbuh dan akar mulai memanjang, semua karung dibuka dan bisa dipindahkan ke persemaian selanjutnya.

2. Persemaian Tetap (Persemaian Selanjutnya)
Untuk semua biji yang sudah tumbuh harus sesegera mungkin dipindahkan ke persemaian selanjutnya. Adapun dua cara untuk pemindahannya, yaitu:

a) Langsung Dipindahkan ke Bedengan
Tanah yang dipakai sebagai tempat persemaian, dicangkul sedalam sekitar 30cm. Kemudian buatkan bedengan dengan bentuk trapesium dengan ukuran panjang 10m, lebar 1,2m, dan jarak antar bedengan yaitu 30m. Bibit cengkeh hanya bisa dipindahkan dengan bentuk putaran, yaitu bibit-bibit dipindahkan dengan tanah disekitarnya. Cara pemutaran sesuai dengan umur bibit:
(i) Untuk bibit yang berumur 1 tahun, putaran dibuat dengan kedalaman sekitar 20cm dan diameternya sekitar 15cm.
(ii) Sedangkan bibit yang berumur 2 tahun, putaran dibuat dengan kedalaman berkisar 30cm dengan diameter kurang lebih 20cm.

b) Pemindahan Tidak Langsung
Cara pemindahan tak langsung ini bisa memakai keranjang, plupuh atau bisa juga memakai kantong plastik untuk memindahkannya.

* Ingin info lengkap mengenai harga Paranet silakan klik tautan berikut ini http://bit.ly/hargaparanet

Apabila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Paranet atau Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Kurangnya Suplai Pada Pasar, Membuat Potensi Bisnis Kroto Sangat Menjanjikan

Potensi Budidaya Kroto

Jual Jaring Paranet Harga Murah – Lim Corporation

Tren memelihara burung kicau sudah lama menjadi salah satu gaya hidup masyarakat, baik itu di kota-kota besar ataupun di pedesaan. Dengan begitu, potensi bisnis kroto menjadi sangat menjanjikan. Harus diketahui, sudah sejak lama juga para pedagang menyaksikan konsumen yang berebut kroto di pasaran, berapa pun harga jualnya. Lantas, apa yang membuat kroto begitu istimewa?

Kroto adalah komoditas yang harga jualnya reatif stabil. Dalam berbagai daerah di Indonesia, harga kroto sekitar Rp150.000—Rp200.000 per kilogramnya, terutama ketika suplai berkurang. Dan daripada itu, di kota besar seperti Jakarta, harga jual pemburu ke pengepul bisa mencapai Rp100.000 per kilogram.

Harganya bahkan bisa melonjak sedemikian rupa sebab sarang yang dijual adalah sarang semut rangrang yang diambil dari alam tanpa dibudidayakan terlebih dulu. Faktor lingkungan, seperti cuaca atau musim mampu membawa pengaruh besar pada nilai ekonomi kroto. Sudah jadi siklus tahunan, setiap musim hujan tiba, kroto akan menjadi barang langka.

Apabila melihat faktor strategis, Indonesia merupakan negara tropis yang cocok dengan standar biologis semut rangrang. Pengembangan usaha budidaya semut rangrang tak membutuhkan tempat yang luas, modalnya tak mahal, dan tekniknya cukup sederhana. Budidaya semut rangrang juga tak membutuhkan bahan baku impor jadi pengadaan bahan baku tak bergantung pada kondisi nilai tukar rupiah.

Baca Juga:
Dibalik Rasa Manisnya, Ternyata Pepaya Menyimpan Ribuan Manfaat Untuk Tubuh
Perkembangan Pertanian Indoor Mengarah Pada Greenhouse Robotik, Penasaran?
Iniloh! 5 Perkembangan Teknologi Pertanian Di Masa Depan

Dicari Kicau Mania
Memelihara burung memang sangat mengasyikkan dan bisa mengurangi kepenatan, terlebih lagi apabila burung klangenan tersebut tergolong burung yang bagus dari segi warna, bentuk, dan suaranya. Akan tetapi, memelihara burung yang berkicau tak segampang yang Anda bayangkan. Apabila perawatannya tak optimal dan maksimal, dijamin burung kualitas juara kontes pun akan mengalami downgrade atau kembali menjadi burung bakalan.

Salah satu faktor penting dalam perawatan burung kicauan yaitu pakan. Burung kicauan tak akan bernyanyi riang tanpa asupan pakan tambahan atau pakan penunjang yang berprotein tinggi seperti jangkrik, ulat hongkong, dan kroto.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Kroto sebagai pakan penunjang ini diyakini mampu memancing burung untuk lebih berkicau. Jenis kroto basah mempunyai kandungan nutrisi terbaik bila dibandingkan dengan jenis kroto yang lainnya.

Kondisi yang terjadi di lapangan, sekarang berapa pun harga kroto pasti diburu oleh kicau mania. Sebab, stok kroto di pasaran tak pernah mencukupi keperluan para konsumen. Hal ini terjadi karena suplai kroto masih diperoleh dari hasil perburuan alam. Kelangkaan inilah yang kemudian mengakibatkan melonjaknya harga kroto di pasaran.

* Info lengkap mengenai harga Paranet silakan klik http://bit.ly/hargaparanet

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Paranet atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk peneduh tanaman atau untuk pelindung tanaman dari hama atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

9 Jenis Tanaman Yang Bermanfaat & Cocok Untuk Menghias Interior Rumah

Tanaman Interior Rumah
Tanaman Untuk Hiasan Interior Rumah

Jual Paranet/Shading Net Harga Murah – Lim Corporation

Pemakaian tanaman hias untuk dekorasi interior rumah memang membuat suasana rumah jadi lebih terlihat segar. Bukan hanya bisa membantu memproduksi oksigen, tetapi beberapa tanaman juga mampu menyerap polusi yang berlebih. Berikut ini 9 tanaman yang bisa Anda pertimbangkan untuk dijadikan hiasan rumah, di antaranya yaitu:

A. Monstera Deliciosa
Apabila diperhatikan dengan saksama, jenis tanaman ini sudah sangat banyak dipasang di berbagai kafe dan rumah makan sebagai hiasan. Sebab daunnya yang unik memberikan kesan segar dan tak begitu berlebihan. Spesies Monstera deliciosa ini membuat rumah Anda terkesan lebih minimalis dengan gaya Skandinavia.

B. Pohon Uang
Asalnya dari daratan Amerika Tengah, pemakaian pohon ini untuk hiasan interior rumah sudah tersebar ke seluruh penjuru dunia. Dan pohon ini mempunyai nama latin yaitu Pachira Aquatica. Tanaman ini sering disebut sebagai pohon uang atau money tree. Konon, tanaman ini dipercaya bisa membawa pengaruh baik bagi pemilik rumah. Ciri-ciri pohon uang yaitu daun lima jari dan bagian ujung yang lancip mirip dengan tangan manusia.

Baca Juga: Iniloh! Penghambat Pertumbuhan Saat Budidaya Jamur Tiram dan Cara Mengatasinya

C. Bunga Aster
Bunga ini mempunyai nama latin yaitu Aster Amellus. Tanaman bunga ini asalnya dari Cina. Tinggi rata-rata mencapai sekitar 30cm-70cm. Warnanya pun cukup beragam jadi banyak dipilih untuk hiasan. Terdapat warna merah muda, pink, sampai dengan kuning.

D. Tanaman Karet Hias
Ficus Lyrata merupakan nama latin dari tanaman ini. Tanaman ini disebut juga karet kebo di beberapa daerah. Tanaman karet hias adalah tanaman dengan umur panjang. Masih berkerabat dengan pohon beringin, tanaman hias ini dikenali dari akar tunggang dan akar udara yang berwarna cokelat.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik URL berikut DISINI

E. Sirih Gading
Tanaman hias yang mempunyai nama latin Epipremnum Aursum ini masih satu kerabat dengan tanaman sirih yang umumnya dipakai untuk menginang. Perbedaannya, yaitu pada daun mempunyai corak warna yang cukup indah. Sebab corak tersebutlah tanaman ini dijadikan tanaman hias interior yang cukup menawan. Sirih gading bisa digantung atau diletakkan dalam pot.

Baca Juga: Ternyata, Ini 5 Kunci Sukses Budidaya Tanaman Hias Yang Wajib Diketahui

F. Lidah Mertua
Siapa yang tak mengenal dengan tanaman satu ini? Dengan menanam lidah mertua di dalam rumah, Anda bisa membantu mengurangi polusi dalam rumah, lho. Tanaman ini juga sangat beragam jenisnya bisa Anda pilih sesuai dengan selera. Lidah mertua juga dikenal dengan nama Sansiviera yang merupakan nama genus dari tanaman indah ini.

G. Spider Plants
Tanaman ini sangat dipercaya bisa mengurangi polusi dalam rumah. Anda juga bisa meletakkannya dengan cara digantung atau diletakkan dalam pot-pot kecil. Bagian daun spider plants memiliki warna hijau dan untuk bagian pinggirnya berwarna putih. Tanaman ini mempunyai nama ilmiah Chlorophytum Comosum dan asalnya dari Afrika bagian selatan.

Baca Juga: Selain Buahnya, Bagian Pohon Kurma Ini Juga Sangat Bermanfaat Bagi Tubuh!

H. Pakis Sarang Burung
Untuk tanaman yang satu ini juga banyak dipakai sebagai tanaman hias dalam rumah. Umumnya orang Sunda menyebutnya sebagai kadaka. Asplenium Nidus ini bisa ditanam dan digantung atau diletakkan dalam pot. Di Hong Kong, jenis tanaman pakis ini dilindungi oleh undang-undang.

* Ingin info lengkap mengenai harga Paranet silakan klik tautan berikut ini http://bit.ly/hargaparanet

Apabila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Paranet atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk peneduh tanaman atau untuk pelindung tanaman dari hama atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Iniloh! Penghambat Pertumbuhan Saat Budidaya Jamur Tiram dan Cara Mengatasinya

Hama Jamur Tiram
Hama Tanaman Jamur Tiram

Jual Paranet/Shading Net Harga Murah – Lim Corporation

Membudidayakan jamur tiram adalah prospek yang sangat menjanjikan. Tetapi, dalam membudidayakan jamur tiram mempunyai hambatan berupa hama dan penyakit yang bisa menghambat pertumbuhan, produktivitas dan bahkan menyebabkan kegagalan dalam panen.

Untuk upaya penanganan dan pengendalian jamur tiram harus dilaksanakan tindakan yang efektif supaya tanaman tumbuh dengan optimal. Dengan itu, petani harus terlebih dulu memahami dan mengetahui hama serta penyakit yang sering menyerang jamur tiram, diantaranya yaitu:

A. Hama Jamur Tiram

Adapun beberapa hama yang sering menyerang ketika budidaya jamur tiram, antara lain:

1. Serangga Kecil
Serangga yang sering menyerang saat budidaya jamur tiram yaitu lalat, nyamuk dan lain sebagainya. Serangga inilah yang sering menyerang jamur tiram, melalui lubang kecil yang tak terdeteksi, kemudian meletakan telurnya di bagblog. Larva yang tumbuh akan menyerang batang jamur, dan pertumbuhan akan terhambat serta bahan jamur tak tumbuh sama sekali.

Pengendaliannya:
* Pasanglah kawat kasa atau insectnet berukuran kecil pada bagian ventilasi dan memasang plastik bening pada bagian luar pintu untuk membiaskan cahaya jadi serangga cenderung menghindar dan menjauh.
* Semprotkan larutan pestisida pembasmi serangga, di sekitar areal kumbung budidaya jamur.

2. Laba-Laba
Laba-laba adalah jenis hewan ini juga sangat suka memakan miselium dan bagian pada jamur tiram. Tak hanya itu, laba-laba juga akan bisa mengakibatkan sprora jamur penganggu.

Pengendalian:
* Taburkan serbuk kapur di permukaan lantai dan dinding.
* Apabila ada sarang atau laba-laba harus segera di musnahkan.

Baca Juga: Kembangkan Varietas Jamur Susu Untuk Peluang Usaha Tambahan

3. Rayap
Rayap yaitu hama yang sangat sulit dideteksi kehadirannya, hama ini akan terlihat apabila sudah melaksanakan serangan yang menimbulkan keruskaan. Hama ini akan merusak baglog ataupun jamur yang sudah tumbuh sehingga tanaman jadi rusak dan tanaman akan gampang mati.

Pengendalian:
* Pisahkan dan buang baglog yang sudah terserang rayap.
* Semprotkan ekstrak siri ke bagian tanah atau bagian kumbung yang terserang rayap.
* Semprot dengan obat kimia, seperti latrex, bayer premis 200sl, actara, agenda 25ec dan sebagainya ke bagian yang terserang rayap.

4. Cacing
Cacing gilig, adalah salah satu jenis hama yang sering menyerang jamur tiram dan menyebabkan jamur tiram tak bisa tumbuh sama sekali. Ukuran cacing ini sangat kecil rata-rata sekitar 1mm dan bisa berkembang sangat cepat.

Pengendalian:
* Laksanakan strelisasi dengan sempurna jadi telur cacing mati.
* Jagalah tingkat kelembaban dan suhu lingkungan dengan baik.

5. Bekicot atau Siput
Bekicot atau siput ialah hama yang suka dengan kelembaban yang sangat tinggi, dan hama ini juga sering ditemukan menyerang jamur tiram. Bekas gigitan atau jalan hama ini akan mengakibatkan jamur menjadi abnormal jadi hama ini harus di waspadai.

Pengendalian:
* Semprotkan ekstrak jarak pagar, di areal lantai kembung dan rak.
* Laksanakan pemungutan atau pemusnahan secara manual.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

6. Tikus
Tikus adalah jenis hama yang bisa merusak segala jenis tanaman apapun, terutama jamur tiram. Tikus bisa merusak baglog jadi benih yang ada di dalamnya tak tumbuh dan bahkan memakan benih atau jamur yang sudah tumbuh dan membuat gagal panen.

Pengendalian:
* Pasanglah perangkap di sela-sela atau sarang tikus, baik perangkap lem tikus ataupun lainnya.
* Bisa juga semprotkan obat kimia, seperti radoc, x-mos, atau obat kimia lainnya.

Baca Juga: Ternyata, Ini 5 Kunci Sukses Budidaya Tanaman Hias Yang Wajib Diketahui

B. Penyakit Jamur Tiram

Berikut ini beberapa penyakit yang sering menyerang ketika budidaya jamur tiram, yaitu:

1. Cheetemium Spp
Gejala serangan yang ditimbulkan ada noda hijau, yang bisa menyebabkan perakaran jamur lemah jadi jamur tiram akan rontok.

Pengendalian:
– Laksanakan sterilisasi dengan sempurna dan efektif.
– Kurangi tingkat kepadatan baglog.
– Jagalah kelembaban media tanam.

2. Coprinus spp
Terdapat warna biru pada ujung jamur tiram, yang bisa menyebabkan pertumbuhan terhambat dan merusak miselium.

Pengendalian:
– Kurangi kandungan pupuk dalam media tanam.
– Percepat waktu panen.
– Laksanakan sterilisasi secara sempurna dan efektif.

3. Neurospora spp
Dampak yang ditimbulkan terdapat tepung berwarna orange di permukaan atau penyumbat baglog, yang bisa menyebabkan pertumbuhan miselium terhambat.

Pengendalian:
– Laksanakan penutupan sumbatan di media tanam dengan plastik ketika sterilisasi.
– Perbaiki alat steriliasi yang bocor
– Dan kerjakan sterilisasi dengan sempurna dan efektif.

4. Mucor spp
Gejala serangan ada noda berwarna hitam dipermukaan baglog atau media tumbuh substrat, jadi mengakibatkan tanaman rusak dan bahkan pertumbuhan akan terhambat serta jamur tiram akan mati.

Pengendalian:
– Turunkan suhu ruangan,
– Atur sirkulasi udara dengan baik.

Baca juga: Teknik Perbanyakan Tanaman Insulin Dengan Cara Stek, Coba & Nikmati Keuntungannya!

5. Penicilium spp
Gejala serangan adalah tumbuh miselium berwarna coklat tua/merah tua, yang bisa menyebabkan jamur abnormal dan bahkan mati.

Pengendalian:
– Jagalah kebersihan ruangan inkubasi
– Buang media substrat yang sudah terkontaminasi

* Info lengkap mengenai harga Paranet silakan klik http://bit.ly/hargaparanet

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Paranet atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk peneduh tanaman atau untuk pelindung tanaman dari hama atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3