Mengenal Tanaman Herba, Bahan Penyedap Masakan Western, Apa Itu?

Apakah Anda adalah penggemar masakan western? Pastinya Anda familiar dengan beberapa herba seperti oregano, mint, dan rosemary. Anda tak perlu membeli bahan penyedap masakan western tersebut bila ingin membuatnya. Cukup dengan membudidayakan sendiri tanaman herba. Tak hanya sebagai bahan baku masakan, Anda juga bisa memanfaatkannya sebagai tanaman hias.

Mint

Mint

Daun mint sendiri adalah bahan baku dalam berbagai bahan yang dipakai sehari-hari, mulai dari permen sampai pasta gigi. Daun mint bisa dipakai sebagai penyedap ataupun penghias makanan, terutama hidangan manis. Potongan daun mint yang diletakkan di atas makanan ataupun campuran minuman bisa memberikan sensasi dingin sekaligus estetika.

Perawatan yang benar akan menghasilkan herba mint yang tumbuh rimbun, walaupun hanya di dalam pot. Anda bisa memperbanyak tanaman mint dengan berbagai cara, mulai dari setek batang sampai menanam dari biji. Jenis mint sangat beragam dan Anda bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan.

Oregano

Oregano

Tanaman ini mempunyai nama ilmiah Origanum vulgare dan sering dijuluki sebagai pot marojam. Di daerah Mediterania, Asia Tengah, serta Asia Selatan, pemakaian oregano sebagai bahan baku masakan sangat lumrah.

 

Anda juga bisa bertanam oregano di rumah, baik dipelihara secara indoor ataupun outdoor. Oregano akan tumbuh dengan baik hanya dengan perawatan yang sederhana. Bertanam oregano bisa dilaksanakan dengan memakai bibitnya.

BACA JUGA:
Lua Si Pot Pintar, Ternyata Mampu Menunjukkan Ekspresi Lho!
Kepoin Cara Beternak Kroto yang Menguntungkan, Berikut Ulasannya!
Patut Ditiru! A-Go-Gro, Sistem Pertanian Efektif dan Unik di Singapura

Rosemary

Rosemary

Daun rosemary merupakan salah satu bumbu khas masakan western. Rasa daun rosemary unik, yaitu memberikan sedikit sensasi pedas. Tanaman rosemary merupakan jenis tanaman dengan akar yang memerlukan ruang yang cukup. Setidaknya, pilihlah pot dengan diameter minimal 30 cm bila Anda ingin bertanam rosemary. Ketika sudah tumbuh, akan tampak daunnya yang meruncing indah menyerupai jarum jadi cocok sebagai tanaman hias.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

 

Sage

Sage

Daun sage lebih populer dijadikan obat-obatan. Walau demikian, sage juga banyak ditambahkan dalam menu masakan western. Sage bisa dibudidayakan melalui dua cara, yaitu setek (dari tanaman induk) dan biji. Bentuk daunnya yang indah membuat sage cocok dipakai sebagai tanaman herba hias di area dapur. Kuncinya, perhatikan kondisi tanah supaya tak terlalu berair dan teduh dari sinar matahari.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Mengenal Tanaman Herba, Bahan Penyedap Masakan Western, Apa Itu? dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Advertisements

Lua Si Pot Pintar, Ternyata Mampu Menunjukkan Ekspresi Lho!

Pot Pintar (Lua)

Jual Jaring Paranet Kualitas Terbaik – Lim Corporation

Ada banyak orang menyukai tanaman. Dan alasannya karena tanaman bisa menyegarkan susana sekitar. Bahkan tak sedikit orang yang mempunyai tempat khusus di dalam rumah untuk meletakkan tanaman-tanaman hias favoritnya.

Proses perawatan sebuah tanaman pastinya harus memerlukan perhatian khusus. Tak hanya sekadar ditanam dalam pot dan diletakan pada sudut ruangan saja. Akan tetapi, Anda harus bisa merawatnya mulai dari menyiramnya, memberikan sinar matahari untuk berfotosintesis serta memberi pupuk untuk menyehatkan tanaman.

Walaupun sudah mencoba merawat tanaman hias dengan baik, mungkin beberapa kali Anda tetap menemukannya dalam keadaan mati. Tentunya momen tersebut membuat sedih kan? Dan rupanya ada cara untuk mengetahui bagaimana perawatan tanaman yang baik dengan melihat ekspresi tanaman tersebut. Meski terkesan mustahil, namun sebuah perusahaan bernama Mu Design berhasil membuat sebuah pot pintar untuk tanaman kesayanganmu.

Dikutip dari Liputan6.com, Kamis (18/7/2019) sebuah pot pintar yang dinamai Lua ini mampu membuat tanaman kesayanganmu berubah seolah-oleh menjadi binatang peliharaan. Pasalnya pot pintar yang diproduksi oleh Mu Design ini mampu menunjukkan berbagai ekspersi mengenai kondisi dari tanaman itu sendiri.

BACA JUGA:
Kepoin Cara Beternak Kroto yang Menguntungkan, Berikut Ulasannya!
Patut Ditiru! A-Go-Gro, Sistem Pertanian Efektif dan Unik di Singapura
Selain Buahnya, Khasiat Daun Jambu Biji Juga Sangat Menakjubkan

Dan sebelumnya memakai pot pintar ini, Anda harus memindai kode QR yang ada di pot dengan sebuah aplikasi. Sehingga pastikan untuk mengunduh aplikasi dari pot pintar ini pada ponsel Anda. Tak hanya memindai kode QR saja, tetapi Anda juga diharuskan memilih jenis tanaman yang Anda tanam dalam pot tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui bagaimana jenis perawatan yang harus dilaksanakan.

Di dalam pot pintar terdapat sebuah layar LED yang mampu menampilkan berbagai ekspresi tanaman kesayanganmu. Lua sendiri mempunyai 15 jenis emosi yang berbeda untuk mengekspresikan keperluan dasar dari tanamanmu. Mulai dari terlalu banyak air ataupun sinar matahari.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Tak hanya mempunyai layar LED saja, namun Lua juga mempunyai sebuah sensor gerak. Di mana ekspresi yang ditampilkan pada layar LED akan bergerak. Bukan hanya itu, Lua juga bisa menampilkan tatapan marah apabila ada suatu benda yang bergerak mengganggu tanamanmu.

Pastinya ekspresi yang dihasilkan oleh Lua terlihat cukup menggemaskan. Anda juga bisa memantau mengenai kondisi tanaman dengan ponsel. Jadi Anda tetap bisa merawat tanaman kesayanganmu dengan lebih baik. Apabila menginginkan pot pintar, Anda harus sabar menunggu. Sebab pot pintar ini belum resmi dipasarkan. Pot pintar Lua baru dijual bebas pada Desember 2019 mendatang.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Lua Si Pot Pintar, Ternyata Mampu Menunjukkan Ekspresi Lho!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Kepoin Cara Beternak Kroto yang Menguntungkan, Berikut Ulasannya!

Budidaya Kroto

Jual Jaring Paranet Berkualitas – Lim Corporation

Untuk pemula yang akan membudidayakan kroto mungkin menjadi sebuah hal yang tabu mengetahuinya. Karena, memang belum banyak orang yang menjalankan budidaya kroto. Dengan melihat beberapa cara ternak kroto berikut ini, tentunya Anda bisa berternak dengan cara yang tepat dan menguntungkan.

Cara Ternak Kroto
Ada 2 cara ternak kroto, yaitu dari budidaya dan alam. Berikut ini akan kami bagikan cara untuk ternak kroto dari keduanya, antara lain:

1. Beternak Bibit Kroto dari Alam
Pastinya Anda sering melihat beberapa orang membawa gala yang panjang memakai jaring. Nah, sebetulnya mereka ini sedang mencari bibit kroto yang ada di alam bebas. Jadi bisa disebut bahwa cara inilah yang mereka laksanakan saat beternak kroto dialam. Mereka menjual hasil tangkapannya ini dimalam hari kemudian menjualnya dipasar pagi hari.

2. Beternak Bibit Kroto yang dari Budidaya
Beternak kroto dengan budidaya ini dilaksanakan melalui cara pembelian bibit kroto dipeternak lain. Sehingga hal ini sebagai alternatif kedua jika sulit memperoleh kroto dialam bebas. Akan tetapi, kalian tak harus membeli kroto dari peternak lain supaya bisa menghemat biaya budidaya.

Cara Lain Budidaya atau Ternak Kroto
Sebetulnya bukan hanya cara diatas tadi masih ada cara lagi untuk ternak kroto, diantaranya yaitu:

1. Beternak Bibit Kroto Tak Memakai Ratu
Alternatif ini yaitu dengan beternak tanpa ratu semut. Terkadang dijual terpisah oleh penjual dengan harga ratu kroto yang lebih mahal. Akan tetapi, cara ini memerlukan modal, maka Anda bisa beternak kroto tapa ratu. Caranya Anda hanya dengan merangsang saja, tetapi hal ini sama dengan beternak kroto dialam bebas.

2. Beternak Bibit Kroto Toples
Setelah itu cara budidaya kroto memakai toples. Beternak kroto memakai media toples tersebut memiliki kelebihan serta kekurangan, diantaranya.
* Kelebihan: tempat atau wadah gampang didapatkan serta relatif murah, proses panennya gampang sekali dilaksanakan, teknik penjualannya sangat cepat dan bisa mengamati perkembangan serta pertumbuhan kroto secara mudah karena toplesnya bening.
* Kelemahan: sebetulnya beternak memakai kroto toples ini kelemahannya hanya wadahnya gampang penuh sebab keterbatasan tempat.

3. Beterak Bibit Kroto Memakai Besek
Untuk beternak memakai media besek sebetulnya hampir sama dengan memakai media toples. Perbedaannya hanya dalam kapasitas ruangan. Berikut kelebihan dan kekurangannya.
* Kelebihan: memiliki ruang lumayan luas, terbuat dari bahan alami jadi medianya tak gampang rusak serta temperaturnya dan kelembapan optimal sangat baik bagi pertumbuhan kroto.
* Kelemahan: media besek cenderung lebih mahal, tak gampang memperoleh media besek karena terbatasnya media dan jarang dijumpai serta tak bisa mengamati pertumbuhan dan perkembangan kroto.

BACA JUGA:
Patut Ditiru! A-Go-Gro, Sistem Pertanian Efektif dan Unik di Singapura
Selain Buahnya, Khasiat Daun Jambu Biji Juga Sangat Menakjubkan
Tak Hanya Untuk Tanaman, Ternyata Paranet Juga Bisa Untuk Budidaya Lebah
Jangan Asal Pilih! Ini Campuran Media Tanam Jamur Tiram

4. Beternak Bibit Kroto Menggunakan Paralon
Anda juga memakai paralon menjadi media ternak bibit kroto. Banyak peternak kroto memakai media paralon sebagai salah satu inovasi media besek dan toples. Berikut kelemahan dan kelebihan kroto memakai media paralon.
* Kelebihan: media paralon paling gampang untuk diperoleh karena banyak yang menjualnya, media lebih awet, kerapian terjamin dan lebih menampung banyak.
* Kelemahan: pengemasan bibit paling sulit dilaksanakan, sulit menjalani panen, lebih susah mengamati pertumbuhan serta perkembangan kroto.

5. Beternak Bibit Kroto Menggunakan Kardus
Pemakaian kardus mungkin sangat aneh sekali, tetapi sudah banyak peternak kroto memakai media kardus menjadi wadah budidaya. Berikut kelemahan dan kelebihannya memakai media kardus.
* Kelebihan: ukurannya sangat variatif, kardus paling mudah diperoleh karena stoknya banyak serta cenderung murah.
* Kelemahan: Proses pemantauan pertumbuhan dan perkembangan kroto sangat sulit dilakukan, pemanenan paling sulit dilaksanakan serta jika salah kardusnya maka krotopun tak bisa hidup nyaman.

Tips Beternak Kroto
Ada beberapa point terpenting jika Anda akan membudidayakan kroto, khususunya Anda yang masih pemula menjadi peternak kroto pemula atau yang berpengalaman. Faktor penting ini bisa membawa Anda sebagai pebisnis ternak. Berikut ini poin-poin pentingnya:

1. Lingkungan
Anda memakai lingkungan yang sangat benar mendukung budidaya kroto. Ciri-cirinya yaitu:
– Cahaya yang redup
– Sirkulasi udara baik
– Suhu udara 26-30 derajat celsius
– Kelembaban udara sampai 60-72%

2. Kandungan Kroto
Untuk kandang yang baik yaitu terbuat dari rak berbahan serat dan usahakan jumlah bibitnya sesuai yang Anda ternak. Jangan melebihi kapasitas kandang sampai mengakibatkan sempit dan terganggunya sirkulasi udara kroto.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

3. Keamanan
Keamanan dalam beternak jangan dispelekan. Anda bisa memberikan air di 4 kaki kandangnya kroto. Supaya semut tak berceceran dilantai dan upayakan kabur dari kandang, jadi membuat semut-semut nyaman.

4. Pakan Kroto
Usahakan kroto bisa tumbuh dan berkembangbiak secara baik dan sehat. Berikan pakan berwujud ulat hongkong, jangkrik, pisang, atau belalang. Anda juga bisa memberikan minum dengan air gula dengan perbandingan 1:4 jadi diperoleh kroto yang sehat pula. Berikut ini beberapa macam pakan kroto yang bisa Anda jadikan referensi untuk berternak, diantaranya:
* Ulat Hongkong
Ulat hongkong kaya akan protein, nutrisi, ekstrak non nitrogen, air, lemak kasar, dan nutrisi.
* Ulat pisang
Ulat pisang memiliki kandungan yang kaya akan enzim dan protein.
* Cacing tanah
Memiliki kandungan protein, karbohidrat, asam amino.
* Belalang
Mengandung banyak nitrogen, gizin menjadi energi dan protein pula.
* Jangkrik
Mengandung protein, omega 3, serta kalori menjadi asupan perkembangbiakan kroto.

Paranet
Produsen Jaring Paranet Berkualitas

Lokasi Budidaya Kroto
Tempat atau lokasi harus jauh dari keramaian, rendah ketinggian dan memiliki suhu ±26 derajat celsius dan kelembapannya kurang lebih 60%-70%.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Kepoin Cara Beternak Kroto yang Menguntungkan, Berikut Ulasannya!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Patut Ditiru! A-Go-Gro, Sistem Pertanian Efektif dan Unik di Singapura

A-Go-Gro System

Distributor Jaring Paranet Harga Murah – Lim Corporation

Akhir-akhir ini kan harga tempe sama tahu naik tuh. Padahal kita semua suka banget sama kedua makanan ini. Katanya sih sebabnya harga kedelai yang semakin tinggi. Denger2 sih kedelai emang sedang langka dipasaran dan pemerintah rencananya akan meningkatkan impor kedelai.

Masa sih petani Indonesia ngga bisa mencukupi kebutuhan kedelai? Lebih jauh lagi, masa sih Indonesia ngga bisa mencukupi kebutuhan pangan sampai impor segala? Negara tercinta ini kan sangat luas buanget tuh. Terus katanya juga Indonesia negara Agraris atau negara yang sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencaharian sebagai petani, tapi kok masih impor pangan? Mungkin cara Singapura dalam bercocok tanam yang satu ini harus ditiru kali yak.

Kalian tahu Singapura kan? Singapura, negara dengan luas 710 km persegi dan jumlah penduduk 5 juta adalah salah satu negara yang paling padat penduduknya di dunia. Dengan sebagian besar tanah di negara itu dimanfaatkan untuk pembangunan perkotaan, sisanya hanya 250 hektar untuk lahan pertanian, yang tentunya tidak cukup untuk memberi makan penduduknya.

Akibatnya, lebih dari 90 persen konsumsi makanan Singapura dipenuhi pangan impor dari lebih dari 30 negara. Ketergantungan pada dunia luar membuat negara ini sangat rentan terhadap turbulensi pasokan makanan dan harga.

Tapi ternyata seorang pengusaha bernama Jack Ng menciptakan sebuah inovasi teknologi pertanian yang membuatnya dapat menghasilkan 1 ton sayuran segar setiap harinya. Jack Ng, Direktur Utama DJ Teknik, berhasil menemukan sebuah teknologi canggih dalam memenuhi kebutuhan pangan lokal dan telah berhasil mengembangkannya untuk diekspor ke berbagai negara. Sistem pertanian yang berbasis vertical garden ini dinamai dengan “A-Go-Gro”.

BACA JUGA:
Selain Buahnya, Khasiat Daun Jambu Biji Juga Sangat Menakjubkan
Tak Hanya Untuk Tanaman, Ternyata Paranet Juga Bisa Untuk Budidaya Lebah
Jangan Asal Pilih! Ini Campuran Media Tanam Jamur Tiram
Kepoin Jenis Tanaman Hias Untuk Peluang Bisnis Menjanjikan

Melalui perusahaan yang dia dirikan bernama Sky Green, Jack NG memasarkan produk sayur-mayurnya. Tekhnologi A-Go-Gro sendiri ia kembangkan melalui penelitian selama dua tahun dengan dibantu Agri-Food and Veterinary Authority (AVA).

Bentuk tekhnologi ini sangat unik. Seperti namanya, A-Go-Gro ini adalah sistem rendah karbon yang bergerak secara hidrolis. Air yang digunakan digerakkan vertikal sebagai media tumbuh sayuran tropis. Teknologi ini mampu memberikan hasil panen yang tinggi dengan menggunakan air, energi serta sumber daya alam yang lebih sedikit. Sistem “A-Go-Gro” mengembangkan tanaman sayuran di beberapa menara setinggi enam meter.

Masing-masing menara terdiri dari 22 hingga 26 tingkatan rak tanam yang diputar di sekitar bingkai aluminium. Untuk memastikan distribusi sinar matahari, aliran udara dan irigasi berjalan baik dan merata maka rak tanaman akan berputar secara periodik yang digerakkan generator listrik. Yang menarik, air yang digunakan akan didaur ulang dan disaring sebelum kembali ke tanaman. Semua sampah organik di pertanian ini menjadi kompos dan dapat digunakan kembali.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Dengan tekhnologi tersebut, debit air yang digunakan pun sangat sedikit. Bahkan tekhnologi ini dianggap ramah lingkungan karena energi dan sumberdaya alam yang digunakan sangat sedikit. Semua sampah organik menjadi kompos dan dapat digunakan kembali.

Seluruh sistem ini hanya membutuhkan lahan seluas 60 meter persegi! Sebanyak 120 menara sudah didirikan dan ke depannya, ia akan menargetkan hingga 2.000 menara. Sistem pertanian ini menghasilkan hasil yang jauh lebih tinggi daripada metode tradisional pertumbuhan tanaman yang aman, tinggi memenuhi syarat, segar dan lezat.

Banner Paranet

Varietas besar sayuran tropis yang telah dikembangkan diantaranya; petsai, bayam, selada, xia bai cai, bayam, kang kong, cai xin, gai lan, nai bai, dan lainnya. Saat ini telah dibangun sebanyak 120 menara di kawasan Kranji, 14 kilometer dari pusat bisnis Singapura. Direncanakan akan dibangun sekitar 300 menara dengan target produksi dua ton sayuran per hari. Direktur utama DJ Teknik ini juga berniat untuk menjual teknologi ini ke negara-negara lain dengan harga sekitar $10.000 untuk setiap menara.

Demikian pembahasan artikel tentang “Patut Ditiru! A-Go-Gro, Sistem Pertanian Efektif dan Unik di Singapura”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Selain Buahnya, Khasiat Daun Jambu Biji Juga Sangat Menakjubkan

Daun Jambu Biji
Khasiat Daun Jambu Biji

Distributor Paranet/Shading Net High Quality – Lim Corporation

Apabila kita mempunyai pohon jambu biji, pastinya kita akan menanti kapan buah yang sangat nikmat untuk dimakan ini bisa berbuah. Tak hanya rasanya yang nikmat, buah ini juga kaya akan nutrisi yang sangat menyehatkan bagi tubuh. Akan tetapi, tahukah anda bila selain buahnya, ternyata daun dari jambu biji juga akan sangat baik bagi pengobatan beberapa jenis penyakit.

Sejak dulu, daun jambu biji dipercaya dapat mengatasi diare. Khasiat tersebut bisa diperoleh dengan cara daun jambu biji bisa diseduh menjadi teh. Tak hanya itu, manfaat daun biji bahkan bisa membantu mencegah penyakit kanker. Khasiat daun jambu biji bagi kesehatan ini sangat melimpah sebab di daun jambu biji ada banyak kandungan yang bisa menyembuhkan penyakit seperti anti bakteri, anti oksidan, sampai anti peradangan.

1. Mengatasi Diare

Yang pertama yaitu bermanfaat untuk mengatasi diare. Manfaat daunnya sudah dikenal secara luas sebagai obat alamiah yang akan sangat manjur mengatasi diare. Tak perlu harus mengunyah daun jambu biji yang tentu tidak akan nikmat dimakan, kita bisa mendapatkan ekstrak jambu biji di apotek-apotek terdekat untuk diminum saat kita mengalami diare, khususnya diare akut.

2. Mencegah Diabetes

Beberapa jenis penyakit berbahaya ternyata juga bisa dicegah dengan mengonsumsi daun jambu biji. Ahli kesehatan mengatakan bila ekstrak daun jambu biji mampu mencegah munculnya penyakit diabetes. Sebab daun jambu biji ternyata kaya akan serat jadi penyerapan gula dalam darah juga akan cenderung bisa menjadi lebih lambat dan tak akan menimbulkan diabetes.

3. Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat

Menumpuknya kadar kolesterol dalam tubuh tentu bisa membawa berbagai penyakit yang tidak diinginkan. Karena, dengan teratur saat mengkonsumsi daun jambu biji, kadar kolesterol jahat dan trigliserida dalam pembuluh darah yang berlebihan bisa menurun secara siginfikan, jadi secara tidak langsung hal tersebut bisa mencegah penyakit penyumbatan darah, serangan jantung, atau stroke.

BACA JUGA:
Tak Hanya Untuk Tanaman, Ternyata Paranet Juga Bisa Untuk Budidaya Lebah
Jangan Asal Pilih! Ini Campuran Media Tanam Jamur Tiram
Kepoin Jenis Tanaman Hias Untuk Peluang Bisnis Menjanjikan
Yuk Kepoin Fakta Menarik Tentang Bunga Melati

4. Zat Anti Kanker dan Tumor

Khasiat dari ekstrak daun jambu biji yang selanjutnya yaitu sebagai zat anti kanker dan anti tumor. Daun jambu biji ternyata memiliki zat anti kanker dan anti tumor layaknya likopen atau quercetin yang melengkapi vitamin C untuk melawan berbagai antioksidan dan radikal bebas. Adapun beberapa jenis penyakit kanker seperti kanker lambung, kanker prostat, kanker payudara, atau kanker mulut mampu dicegah dengan rutin mengkonsumsi ekstrak daun jambu biji.

5. Menyembuhkan Sakit Gigi dan Gusi

Penyakit gigi dan gusi tentunya dapat mengganggu kelancaran aktivitas sehari-hari. Akan tetapi, ada kalanya penyakit gigi dan gusi muncul secara tiba-tiba sampai tak bisa dihindari. Apabila Anda sedang mengalami sakit gigi dan gusi, sebaiknya Anda memanfaatkan daun jambu biji untuk menyembuhkannya. Ekstrak daun jambu biji memiliki zat anti inflamasi sehingga bisa meredakan sakit gigi dan gusi yang sedang Anda alami.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

6. Mengobati Alergi

Anda sering merasa terganggu dengan penyakit alergi? Jika Anda sering mengalami alergi yang merugikan, tentu Anda harus segera mencari obatnya. Khasiat daun jambu biji berikutnya yang bisa Anda ambil yaitu mampu mengobati alergi. Sebab daun ini mempunyai zat yang sangat bermanfaat untuk mengobati alergi, yaitu histamin. Oleh sebab itu, bila Anda mengalami alergi, Anda bisa mengonsumsi ekstrak daun jambu biji untuk menyembuhkannya.

7. Mengobati Penyakit Bronkitis

Penyakit bronkitis adalah penyakit pernapasan yang membutuhkan penanganan tepat. Karena daun jambu biji yaitu obat alami untuk penyakit bronkitis. Manfaat daun jambu biji bagi kesehatan terkait dengan penyembuhan penyakit bronkitis adalah dapat mengencerkan lendir dalam saluran pernapasan, membuka paru-paru, dan melegakan napas.

8. Mencegah Pendarahan pada Demam Berdarah

Perdarahan yang terjadi pada demam berdarah bisa berujung fatal jika tidak lekas ditangani. Untuk mencegah perdarahan pada pasien demam berdarah, trombosit dalam darah perlu dinaikkan agar perdarahan tidak terjadi. Khasiat bagi kesehatan untuk penyakit demam berdarah yaitu daun jambu biji ini mampu menaikkan jumlah trombosit secara signifikan.

9. Turunkan Berat Badan

Bagi Anda yang sedang melakukan program diet untuk menurunkan berat badan, coba Anda konsumsi ekstrak daun jambu biji untuk membantu menurunkan berat badan Anda. Terkait dengan penurunan berat badan dan berhubungan dengan khasiatnya yaitu untuk mencegah dipecahnya pati kompleks menjadi gula. Proses ini dapat berkontribusi untuk mengurangi kenaikan berat badan dan mencegah obesitas.

Demikian pembahasan artikel tentang “Selain Buahnya, Khasiat Daun Jambu Biji Juga Sangat Menakjubkan”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Jangan Asal Pilih! Ini Campuran Media Tanam Jamur Tiram

Media Tanam Jamur Tiram
Jangan Asal Pilih! Ini Campuran Media Tanam Jamur Tiram

Campuran media tanam jamur tiram bisa Anda pilih bila ingin membudidayakan jamur yang banyak dicari ini. Tiga bahan yang dimaksud yaitu serbuk gergaji, bekatul, dan kapur. Penggunaan ketiganya bisa membantu pertumbuhan jamur tiram menjadi lebih optimal.

Serbuk Gergaji

Serbuk gergaji adalah media tanam utama yang dipakai untuk budidaya jamur tiram. Di alam, jamur tiram ditemukan tumbuh pada kayu. Media tanam berupa serbuk gergaji sangat cocok untuk budidaya jamur tiram.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Anda harus memilih jenis kayu yang dipakai untuk membuat serbuk gergaji ini. Ada beberapa jenis kayu yang kurang cocok untuk budidaya jamur tiram. Misalnya saja, kayu jati, kayu pinus, dan kayu jenis lain yang terlalu banyak mengandung zat pengawet alami.

Kayu jenis ini harus dihindari karena bisa menghambat pertumbuhan jamur. Jamur, termasuk jamur tiram, gampang tumbuh pada kayu lunak. Jenis kayu yang baik dipakai sebagai media tanam yaitu kayu albasia dan kayu karet. Kayu keras yang lebih baik dihindari yaitu kayu meranti dan kayu johar.

Jenis kayu yang serbuk gergajinya bisa dipakai sebagai media tanam jamur tiram yaitu kayu rasamala, saninten, mundu, anyang rejasa, bungur, pasang, getah manis, chesnut, karet, sengon, randu, dan jenitri. Penting untuk memilih jenis kayu ini mengingat serbuk gergaji menjadi media tumbuh utama dari jamur tiram.

Baca Juga:
Kepoin Jenis Tanaman Hias Untuk Peluang Bisnis Menjanjikan
Yuk Kepoin Fakta Menarik Tentang Bunga Melati
Budidaya Tanaman Cabai Merah Dengan Inovasi Cut Back, Mau Tau Caranya?

Bekatul

Media tanam yang dipakai sebagai campuran untuk serbuk gergaji yaitu bekatul. Bekatul dikenal juga sebagai dedak padi, yaitu hasil sisa penggilingan padi dengan alat penggiling. Penggilingan memakai rice polisher atau alat tumbuk tradisional sama-sama bisa menghasilkan bekatul.

Hasil tumbukan padi tersebut kemudian dipisahkan dari sekamnya. Bagian dedak diambil dan berfungsi sebagai sumber karbohidrat dan mineral bagi jamur tiram.

Kapur

Bahan campuran media tanam yang tak kalah pentingnya yaitu kapur. Zat ini dipakai untuk mengatur pH atau keasaman media tanam. Selain itu, kapur juga berfungsi sebagai sumber kalsium bagi jamur tiram.

Banner-paranet-plastik

Kapur yang dipakai umumnya berupa CaCO3 atau kapur bangunan. Selain itu, Anda juga bisa memakai kapur gamping yang biasa dipakai untuk mengecat rumah. Namun, pemakaian kapur gamping harus didahului dengan perendaman dalam air supaya pecah, hancur, dan tak panas.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian dan Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Yuk Kepoin Fakta Menarik Tentang Bunga Melati

Fakta Bunga Melati
Yuk Kepoin Fakta Menarik Tentang Bunga Melati

Bunga melati merupakan salah satu tanaman yang termasuk ke dalam perdu atau kelompok pohon yang memiliki tinggi di bawah 6m. Melati memiliki bentuk batang yang tegak dan bisa tumbuh menahun dengan cara merambat.

Tanaman yang asalnya dari daerah yang beriklim tropis dan hangat dari Australasia, Eurasia dan Oseania. Melati sudah dibubidayakan secara luas sejak zaman dulu, sampai menjadi bunga yang memiliki aroma khas dari daerah tersebut.

Di negara kita, bunga ini dijuluki sebagai Puspa Bangsa atau menjadi simbol nasional. Jenis melatinya yaitu melati putih atau nama latinnya Jasminum sambac. Sebab dipercaya bahwa bunga ini menjadi simbol kemurnian dan kesucian.

Dan bahkan dihubungkan dengan berbagai macam tradisi dari banyak suku yang ada di Indonesia. Dalam upara pernikahan yang mengusung tradisi contohnya, bunga ini seakan wajib hadir. Tak hanya satu suku saja, namun di banyak suku. Terutama di suku Jawa dan suku Sunda. Tak bisa dipungkiri, nama bunga melati sangat populer sekali di Indonesia.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Di balik kepopuleran dan banyak fungsinya, apa Anda tahu fakta bunga melati yang lainnya? Apabila ingin tahu lebih banyak mengenai bunga melati, simak ulasan berikut ini.

Masih Satu Famili Dengan Zaitun

Bunga melati termasuk famili Oleaceae yang masih satu famili dengan zaitun. Akan tetapi, berbeda dengan keluarga Oleaceae lain, melati umumnya mempunyai 4-9 kelopak. Bukan hanya itu, melati juga tergolong tumbuhan semak yang tingginya bisa mencapai 4,5 meter. Melati yang merambat bisa mencapai 9m.

Melati mampu hidup di daerah yang mempunyai tingkat kesuburan sedang dengan drainase baik. Tanaman ini bisa bertahan hidup selama 15-20 tahun di alam liar. Tetapi, melati sudah banyak dibudidayakan dan dijadikan tanaman hias. Dengan demikian, bila dirawat dengan tepat, melati akan lebih produktif dan usianya lebih panjang.

Baca Juga:
Budidaya Tanaman Cabai Merah Dengan Inovasi Cut Back, Mau Tau Caranya?
Dibalik Cita Rasa Yang Nikmat, Ternyata Ini Rahasia Para Petani Kopi!
Ingin Sukses Saat Budidaya Cengkeh, Yuk Intip Cara Pembibitannya!

Terdiri Atas Ratusan Spesies

Hingga sekarang sudah diketahui sekitar 200 spesies bunga melati. Beberapa besar bagian spesiesnya berwarna putih dan kuning, namun juga ada yang berwarna merah muda. Adapun sebagian spesies yang terkenal, yaitu Jasminum officinale dan Jasminum grandiflorum. Jenis melati lainnya yaitu Carolina Jasmine yang beracun. Akan tetapi, akarnya bila sudah kering bisa dimanfaatkan untuk obat penenang.

Dapat Berbuah

Sebagian jenis melati bisa berbuah dengan bentuk bulat dan berwarna hitam bila sudah matang, akan berwarna hijau jika masih mentah. Bunga melati tak bisa melakukan penyerbukan sendiri, meski mempunyai putik dan benang sari. Karena, keduanya berkembang pada saat yang berbeda jadi dibutuhkan bantuan lebah atau kupu-kupu untuk melaksanakan penyerbukan.

Keharuman yang Menjadikannya “Ratu Malam”

Di daerah tropis, bunga melati bisa mekar sepanjang waktu. Tetapi, di daerah subtropis umumnya akan mekar dan berbau harum selama musim panas dan musim semi. Dan uniknya, bau melati akan lebih kuat ketika malam hari. Hal tersebut diakibatkan oleh turunnya temperatur udara jadi memicu pemekaran dan pelepasan aromanya yang harum. Bahkan, di India dijuluki sebagai “Ratu Malam”.

Sebagai Bahan Dasar Aneka Produk

Bunga ini mempunyai beberapa manfaat untuk tubuh, salah satunya kandungan anti-inflamasi dan anti-oksidan yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Anda bisa merasakannya sesudah mengonsumsi teh yang dicampur dengan melati. Manfaat lainnya, yaitu aroma dari minyak atsiri yang bisa mengurangi stres serta masih banyak lagi. Tak hanya manfaat di atas, melati juga dipakai dalam produk kecantikan seperti perawatan kulit dan wajah.

Bermakna di Berbagai Negara

Ternyata melati tak hanya menjadi bunga nasional Indonesia. Negara Pakistan juga menjadikan Jasminum officinale sebagai bunga nasional. Sementara, masyarakat Thailand menjadikan melati sebagai simbol untuk cinta dan kehormatan. Berbeda lagi dengan Tiongkok yang mengartikan melati sebagai kebahagiaan, kasih sayang, dan keagungan.

Negara Indonesia sendiri menjadikan Jasminum sambac ini sebagai bunga nasional. Suku Jawa, Sunda sampai Bugis juga menjadikan melati sebagai aksesoris mempelai ketika pernikahan atau upacara adat. Karena, bunga melati dimaknai sebagai ketulusan hati setiap perkataan dan perbuatan. Bisa saja setiap suku berbeda-beda dalam memaknai melati.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian dan Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Budidaya Tanaman Cabai Merah Dengan Inovasi Cut Back, Mau Tau Caranya?

Budidaya Cabai Merah
Budidaya Tanaman Cabai Merah Dengan Inovasi Cut Back, Mau Tau Caranya?

Jual Jaring Paranet Untuk Budidaya Tanaman – Lim Corporation

Umumnya umur tanaman cabe besar hanya bertahan sekitar 8 – 12 bulan dan sesudah itu mulai mengering dan mati. Serta produktivitasnya, semakin tua umur batang cabe, akan semakin berkurang produktivitas dan kualitas buahnya. Jika kondisinya sudah demikian, umumnya petani kemudian mencabut batang-batang cabe yang sudah tak produktif tersebut setelah itu menggantinya dengan tanaman baru untuk kelanjutan usaha tani atau budidaya mereka.

Tetapi jangan buru-buru untuk memusnahkan batang-batang cabe yang sudah tak produktif itu, sebab ternyata batang-batang cabe yang sudah tua itu masih bisa dimudakan dan diberdayakan kembali tanpa harus menanam bibit baru. Sebuah inovasi sudah berhasil dicoba oleh para penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Linge. Dalam lahan percontohan BPP seluas hampir 2 hektar ini memang sudah lama dikelola dan dimanfaatkan untuk lahan budidaya cabe. Dari hasil budidaya cabe tersebut, Kepala BPP Linge, sudah bisa membantu meningkatkan kesejahteraan para penyuluh pertanian yang dipimpinnya, apalagi dalam setahun terakhir, harga cabe cukup tinggi.

Dengan pola budidaya organik, Safrin dan kawan-kawan nyaris mampu menanam cabe sepanjang tahun, sebab pemakaian material organik dalam budidaya cabe ternyata lebih resistan pada perubahan cuaca ataupun serangan hama dan penyakit tanaman. Di awal tahun 2016 yang lalu, para penyuluh ini kembali menanam cabe untuk yang kesekian kalinya, dan seperti sebelumnya, hasil yang mereka peroleh juga sangat memuaskan, walaupun curah hujan selama tahun 2016 tergolong minim.

Hasil panen yang cukup bagus ditambah harga cabe yang terus melambung di pasaran, menjadi berkah tersendiri bagi Safrin dan kawan-kawan. Pedasnya harga cabe, justru terasa manis bagi para penyuluh tersebut, mereka mampu menikmati hasil panen cabe untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Wajar jika akhirnya para penyuluh ini betah bertahan di BPP ini, sebab kesejahteraan mereka sangat diperhatikan oleh pimpinan mereka.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Menjelang akhir tahun 2016, produktivitas tanaman cabe mereka mulai menurun sesudah lebih 15 kali dipanen, mereka juga sudah berencana untuk mengganti tanaman tua itu dengan tanaman baru. Namun kemudian Safrin punya ide untuk mencoba sistem baru dalam budidaya cabe mereka tanpa harus menanam kembali bibit cabe baru. Ide itu muncul ketika dia mengamati tanaman cabenya, walau daun dan rantingnya sudah mulai mengering, tetapi Safrin melihat, batang cabe itu masih terlihat hijau dan perakarannya juga masih kuat. Kemudian dia menerapkan sistem Cut Back, yaitu memotong sebagian besar tanaman dan hanya menyisakan batang setinggi 10cm – 15cm dari permukaan tanah. Bekas potongan batang yang tersisa itu kemudian ditutup dengan plastik, dan dia kembali memberikan pupuk dasar berupa pupuk organik cair olahan mereka sendiri di lahan tersebut.

Tanpa disadari, inovasi baru dari sang Kepala BPP ini menunjukkan hasil yang sangat bagus, sehingga para penyuluh yang ikut mengelola lahan cabe selama ini semakin antusias dengan ide sang pimpinan. Dirangsang oleh pupuk dasar yang kembali diberikan pada lahan cabe itu, batang cabe yang bekas dipotong itu mulai mengeluarkan tunas-tunas baru yang pertumbuhannya sangat cepat. Safirin dan kawan-kawan kemudian memilih 2 atau 3 tunas baru yang pertumbuhannya paling bagus untuk dipertahankan sebagai batang baru, sementara yang lainnya dibuang. Sesudah tunas itu berubah menjadi batang baru dan mulai mengeluarkan cabang, kemudian mereka mulai memberikan pupuk susulan sebagaimana memberi pupuk pada tanaman baru.

Baca Juga:
Teknik Simpel Pembibitan Mawar, Salah Satu Tanaman Hias Terpopuler
Iniloh! Penghambat Pertumbuhan Saat Budidaya Jamur Tiram dan Cara Mengatasinya
Anda Wajib Tau! 10 Unsur Penerapan Teknologi Saat Budidaya Padi
Rahasia Meningkatkan Hasil Panen Dengan Teknik Rotasi Tanaman, Mau Coba?

Para penyuluh itu awalnya tidak terlalu yakin dengan inovasi dari Safrin, namun sesudah melihat perkembangan tanaman cabe dari hasil penerapan sistem cut back tersebut bisa berkembang sangat baik, itulah yang membuat mereka semakin yakin bahwa inovasi tersebut layak diterapkan untuk pola baru dalam budidaya cabe. Bahkan dengan sistem cut back yang diterapkan Safrin dan kawan-kawan itu, banyak keuntungan yang mereka peroleh, khususnya dalam menghemat biaya produksi yang pada akhirnya akan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi mereka. Dengan sistim cut back ini, mereka tak perlu lagi mengolah lahan, menyediakan dan menyemai bibit serta melaksanakan penanaman kembali, mereka cukup memberikan pupuk secukupnya dan melaksanakan perawatan tanaman. Dari sisi ini, wajar jika kemudian mereka menyebut sistim baru budidaya cabe mereka itu dengan sebutan paket hemat, karena dengan sistem cut back ini, mampu menekan biaya produksi sampai 70%.

Semangat Safrin dan kawan-kawan semakin tinggi, sebab hanya dalam waktu sekitar 2 bulan, tanaman cabe dengan sistem cut back yang diuji coba ini sudah mulai berbuah. Buah cabe dengan bentuk dan kualitas yang masih sama persis dengan tanaman awalnya, menunjukkan bahwa sistem ini juga bisa mempertahankan sifat genetik tanaman. Dan menjelang akhir bulan Januari 2017, disaat harga cabe masih relatif tinggi, para penyuluh itu sudah bisa menikmati hasil panen dari ujicoba yang baru pertama kali mereka laksanakan itu.

Pemanenan perdana itu memang belum banyak, hanya sekitar 200kg cabe merah, namun melihat masih banyaknya cabe hijau yang bergelantungan pada cabang tanaman serta bunga cabe yang terus bermunculan, mereka optimis, produktivitas tanaman cabe hasil cut back ini, tak kalah dengan hasil dari penanaman dari bibit baru, bahkan dengan pemupukan dan perawatan intensif, bisa jadi produktivitasnya bisa lebih tinggi.

Teknik unik yang diuji coba Safrin dan kawan-kawan itu, akhirnya menarik perhatian para petani di sekitar lokasi BPP Linge. Setiap hari selalu saja ada petani atau rombongan kelompok tani yang ingin melihat sekaligus belajar langsung sistem baru budidaya cabe ini. Dan dengan senang hati, Safrin dan kawan-kawan akan membagikan ilmu baru mereka itu pada para petani yang datang ketempat mereka, sebab itu memang sudah menjadi tugas dan kewajiban yang melakat pada diri mereka selaku penyuluh pertanian.

Apa yang sudah dilaksanakan Safrin, tentunya merupakan suatu inovasi dan terobosan baru yang sangat menguntungkan bila diterapkan oleh para petani. Dengan menekan biaya produksi, tentu usaha tani cabe semacam ini akan mampu memberikan penghasilan yang lebih tinggi bagi para petani. Saat ini bukan hanya, mempersilahkan para petani untuk melihat dan belajar langsung tentang sistem cut back ini, para penyuluh itu juga mulai mensosialisasikan temuan mereka itu pada para petani binaan mereka. Bukan hanya fokus pada kegiatan Upsus Pajale (Padi, Jagung dan Kedele), salah satu komoditi yang menjadi prioritas dalam pembinaan dan penyuluhan yang dilaksanakan oleh para penyuluh pertanian di kecamatan Linge ini merupakan komoditi cabe. Bukan tanpa alasan, jika mereka fokus pada komoditi ini, sebab selama ini harga cabe di daerah ini relative stabil dan cukup tinggi, ini bisa jadi potensi untuk meningkatkan kesejahteraan petani disana.

Demikian penjelasan mengenai artikel berjudul “Budidaya Tanaman Cabai Merah Dengan Inovasi Cut Back, Mau Tau Caranya?”. Semoga penjelasan artikel tersebut bisa bermanfaat bagi Anda.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Paranet dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Dibalik Cita Rasa Yang Nikmat, Ternyata Ini Rahasia Para Petani Kopi!

Budidaya Kopi Dengan Paranet
Dibalik Cita Rasa Yang Nikmat, Ternyata Ini Rahasia Para Petani Kopi!

Jual Paranet Untuk Peneduh Budidaya Tanaman – Lim Corporation

Tumbuhan kopi termasuk dalam genus Coffea yang termasuk dalam keluarga Rubiaceae. Genus Coffea mempunyai lebih dari 100 anggota spesies. Dari jumlah tersebut hanya ada tiga spesies yang dapat dibudidayakan untuk tujuan komersial yaitu Coffea arabica, Coffea canephora, dan Coffea liberica. Tanaman kopi adalah sejenis tanaman tahunan yang umurnya produktif sampai sekitar 20 tahun. Untuk membudidayakan kopi langkah pertama yang anda lakukan adalah anda harus memilih jenis tanaman kopi yang berkualitas. Faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan budidaya tanaman kopi yaitu pemilihan jenis – jenis tanaman, cara budidaya, penanganan pasca panen, dan pemasaran produk kopi. Tahapan membudidayakan tanaman kopi dengan naungan paranet:

1. Pemilihan Jenis dan Varietas
Tanaman kopi ini mempunyai banyak jenisnya namun yang sering dibudidayakan hanya 4 jenis saja yaitu arabika, robusta, liberika, dan excelsa. Setiap jenis mempunyai sifat – sifat yang berbeda – beda. Pilihlah jenis tanaman kopi yang sesuai dengan lokasi lahan atau tempat anda. Untuk lokasi lahan pertanian yang ada pada ketinggian lebih dari 800 mdpl cocok untuk ditanami kopi yang berjenis arabika. Sedangkan untuk lahan pertanian yang ada pada ketinggian 400 sampai 800 mdpl dapat ditanami tanaman kopi berjenis robusta.

2. Penyiapan Bibit
Proses selanjutnya yaitu mencari bibit unggul, menyiapkan lahan dan peneduh. Informasi mengenai bibit unggul untuk budidaya kopi dapat ditanyakan pada toko bibit yang terpercaya. Sementara itu, untuk peneduh harus sudah disiapkan setidaknya 2 tahun sebelum anda membudidayakan kopi. Bibit pohon kopi dapat diperoleh dari perbanyakan yaitu dengan teknik generatif dan vegetatif. Teknik perbanyakan generatif dari biji umumnya digunakan untuk budidaya kopi arabika, sedangkan untuk kopi robusta lebih sering menggunakan teknik perbanyakan vegetatif dengan stek. Untuk setiap teknik perbanyakan bibit memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri.

3. Penyiapan Lahan
Melakukan budidaya kopi dididataran tinggi atau pun didataran rendah, tergantung pada jenisnya. Umumnya kopi suka dengan tanah gembur dan kaya akan bahan organik. Berikan juga tambahan pupuk organik dan penyubur tanah di sekitar area tanaman kopi untuk menambah kesuburan tanaman kopi anda. Hal yang harus disiapkan sebelum anda membudidaya kopi adalah menanam pohon peneduh atau jaring paranet. Fungsi dari pohon peneduh atau jaring paranet yaitu untuk mengatur intensitas sinar matahari yang masuk. Karena, tanaman kopi ini merupakan tanaman yang tidak terlalu suka dengan intensitas cahaya matahari secara penuh. Anda bisa memilih pohon pelindung yang tidak membutuhkan banyak perawatan dan daunnya dapat menjadi sumber pupuk hijau. Bila tidak ingin susa anda dapat menggunakan jaring paranet untuk peneduhnya. Karena jaring paranet ini memiliki kerapatan jaring yang cocok untuk proses membudidayakan kopi.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

4. Penanaman Bibit
Langka selanjutnya yaitu buatlah lubang tanam dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm, pembuatan lubang ini dilakukan 3 – 6 bulan sebelum masa penanaman. Sebaiknya ketika anda menggali lubang tanam pisahkan dulu tanah galian bagian atas dengan tanah galian bagian bawah. Lalu biarkan lubang tanam tersebut terbuka. setelah 2 bulan sebelum penanaman campurkan dulu 200 gr belerang dan 200 gr kapur dengan tanah galian bagian bawah. Setelah itu masukkan kedalam lubang tanam. Jangan lupa mencampurkan 20 kg pupuk kompos dengan tanah galian atas sekitar 1 bulan sebelum bibit anda tanam, kemudian langka selanjutnya masukkan ke lubang tanam.

Baca Juga:
Mari! Atasi Krisis Pangan Dengan Budidaya Sayuran Sendiri Sistem Vertiminaponik
Yuk!! Kenalan Dengan Inovasi Bioteknologi Dalam Sistem Pertanian
Wow! Budidaya Tanaman Sayur Yang Lagi Viral Dengan Polybag, Mau Tau?

Sekarang bibit kopi sudah siap untuk ditanam dalam lubang tanam. Sebelumnya pangkas daun yang ada pada bibit hingga hanya tersisa sepertiga bagian untuk mengurangi penguapan. Lalu keluarkan bibit kopi dari polybag setelah itu gali sedikit lubang tanam yang sudah anda siapkan. Kedalaman galian disesuaikan dengan panjang akar tanaman kopi. Untuk bibit yang memiliki akar tunjang usahakan agar akar tanaman tegak lurus. Tutup lubang tanam agar tanaman dapat berdiri kokoh, bila membutuhkan berikan ajir untuk menopang tanaman agar tanaman kopi tidak roboh.

5. Peyulaman Tanaman
Sesudah bibit ditanam di area kebun anda, periksa pertumbuhan bibit tersebut setidaknya 1 minggu 2 kali. Bila umur bibit sudah sekitar 1 – 6 bulan lakukankan pemeriksaan sekitar 1 bulan 1 kali. Ketika melakukan proses pemeriksaan, apabila ada pohon kopi yang mati segera lakukakan penyulaman. Proses penyulaman bisa dikerjakan dengan bibit yang sama. Berikan perawatan yang lebih instensif agar tanaman hasil penyulaman dapat menyamai pertumbuhan pohon yang lainnya.

6. Pemupukan Tanaman
Langka selanjutnya yaitu proes pemberian pupuk, untuk budidaya tanaman kopi dapat menggunakan pupuk organik atau pun pupuk buatan. Pemberian pupuk untuk setiap tanaman yaitu sekitar 20kg dan diberikan sekitar 1-2 tahun 1 kali.

7. Hama dan Penyakit Tanaman
Untuk bagian lahan budidaya kopi yang telah terserang hama dan penyakit akan menurunkan produktivitas tanaman kopi anda, kualitas mutu kopi dan bahkan bisa mengakibatkan kematian tanaman. Untuk menangani ini anda bisa menggunakan pestisida alami dengan cara semprotkan pada tanaman kopi.

8. Pasca Panen Tanaman
Untuk tanaman kopi yang pembudidayaannya intensif tanaman sudah dapat berbuah pada umur sekitar 2 , 5 – 3 tahun untuk yang jenis robusta dan 3 – 4 tahun untuk yang berjenis arabika. Hasil dari proses pemanenan yang pertama umumnya tidak terlalu banyak, produktivitas hasil dari tanaman kopi akan mencapai puncaknya setelah kopi berumur 7 – 9 tahun. Pemanenan kopi dilakukan secara bertahap, panen raya dapat terjadi dalam 4 – 5 bulan dengan interval dan waktu pemetikan setiap 10 – 14 hari. Pemanenan dan pengolahan pasca panen tanaman kopi akan menentukan mutu produk akhir tanaman kopi.

* Info lengkap mengenai harga Paranet silakan klik http://bit.ly/hargaparanet

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Paranet atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk peneduh tanaman atau untuk pelindung tanaman dari hama atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Ingin Sukses Saat Budidaya Cengkeh, Yuk Intip Cara Pembibitannya!

Pembeibitan Tanaman Cengkeh
Ingin Sukses Saat Budidaya Cengkeh, Yuk Intip Cara Pembibitannya!

Distributor Paranet Import Untuk Pembibitan – Lim Corporation

Untuk bibit yang ditanam akan menjadi penentu berhasil atau gagalnya suatu tanaman. Untuk bibit yang baik akan menghasilkan tanaman yang baik asalkan syarat pemeliharaannya baik juga. Pembibitan tanaman cengkeh yaitu salah satu aspek dari teknis budidaya tanaman cengkeh yang akan menentukan keberhasilan pertanaman cengkeh. Begitu juga sebaliknya meskipun bibitnya baik, namun syarat lain kurang dipenuhi tanaman akan merana. Oleh karena itu, ketika melaksanakan persemaian terdapat faktor yang harus diperhatikan diantaranya yaitu:

Pemilihan Tanah atau Tempat Tanam
Adapun beberapa faktor yang harus dipenuhi dalam pemilihan tanah atau lahan untuk menanamnya:

a. Kondisi tanahnya harus subur
b. Gampang untuk pengairannya terutama di musim kemarau. Sebisa mungkin mencari tanah yang tak miring letaknya, supaya mempermudah saat pembuangan air. Lebih baik lagi memilih tanah yang miring ke timur, supaya bisa menerima sinar matahari pagi.
c. Terlindung dari angin kencang, maksudnya yaitu ada tanaman pelindungnya atau bisa juga diberi naungan paranet. Tak hanya untuk melindungi dari angin kencang, tetapi juga berfungsi untuk mematahkan jatuhnya air hujan dan menahan sinar matahari yang berlebihan.
d. Lahan tanam yang strategis, supaya gampang saat pengangkutannya, dekat dengan tempat penyulaman, dekat dengan sumber air supaya mempermudah penyiraman dan dekat dengan perumahan agar gampang saat proses pemeriksaan dan pengawasan yang harus dikerjakan sekitar 2 hari sekali.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Memilih Biji Yang Akan Disemai
Langkah pertama yang harus dilaksanakan sebelum memilih biji yaitu memilih pohon induk. Untuk pohon induk yang dipilih harus memenuhi syarat sebagai berikut:

a. Sudah cukup umur, yang baik sesudah mencapai umur lebih dari 14 tahun.
b. Yang produksinya tinggi, baik kualitas ataupun kuantitasnya, artinya berbunga lebat dan baik mutunya.
c. Kondisi pohon sehat, subur dan menghijau, tahan pada hama dan penyakit, terutama penyakit layu bujang.

Sesudah memilih pohon induk yang memenuhi syarat, kemudian memilih bijinya. Pemilihan biji yang baik yaitu:

a. Berwarna kuning muda dan tak mempunyai bercak kehitaman. Pemakaian biji yang mempunyai bercak kehitaman atau berwarna hitam meskipun bisa tumbuh, tetapi takk akan menjadi bibit yang baik.
b. Besarnya sedang, tak terlalu besar dan tak terlalu kecil.
c. Yang bernas atau berisi, untuk mengetahui biji yang berisi sebaiknya direndam di dalam air, untuk biji yang mengapung dibuang dan sedangkan yang tenggelam diambil. Namun meski biji mengendap, jika cacat atau mempunyai bercak kehitaman lebih baik jangan dipakai.
d. Jangan sampai kering karena akan menyebabkan daya tumbuh yang kurang baik.

Semua biji yang sudah terpilih sebaiknya segera dikuliti dan disemaikan supaya tak rusak dan tumbuhnya merata.

Baca Juga:
Dengan Polybag Hasil Panen Budidaya Melon Melimpah, Mau Tau Caranya?
Yuk!! Kenalan Dengan Inovasi Bioteknologi Dalam Sistem Pertanian
Mari! Atasi Krisis Pangan Dengan Budidaya Sayuran Sendiri Sistem Vertiminaponik

Persemaian
Terdapat 2 macam cara untuk penyemaian, yaitu:

1. Penyemaian Pendahuluan (Perkecambahan)
Sebelum menyemai, biji yang terpilih harus dikecambahkan terlebih dulu supaya bibit bisa diseleksi lagi dan tumbuhnya bisa merata. Tempat perkecambahan umumnya memakai bak dari pasangan batu merah atau memakai peti atau bisa juga memakai bedengan. Tempat perkecambahan harus diletakkan ditempat yang teduh untuk menjaga kelembapan dan menahan percikan air hujan. Hal yang harus diperhatikan ketika menyemai yaitu:

a) Untuk biji yang akan disemaikan dikupas kulitnya dengan hati-hati jangan sampai rusak. Biji yang tak dikupas mengakibatkan presentase tumbuh kurang dan lambat jadi pertumbuhan bibit tak merata.
b) Letakkan biji jangan sampai terbalik, jika terbalik tumbuhnya akan membelok.
c) Tempatkan di tempat yang teduh untuk menjaga kelembapan dan selalu laksanakan penyiraman 2-3 kali sehari.
d) Penyiraman tak boleh dikerjakan secara langsung karena bisa merubuah posisi biji. Jadi untuk mengerjakan penyiraman, bibit yang sudah selesai ditanam kemudian ditutup dengan karung jadi penyiraman tak terjadi secara langsung. Karung akan lebih lama menahan air.
e) Jika biji-biji sudah tumbuh dan akar mulai memanjang, semua karung dibuka dan bisa dipindahkan ke persemaian selanjutnya.

2. Persemaian Tetap (Persemaian Selanjutnya)
Untuk semua biji yang sudah tumbuh harus sesegera mungkin dipindahkan ke persemaian selanjutnya. Adapun dua cara untuk pemindahannya, yaitu:

a) Langsung Dipindahkan ke Bedengan
Tanah yang dipakai sebagai tempat persemaian, dicangkul sedalam sekitar 30cm. Kemudian buatkan bedengan dengan bentuk trapesium dengan ukuran panjang 10m, lebar 1,2m, dan jarak antar bedengan yaitu 30m. Bibit cengkeh hanya bisa dipindahkan dengan bentuk putaran, yaitu bibit-bibit dipindahkan dengan tanah disekitarnya. Cara pemutaran sesuai dengan umur bibit:
(i) Untuk bibit yang berumur 1 tahun, putaran dibuat dengan kedalaman sekitar 20cm dan diameternya sekitar 15cm.
(ii) Sedangkan bibit yang berumur 2 tahun, putaran dibuat dengan kedalaman berkisar 30cm dengan diameter kurang lebih 20cm.

b) Pemindahan Tidak Langsung
Cara pemindahan tak langsung ini bisa memakai keranjang, plupuh atau bisa juga memakai kantong plastik untuk memindahkannya.

* Ingin info lengkap mengenai harga Paranet silakan klik tautan berikut ini http://bit.ly/hargaparanet

Apabila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Paranet atau Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3