Yuk Cari Tau Perbedaan Antara Kayu Manis Ceylon dan Cessia

Perbedaan Kayu Manis

Di seluruh penjuru dunia, ada dua jenis kayu manis yang banyak dibudidayakan oleh para petani. Dua jenis kayu manis ini mempunyai keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Ceylon dan cessia sama-sama diminati karena berbagai pertimbangan petani yang menanam kayu manis tersebut.

Kayu manis asalnya dari tanaman Cinnamomum verum. Rempah ini diperdagangkan dalam bentuk kulit kayu yang sudah dikeringkan ataupun minyak atsirinya. Minyak ini diperoleh dari penyulingan daun kayu manis. Sementara, kulit kayu diperoleh dengan memanen kulit kayu tanaman kayu manis dan dikeringkan sebelum diperdagangkan bebas.

Fungsi dari kayu manis juga sangat beragam. Yang paling utama yaitu kayu manis dipakai sebagai bumbu dalam berbagai jenis masakan. Tak hanya itu, kayu manis juga baik untuk menjaga kesehatan seperti mengontrol gula darah, menurunkan kolesterol, dan mencegah penggumpalan darah. Bumbu ini sudah dipakai sejak sangat lama, yakni sejak zaman Mesir Kuno.

Kayu manis yang banyak dikonsumsi yaitu jenis kayu manis cessia dan kayu manis ceylon. Keunggulan kayu manis cessia yaitu aromanya yang jauh lebih tajam. Oleh sebab itu, kayu manis ini banyak dipakai sebagai obat, bumbu dalam masakan, ataupun diambil minyak atsirinya yang nantinya dipakai sebagai bahan baku.

BACA JUGA:
Ini Dia 5 Cara Atasi Kendala Saat Budidaya di Perkotaan, Mau Tau?
Memanfaatkan Lahan Sempit Dengan 4 Cara Ini! Mau Tau?
Mengenal Tanaman Herba, Bahan Penyedap Masakan Western, Apa Itu?

Sementara ini, kayu manis ceylon mempunyai aroma yang lebih lemah jika dibandingkan dengan cessia. Akan tetapi, rempah ini tak mengandung kumarin. Kumarin merupakan senyawa dengan sifat antikoagulan, karsinogenik, dan hepatotoksik yang kuat.

Dan kayu manis ceylon ini lebih banyak dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan. Kayu manis ini dipakai sebagai flavor pada berbagai jenis makanan dan minuman, pewangi pada parfum, dan digunakan sebagai bahan baku obat-obatan.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Obat-obatan yang terbuat dari kayu manis ini diantaranya yaitu anti-oksidan, anti-inflamasi, antimikroba, serta dipakai untuk mengatasi diabetes mellitus, hipertensi, dan dimanfaatkan untuk menurunkan kadar kolestrerol dalam darah.

Bukan hanya kandungannya, dua jenis kayu manis ini juga dibudidayakan pada lokasi yang berbeda. Kayu manis ceylon lebih cocok tumbuh pada dataran rendah sampai menengah, dengan iklim basah. Sedangkan, kayu manis cessia lebih optimal dibudidayakan pada dataran tinggi.

Negara Indonesia sendiri banyak membudidayakan kayu manis jenis cessia. Sementara itu, Sri Lanka merupakan salah satu negara penghasil kayu manis ceylon yang sudah tak diragukan lagi kualitasnya di tingkat dunia.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Yuk Cari Tau Perbedaan Antara Kayu Manis Ceylon dan Cessia dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Memanfaatkan Lahan Sempit Dengan 4 Cara Ini! Mau Tau?

Lahan Sempit

Karena adanya lahan sempit yang ada di rumah kita, sering hanya dibiarkan begitu saja tanpa ada rencana pasti untuk dimanfaatkan. Dan padahal, terdapat banyak potensi yang tersimpan bila kita mau sedikit berfikir kreatif dan berusaha. Bukan saja membuat lahan tersebut hidup, namun juga bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah bila dikelola dengan baik dan benar.

Ada banyak cara yang bisa dipakai untuk memaksimalkan dari lahan sempit tersebut. Bukan hanya bercocok tanam, kita juga bisa memakai lahan sempit untuk membudidayakan hewan-hewan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dengan modal terjangkau. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut.

Bercocok Tanam Bisa Dilaksanakan di Lahan yang Sempit

Dalam proses tanam menanam ternyata tak harus memakai lahan yang luas. Di pekarangan rumah yang sempit juga bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Untuk caranya yaitu dengan memakai media tanam hidroponik. Selain efisien, cara ini juga membuat tanaman tumbuh lebih sehat karena tak memakai bahan kimia. Hasil panen pun bisa berharga lebih mahal karena termasuk jenis sayuran organik. Tanaman hijau seperti kangkung, bayam dan selada, umumnya menjadi sayuran yang ditanam dengan sistem hidroponik ini.

Mengembangbiakkan Tikus Putih

Tikus Putih

Mungkin saja bagi sebagian besar orang, tikus adalah hewan yang sangat menjijikan. Tetapi jangan salah, beberapa dari jenis hewan tersebut malah bernilai ekonomis yang tinggi. Salah satunya yaitu tikus putih. Betina dari hewan ini sanggup melahirkan sampai 12 ekor dalam sekali masa kawin. Apabila mempunyai indukan banyak, jeda masa kehamilan yang hanya 20 hari memungkinkan peternak memanen anakan tikus putih dalam jumlah besar. Tikus ini umumnya dicari untuk pakan reptil seperti ular, burung pemakan daging dan keperluan penelitian laboratorium.

Ternak Lele di Dalam Drum

Budidaya Lele Drum

Tak menjadi rahasia lagi, lele adalah jenis hewan air yang gampang untuk dikembangbiakkan. Untuk lahan sempit, ikan ini juga bisa diusahakan dengan memakai media berupa baskom ataupun ember dengan ukuran yang disesuaikan. Bisa memakai media berupa terpal sebagai alas dan aerator sebagai pasokan oksigen bagi lele supaya tumbuh lebih besar dan sehat. Tak hanya modalnya yang terjangkau, model ternak lele ini hanya memerlukan pakan berupa pelet atau sayuran yang dicincang.

BACA JUGA:
Mengenal Tanaman Herba, Bahan Penyedap Masakan Western, Apa Itu?
Lua Si Pot Pintar, Ternyata Mampu Menunjukkan Ekspresi Lho!
Kepoin Cara Beternak Kroto yang Menguntungkan, Berikut Ulasannya!

Budidaya Tanaman dan Ikan Dalam Satu Tempat

Budidaya Tanaman dan Ikan Dalam Satu Tempat

Karena sempitnya lahan rumah bukan menjadi penghalang untuk menjadi produktif. Kendala tersebut bisa diatasi dengan metode tanam yang disebut aquaponik. Sekilas sama dengan sistem hidroponik, yang membedakan yaitu teknik menggabungkan budidaya sayuran dan ikan dalam satu tempat. Dan hasilnya yang diperoleh pun lebih besar alias dobel yaitu panen tanaman dan hewan air. Cara ini sangat cocok diterapkan di lahan sempit, terutama di daerah perkotaan yang padat penduduk.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Ternak Kroto Sebagai Pakan Burung

Budidaya Kroto

Menjamurnya pecinta burung dan ikan di Indonesia, membuat kroto yang dipakai sebagai pakan kian laris diburu pembeli. Dan kabar baiknya, kroto tersebut bisa dikembangbiakkan sendiri. Bahkan di lahan yang sempit sekalipun. Dengan harga per kilonya yang mencapai kisaran Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu, beternak kroto menjadi salah satu alternatif memanfaatkan lahan sempit menjadi mesin uang. Kroto tersebut bisa ditempatkan di dalam toples ataupun besek. Yang harus diperhatikan yaitu kontrol suhu kelembapan, faktor cahaya, dan sirkulasi udara. Untuk pakannya juga hanya berupa ulat daun pisang, larva dan tepung ikan.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Memanfaatkan Lahan Sempit Dengan 4 Cara Ini! Mau Tau? dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Mengenal Tanaman Herba, Bahan Penyedap Masakan Western, Apa Itu?

Apakah Anda adalah penggemar masakan western? Pastinya Anda familiar dengan beberapa herba seperti oregano, mint, dan rosemary. Anda tak perlu membeli bahan penyedap masakan western tersebut bila ingin membuatnya. Cukup dengan membudidayakan sendiri tanaman herba. Tak hanya sebagai bahan baku masakan, Anda juga bisa memanfaatkannya sebagai tanaman hias.

Mint

Mint

Daun mint sendiri adalah bahan baku dalam berbagai bahan yang dipakai sehari-hari, mulai dari permen sampai pasta gigi. Daun mint bisa dipakai sebagai penyedap ataupun penghias makanan, terutama hidangan manis. Potongan daun mint yang diletakkan di atas makanan ataupun campuran minuman bisa memberikan sensasi dingin sekaligus estetika.

Perawatan yang benar akan menghasilkan herba mint yang tumbuh rimbun, walaupun hanya di dalam pot. Anda bisa memperbanyak tanaman mint dengan berbagai cara, mulai dari setek batang sampai menanam dari biji. Jenis mint sangat beragam dan Anda bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan.

Oregano

Oregano

Tanaman ini mempunyai nama ilmiah Origanum vulgare dan sering dijuluki sebagai pot marojam. Di daerah Mediterania, Asia Tengah, serta Asia Selatan, pemakaian oregano sebagai bahan baku masakan sangat lumrah.

 

Anda juga bisa bertanam oregano di rumah, baik dipelihara secara indoor ataupun outdoor. Oregano akan tumbuh dengan baik hanya dengan perawatan yang sederhana. Bertanam oregano bisa dilaksanakan dengan memakai bibitnya.

BACA JUGA:
Lua Si Pot Pintar, Ternyata Mampu Menunjukkan Ekspresi Lho!
Kepoin Cara Beternak Kroto yang Menguntungkan, Berikut Ulasannya!
Patut Ditiru! A-Go-Gro, Sistem Pertanian Efektif dan Unik di Singapura

Rosemary

Rosemary

Daun rosemary merupakan salah satu bumbu khas masakan western. Rasa daun rosemary unik, yaitu memberikan sedikit sensasi pedas. Tanaman rosemary merupakan jenis tanaman dengan akar yang memerlukan ruang yang cukup. Setidaknya, pilihlah pot dengan diameter minimal 30 cm bila Anda ingin bertanam rosemary. Ketika sudah tumbuh, akan tampak daunnya yang meruncing indah menyerupai jarum jadi cocok sebagai tanaman hias.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

 

Sage

Sage

Daun sage lebih populer dijadikan obat-obatan. Walau demikian, sage juga banyak ditambahkan dalam menu masakan western. Sage bisa dibudidayakan melalui dua cara, yaitu setek (dari tanaman induk) dan biji. Bentuk daunnya yang indah membuat sage cocok dipakai sebagai tanaman herba hias di area dapur. Kuncinya, perhatikan kondisi tanah supaya tak terlalu berair dan teduh dari sinar matahari.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Mengenal Tanaman Herba, Bahan Penyedap Masakan Western, Apa Itu? dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Kepoin Cara Beternak Kroto yang Menguntungkan, Berikut Ulasannya!

Budidaya Kroto

Jual Jaring Paranet Berkualitas – Lim Corporation

Untuk pemula yang akan membudidayakan kroto mungkin menjadi sebuah hal yang tabu mengetahuinya. Karena, memang belum banyak orang yang menjalankan budidaya kroto. Dengan melihat beberapa cara ternak kroto berikut ini, tentunya Anda bisa berternak dengan cara yang tepat dan menguntungkan.

Cara Ternak Kroto
Ada 2 cara ternak kroto, yaitu dari budidaya dan alam. Berikut ini akan kami bagikan cara untuk ternak kroto dari keduanya, antara lain:

1. Beternak Bibit Kroto dari Alam
Pastinya Anda sering melihat beberapa orang membawa gala yang panjang memakai jaring. Nah, sebetulnya mereka ini sedang mencari bibit kroto yang ada di alam bebas. Jadi bisa disebut bahwa cara inilah yang mereka laksanakan saat beternak kroto dialam. Mereka menjual hasil tangkapannya ini dimalam hari kemudian menjualnya dipasar pagi hari.

2. Beternak Bibit Kroto yang dari Budidaya
Beternak kroto dengan budidaya ini dilaksanakan melalui cara pembelian bibit kroto dipeternak lain. Sehingga hal ini sebagai alternatif kedua jika sulit memperoleh kroto dialam bebas. Akan tetapi, kalian tak harus membeli kroto dari peternak lain supaya bisa menghemat biaya budidaya.

Cara Lain Budidaya atau Ternak Kroto
Sebetulnya bukan hanya cara diatas tadi masih ada cara lagi untuk ternak kroto, diantaranya yaitu:

1. Beternak Bibit Kroto Tak Memakai Ratu
Alternatif ini yaitu dengan beternak tanpa ratu semut. Terkadang dijual terpisah oleh penjual dengan harga ratu kroto yang lebih mahal. Akan tetapi, cara ini memerlukan modal, maka Anda bisa beternak kroto tapa ratu. Caranya Anda hanya dengan merangsang saja, tetapi hal ini sama dengan beternak kroto dialam bebas.

2. Beternak Bibit Kroto Toples
Setelah itu cara budidaya kroto memakai toples. Beternak kroto memakai media toples tersebut memiliki kelebihan serta kekurangan, diantaranya.
* Kelebihan: tempat atau wadah gampang didapatkan serta relatif murah, proses panennya gampang sekali dilaksanakan, teknik penjualannya sangat cepat dan bisa mengamati perkembangan serta pertumbuhan kroto secara mudah karena toplesnya bening.
* Kelemahan: sebetulnya beternak memakai kroto toples ini kelemahannya hanya wadahnya gampang penuh sebab keterbatasan tempat.

3. Beterak Bibit Kroto Memakai Besek
Untuk beternak memakai media besek sebetulnya hampir sama dengan memakai media toples. Perbedaannya hanya dalam kapasitas ruangan. Berikut kelebihan dan kekurangannya.
* Kelebihan: memiliki ruang lumayan luas, terbuat dari bahan alami jadi medianya tak gampang rusak serta temperaturnya dan kelembapan optimal sangat baik bagi pertumbuhan kroto.
* Kelemahan: media besek cenderung lebih mahal, tak gampang memperoleh media besek karena terbatasnya media dan jarang dijumpai serta tak bisa mengamati pertumbuhan dan perkembangan kroto.

BACA JUGA:
Patut Ditiru! A-Go-Gro, Sistem Pertanian Efektif dan Unik di Singapura
Selain Buahnya, Khasiat Daun Jambu Biji Juga Sangat Menakjubkan
Tak Hanya Untuk Tanaman, Ternyata Paranet Juga Bisa Untuk Budidaya Lebah
Jangan Asal Pilih! Ini Campuran Media Tanam Jamur Tiram

4. Beternak Bibit Kroto Menggunakan Paralon
Anda juga memakai paralon menjadi media ternak bibit kroto. Banyak peternak kroto memakai media paralon sebagai salah satu inovasi media besek dan toples. Berikut kelemahan dan kelebihan kroto memakai media paralon.
* Kelebihan: media paralon paling gampang untuk diperoleh karena banyak yang menjualnya, media lebih awet, kerapian terjamin dan lebih menampung banyak.
* Kelemahan: pengemasan bibit paling sulit dilaksanakan, sulit menjalani panen, lebih susah mengamati pertumbuhan serta perkembangan kroto.

5. Beternak Bibit Kroto Menggunakan Kardus
Pemakaian kardus mungkin sangat aneh sekali, tetapi sudah banyak peternak kroto memakai media kardus menjadi wadah budidaya. Berikut kelemahan dan kelebihannya memakai media kardus.
* Kelebihan: ukurannya sangat variatif, kardus paling mudah diperoleh karena stoknya banyak serta cenderung murah.
* Kelemahan: Proses pemantauan pertumbuhan dan perkembangan kroto sangat sulit dilakukan, pemanenan paling sulit dilaksanakan serta jika salah kardusnya maka krotopun tak bisa hidup nyaman.

Tips Beternak Kroto
Ada beberapa point terpenting jika Anda akan membudidayakan kroto, khususunya Anda yang masih pemula menjadi peternak kroto pemula atau yang berpengalaman. Faktor penting ini bisa membawa Anda sebagai pebisnis ternak. Berikut ini poin-poin pentingnya:

1. Lingkungan
Anda memakai lingkungan yang sangat benar mendukung budidaya kroto. Ciri-cirinya yaitu:
– Cahaya yang redup
– Sirkulasi udara baik
– Suhu udara 26-30 derajat celsius
– Kelembaban udara sampai 60-72%

2. Kandungan Kroto
Untuk kandang yang baik yaitu terbuat dari rak berbahan serat dan usahakan jumlah bibitnya sesuai yang Anda ternak. Jangan melebihi kapasitas kandang sampai mengakibatkan sempit dan terganggunya sirkulasi udara kroto.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

3. Keamanan
Keamanan dalam beternak jangan dispelekan. Anda bisa memberikan air di 4 kaki kandangnya kroto. Supaya semut tak berceceran dilantai dan upayakan kabur dari kandang, jadi membuat semut-semut nyaman.

4. Pakan Kroto
Usahakan kroto bisa tumbuh dan berkembangbiak secara baik dan sehat. Berikan pakan berwujud ulat hongkong, jangkrik, pisang, atau belalang. Anda juga bisa memberikan minum dengan air gula dengan perbandingan 1:4 jadi diperoleh kroto yang sehat pula. Berikut ini beberapa macam pakan kroto yang bisa Anda jadikan referensi untuk berternak, diantaranya:
* Ulat Hongkong
Ulat hongkong kaya akan protein, nutrisi, ekstrak non nitrogen, air, lemak kasar, dan nutrisi.
* Ulat pisang
Ulat pisang memiliki kandungan yang kaya akan enzim dan protein.
* Cacing tanah
Memiliki kandungan protein, karbohidrat, asam amino.
* Belalang
Mengandung banyak nitrogen, gizin menjadi energi dan protein pula.
* Jangkrik
Mengandung protein, omega 3, serta kalori menjadi asupan perkembangbiakan kroto.

Paranet
Produsen Jaring Paranet Berkualitas

Lokasi Budidaya Kroto
Tempat atau lokasi harus jauh dari keramaian, rendah ketinggian dan memiliki suhu ±26 derajat celsius dan kelembapannya kurang lebih 60%-70%.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Kepoin Cara Beternak Kroto yang Menguntungkan, Berikut Ulasannya!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Patut Ditiru! A-Go-Gro, Sistem Pertanian Efektif dan Unik di Singapura

A-Go-Gro System

Distributor Jaring Paranet Harga Murah – Lim Corporation

Akhir-akhir ini kan harga tempe sama tahu naik tuh. Padahal kita semua suka banget sama kedua makanan ini. Katanya sih sebabnya harga kedelai yang semakin tinggi. Denger2 sih kedelai emang sedang langka dipasaran dan pemerintah rencananya akan meningkatkan impor kedelai.

Masa sih petani Indonesia ngga bisa mencukupi kebutuhan kedelai? Lebih jauh lagi, masa sih Indonesia ngga bisa mencukupi kebutuhan pangan sampai impor segala? Negara tercinta ini kan sangat luas buanget tuh. Terus katanya juga Indonesia negara Agraris atau negara yang sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencaharian sebagai petani, tapi kok masih impor pangan? Mungkin cara Singapura dalam bercocok tanam yang satu ini harus ditiru kali yak.

Kalian tahu Singapura kan? Singapura, negara dengan luas 710 km persegi dan jumlah penduduk 5 juta adalah salah satu negara yang paling padat penduduknya di dunia. Dengan sebagian besar tanah di negara itu dimanfaatkan untuk pembangunan perkotaan, sisanya hanya 250 hektar untuk lahan pertanian, yang tentunya tidak cukup untuk memberi makan penduduknya.

Akibatnya, lebih dari 90 persen konsumsi makanan Singapura dipenuhi pangan impor dari lebih dari 30 negara. Ketergantungan pada dunia luar membuat negara ini sangat rentan terhadap turbulensi pasokan makanan dan harga.

Tapi ternyata seorang pengusaha bernama Jack Ng menciptakan sebuah inovasi teknologi pertanian yang membuatnya dapat menghasilkan 1 ton sayuran segar setiap harinya. Jack Ng, Direktur Utama DJ Teknik, berhasil menemukan sebuah teknologi canggih dalam memenuhi kebutuhan pangan lokal dan telah berhasil mengembangkannya untuk diekspor ke berbagai negara. Sistem pertanian yang berbasis vertical garden ini dinamai dengan “A-Go-Gro”.

BACA JUGA:
Selain Buahnya, Khasiat Daun Jambu Biji Juga Sangat Menakjubkan
Tak Hanya Untuk Tanaman, Ternyata Paranet Juga Bisa Untuk Budidaya Lebah
Jangan Asal Pilih! Ini Campuran Media Tanam Jamur Tiram
Kepoin Jenis Tanaman Hias Untuk Peluang Bisnis Menjanjikan

Melalui perusahaan yang dia dirikan bernama Sky Green, Jack NG memasarkan produk sayur-mayurnya. Tekhnologi A-Go-Gro sendiri ia kembangkan melalui penelitian selama dua tahun dengan dibantu Agri-Food and Veterinary Authority (AVA).

Bentuk tekhnologi ini sangat unik. Seperti namanya, A-Go-Gro ini adalah sistem rendah karbon yang bergerak secara hidrolis. Air yang digunakan digerakkan vertikal sebagai media tumbuh sayuran tropis. Teknologi ini mampu memberikan hasil panen yang tinggi dengan menggunakan air, energi serta sumber daya alam yang lebih sedikit. Sistem “A-Go-Gro” mengembangkan tanaman sayuran di beberapa menara setinggi enam meter.

Masing-masing menara terdiri dari 22 hingga 26 tingkatan rak tanam yang diputar di sekitar bingkai aluminium. Untuk memastikan distribusi sinar matahari, aliran udara dan irigasi berjalan baik dan merata maka rak tanaman akan berputar secara periodik yang digerakkan generator listrik. Yang menarik, air yang digunakan akan didaur ulang dan disaring sebelum kembali ke tanaman. Semua sampah organik di pertanian ini menjadi kompos dan dapat digunakan kembali.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Dengan tekhnologi tersebut, debit air yang digunakan pun sangat sedikit. Bahkan tekhnologi ini dianggap ramah lingkungan karena energi dan sumberdaya alam yang digunakan sangat sedikit. Semua sampah organik menjadi kompos dan dapat digunakan kembali.

Seluruh sistem ini hanya membutuhkan lahan seluas 60 meter persegi! Sebanyak 120 menara sudah didirikan dan ke depannya, ia akan menargetkan hingga 2.000 menara. Sistem pertanian ini menghasilkan hasil yang jauh lebih tinggi daripada metode tradisional pertumbuhan tanaman yang aman, tinggi memenuhi syarat, segar dan lezat.

Banner Paranet

Varietas besar sayuran tropis yang telah dikembangkan diantaranya; petsai, bayam, selada, xia bai cai, bayam, kang kong, cai xin, gai lan, nai bai, dan lainnya. Saat ini telah dibangun sebanyak 120 menara di kawasan Kranji, 14 kilometer dari pusat bisnis Singapura. Direncanakan akan dibangun sekitar 300 menara dengan target produksi dua ton sayuran per hari. Direktur utama DJ Teknik ini juga berniat untuk menjual teknologi ini ke negara-negara lain dengan harga sekitar $10.000 untuk setiap menara.

Demikian pembahasan artikel tentang “Patut Ditiru! A-Go-Gro, Sistem Pertanian Efektif dan Unik di Singapura”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Jangan Asal Pilih! Ini Campuran Media Tanam Jamur Tiram

Media Tanam Jamur Tiram
Jangan Asal Pilih! Ini Campuran Media Tanam Jamur Tiram

Campuran media tanam jamur tiram bisa Anda pilih bila ingin membudidayakan jamur yang banyak dicari ini. Tiga bahan yang dimaksud yaitu serbuk gergaji, bekatul, dan kapur. Penggunaan ketiganya bisa membantu pertumbuhan jamur tiram menjadi lebih optimal.

Serbuk Gergaji

Serbuk gergaji adalah media tanam utama yang dipakai untuk budidaya jamur tiram. Di alam, jamur tiram ditemukan tumbuh pada kayu. Media tanam berupa serbuk gergaji sangat cocok untuk budidaya jamur tiram.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Anda harus memilih jenis kayu yang dipakai untuk membuat serbuk gergaji ini. Ada beberapa jenis kayu yang kurang cocok untuk budidaya jamur tiram. Misalnya saja, kayu jati, kayu pinus, dan kayu jenis lain yang terlalu banyak mengandung zat pengawet alami.

Kayu jenis ini harus dihindari karena bisa menghambat pertumbuhan jamur. Jamur, termasuk jamur tiram, gampang tumbuh pada kayu lunak. Jenis kayu yang baik dipakai sebagai media tanam yaitu kayu albasia dan kayu karet. Kayu keras yang lebih baik dihindari yaitu kayu meranti dan kayu johar.

Jenis kayu yang serbuk gergajinya bisa dipakai sebagai media tanam jamur tiram yaitu kayu rasamala, saninten, mundu, anyang rejasa, bungur, pasang, getah manis, chesnut, karet, sengon, randu, dan jenitri. Penting untuk memilih jenis kayu ini mengingat serbuk gergaji menjadi media tumbuh utama dari jamur tiram.

Baca Juga:
Kepoin Jenis Tanaman Hias Untuk Peluang Bisnis Menjanjikan
Yuk Kepoin Fakta Menarik Tentang Bunga Melati
Budidaya Tanaman Cabai Merah Dengan Inovasi Cut Back, Mau Tau Caranya?

Bekatul

Media tanam yang dipakai sebagai campuran untuk serbuk gergaji yaitu bekatul. Bekatul dikenal juga sebagai dedak padi, yaitu hasil sisa penggilingan padi dengan alat penggiling. Penggilingan memakai rice polisher atau alat tumbuk tradisional sama-sama bisa menghasilkan bekatul.

Hasil tumbukan padi tersebut kemudian dipisahkan dari sekamnya. Bagian dedak diambil dan berfungsi sebagai sumber karbohidrat dan mineral bagi jamur tiram.

Kapur

Bahan campuran media tanam yang tak kalah pentingnya yaitu kapur. Zat ini dipakai untuk mengatur pH atau keasaman media tanam. Selain itu, kapur juga berfungsi sebagai sumber kalsium bagi jamur tiram.

Banner-paranet-plastik

Kapur yang dipakai umumnya berupa CaCO3 atau kapur bangunan. Selain itu, Anda juga bisa memakai kapur gamping yang biasa dipakai untuk mengecat rumah. Namun, pemakaian kapur gamping harus didahului dengan perendaman dalam air supaya pecah, hancur, dan tak panas.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian dan Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Kepoin Jenis Tanaman Hias Untuk Peluang Bisnis Menjanjikan

Jenis Tanaman Hias
Kepoin Jenis Tanaman Hias Untuk Peluang Bisnis Menjanjikan

Budidaya tanaman menjadi sebuah hal yang menyita perhatian di era sekarang ini, banyak diantara masyarakat terutama para pecinta dan kolektor tanaman berlomba-lomba memperoleh apa yang diinginkan. Mereka juga rela mengeluarkan tak sedikit rupiah untuk bisa menjadi pemilik tanaman tersebut.

Disisi lain hal tersebut bisa menjadikan peluang bisnis bagi Anda yang melirik budidaya tanaman ini. Sebelum melangkah untuk mebudidayakan tanaman, tak ada salahnya kita mengetahui macam tanaman budidaya yang digemari masyarakat.

Ada jenis tanaman yang bisa dibudidayakan, diantara ratusan sampai ribuan jenis tanaman yang ada, ada juga beberapa tanaman yang sedang hits, paling popular atau yang digemari masyarakat. Tanaman yang sangat dianjurkan untuk dibudidayakan yaitu tanaman hias, hal tersebut disebabkan pangsa pasar tanaman hias yang besar dan semua kalangan bisa terjangkau, mulai dari perseorangan, lembaga, kelompok, perusahaan dan lain sebagainya. Apalagi saat ini masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya penghijauan di sekitar halaman rumah.

Macam Tanaman Budidaya yang Digemari Masyarakat Indonesia

Untuk membudidayakan tanaman, Anda perlu mengetahui jenis tanaman budidaya yang sedang hits, paling popular atau digemari masyarakat. Berikut ini adalah daftar tanaman budidaya yang sedang hits, paling popular atau digemari masyarakat:

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Tanaman Anthurium

Jenis tanaman ini terbilang paling popular dan tergolong dalam tanaman budidaya yang digemari masyarakat. Sekarang ini tanaman Anthurium tak sulit untuk ditemukan, tanaman ini sudah banyak menghiasi halaman rumah didaerah pemukiman.

Daunnya yang berwarna hijau dan berbentuk sangat unik menyerupai daun talas menjadikan Anthurium menjadi terlihat mempesona dan menyegarkan mata. Ada ribuan varietas atau jenis dari tanaman ini. Akan tetapi hanya sebagian kecil saja yang cukup popular atau digemari masyarakat, diantaranya yaitu Veriegata, Jemanii Sawi, Hookeri, Wave of Love, Anthurium Jemanii dan masih ada lainnya. Di Indonesia kepopuleran tanaman ini sudah berlangsung lama dan mampu bertahan sampai kini.

Tanaman Aglonema

Jenis tanaman budidaya yang digemari masyarakat Indonesia selanjutnya yaitu Aglonema, walau masih kalah pamor dari Anthurium tanaman ini juga menyita banyak perhatian masyarakat, sebab penampilannya yang eyes catching, menonjol, dan menyegarkan mata.

Sekarang sudah banyak varian baru dangan corak serta warna daun yang beragam, membuat pesona tanaman ini semakin menarik perhatian dan memikat para penggemar tanaman hias di Indonesia. Hasil tersebut tak lepas dari usaha petani atau pembudidaya Indonesia yang sudah sukses melaksanakan kawin silang antara Aglonema dengan jenis tanaman hias lainnya

Adapun banyak jenis dan spesies Aglonema diantaranya yaitu Miss Thailand, Param Ruay, Pink Panther, Red Silver, Chocin serta masih banyak lainnya. Jenis yang sudah disebutkan tadi adalah varietas dengan harga paling mahal.

Baca Juga:
Yuk Kepoin Fakta Menarik Tentang Bunga Melati
Budidaya Tanaman Cabai Merah Dengan Inovasi Cut Back, Mau Tau Caranya?
Dibalik Cita Rasa Yang Nikmat, Ternyata Ini Rahasia Para Petani Kopi!

Tanaman Puring

Daftar tanaman berikutnya yang masuk dalam macam tanaman budidaya yang digemari masyarakat Indonesia yaitu Puring. Walaupun tanaman hias dulunya dipandang sebelah mata tetapi perlahan pamor tanaman ini sudah naik kelas, salah satunya yakni Puring.

Tanaman Puring dulunya tak dilirik dan tak punya nilai jual. Namun perlahan tapi pasti tanaman ini berbalik 180 derajat, sampai harga satu tangkai tanaman ini dibandrol dengan harga mahal. Dan sekarang puring sudah bisa ditemukan diberbagai pekarangan perumahan elit yang dikenal mewah.

Bentuk daunnya yang unik serta berwara-warni menjadi daya pikat puring, ditambah kelangkaan dan keunikan puring menjadi nilai mahal tanaman ini. Puring yang juga dikenal sebagai croton ini memiliki banyak jenis, diantaranya Kura, Oscar, Red Aple, Logam dan jenis lainnya.

Tanaman Sanseviera

Tanaman Sanseviera sunguh sayang bila tak masuk dalam daftar jenis tanaman budidaya yang digemari masyarakat. Bentuk daun berwara-warni yang unik, menarik dan mencolok menjadi daya tarik tanaman ini. Tanaman ini juga sedang digandrungi oleh para pecinta dan kolektror tanaman hias, alhasil harganya juga menjadi melambung tinggi.

Tanaman Kadaka

Tanaman Kandaka mempunyai daun panjang, tebal, dan besar. Tanaman asli Indonesia ini banyak ditemukan di hutan. Nasib tanaman ini sedikit kurang baik pada awalnya, sebab Kadak sempat tak dilirik oleh para pecinta tanaman, tetapi perlahan tanaman ini mulai merangsek naik menjadi salah satu macam tanaman budidaya yang digemari masyarakat dan mempunyai harga cukup mahal.

Keunikan tanaman Kandaka lah yang membuatnya menjadi mahal. Tanaman Kandaka mempunyai beberapa varietas yaitu Kadaka Ular, Kandaka Osaka, dan Kandaka Keriting.

Tanaman Gelombang Cinta

Tanaman Gelombong Cinta mempunyai ciri daun lebar dan unik. Tanaman ini masih termasuk bagian dari Anthurium yang sempat menjadi salah satu tren tanaman hias pada tahun 2017. Tak hanya itu Gelombang Cinta juga pernah menjadi salah satu tanaman hias yang dicari banyak orang dan laris dipasaran dengan harga yang bombastis. Sampai sekarang juga peminat gelombang cinta masih banyak,

Tanaman Daun Dolar

Jenis tanaman ini masuk kedalam macam tanaman budidaya yang digemari masyarakat berikutnya. Tanaman ini memiliki daun warna hijau yang mengkilap terang dengan bentuk unik, daun-daunnya yang menyerupai uang dolar recehan adalah cikal bakal tanaman ini disebut dengan nama daun dolar.

Untuk perawatan tanaman ini terbilang gampang yaitu hanya dengan menyiram di waktu pagi hari maka tanaman daun dolar akan subur dan berkembang dengan baik. Tanaman ini terbilang gampang beradabtasi dengan lingkungannya.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Yuk Kepoin Fakta Menarik Tentang Bunga Melati

Fakta Bunga Melati
Yuk Kepoin Fakta Menarik Tentang Bunga Melati

Bunga melati merupakan salah satu tanaman yang termasuk ke dalam perdu atau kelompok pohon yang memiliki tinggi di bawah 6m. Melati memiliki bentuk batang yang tegak dan bisa tumbuh menahun dengan cara merambat.

Tanaman yang asalnya dari daerah yang beriklim tropis dan hangat dari Australasia, Eurasia dan Oseania. Melati sudah dibubidayakan secara luas sejak zaman dulu, sampai menjadi bunga yang memiliki aroma khas dari daerah tersebut.

Di negara kita, bunga ini dijuluki sebagai Puspa Bangsa atau menjadi simbol nasional. Jenis melatinya yaitu melati putih atau nama latinnya Jasminum sambac. Sebab dipercaya bahwa bunga ini menjadi simbol kemurnian dan kesucian.

Dan bahkan dihubungkan dengan berbagai macam tradisi dari banyak suku yang ada di Indonesia. Dalam upara pernikahan yang mengusung tradisi contohnya, bunga ini seakan wajib hadir. Tak hanya satu suku saja, namun di banyak suku. Terutama di suku Jawa dan suku Sunda. Tak bisa dipungkiri, nama bunga melati sangat populer sekali di Indonesia.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Di balik kepopuleran dan banyak fungsinya, apa Anda tahu fakta bunga melati yang lainnya? Apabila ingin tahu lebih banyak mengenai bunga melati, simak ulasan berikut ini.

Masih Satu Famili Dengan Zaitun

Bunga melati termasuk famili Oleaceae yang masih satu famili dengan zaitun. Akan tetapi, berbeda dengan keluarga Oleaceae lain, melati umumnya mempunyai 4-9 kelopak. Bukan hanya itu, melati juga tergolong tumbuhan semak yang tingginya bisa mencapai 4,5 meter. Melati yang merambat bisa mencapai 9m.

Melati mampu hidup di daerah yang mempunyai tingkat kesuburan sedang dengan drainase baik. Tanaman ini bisa bertahan hidup selama 15-20 tahun di alam liar. Tetapi, melati sudah banyak dibudidayakan dan dijadikan tanaman hias. Dengan demikian, bila dirawat dengan tepat, melati akan lebih produktif dan usianya lebih panjang.

Baca Juga:
Budidaya Tanaman Cabai Merah Dengan Inovasi Cut Back, Mau Tau Caranya?
Dibalik Cita Rasa Yang Nikmat, Ternyata Ini Rahasia Para Petani Kopi!
Ingin Sukses Saat Budidaya Cengkeh, Yuk Intip Cara Pembibitannya!

Terdiri Atas Ratusan Spesies

Hingga sekarang sudah diketahui sekitar 200 spesies bunga melati. Beberapa besar bagian spesiesnya berwarna putih dan kuning, namun juga ada yang berwarna merah muda. Adapun sebagian spesies yang terkenal, yaitu Jasminum officinale dan Jasminum grandiflorum. Jenis melati lainnya yaitu Carolina Jasmine yang beracun. Akan tetapi, akarnya bila sudah kering bisa dimanfaatkan untuk obat penenang.

Dapat Berbuah

Sebagian jenis melati bisa berbuah dengan bentuk bulat dan berwarna hitam bila sudah matang, akan berwarna hijau jika masih mentah. Bunga melati tak bisa melakukan penyerbukan sendiri, meski mempunyai putik dan benang sari. Karena, keduanya berkembang pada saat yang berbeda jadi dibutuhkan bantuan lebah atau kupu-kupu untuk melaksanakan penyerbukan.

Keharuman yang Menjadikannya “Ratu Malam”

Di daerah tropis, bunga melati bisa mekar sepanjang waktu. Tetapi, di daerah subtropis umumnya akan mekar dan berbau harum selama musim panas dan musim semi. Dan uniknya, bau melati akan lebih kuat ketika malam hari. Hal tersebut diakibatkan oleh turunnya temperatur udara jadi memicu pemekaran dan pelepasan aromanya yang harum. Bahkan, di India dijuluki sebagai “Ratu Malam”.

Sebagai Bahan Dasar Aneka Produk

Bunga ini mempunyai beberapa manfaat untuk tubuh, salah satunya kandungan anti-inflamasi dan anti-oksidan yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Anda bisa merasakannya sesudah mengonsumsi teh yang dicampur dengan melati. Manfaat lainnya, yaitu aroma dari minyak atsiri yang bisa mengurangi stres serta masih banyak lagi. Tak hanya manfaat di atas, melati juga dipakai dalam produk kecantikan seperti perawatan kulit dan wajah.

Bermakna di Berbagai Negara

Ternyata melati tak hanya menjadi bunga nasional Indonesia. Negara Pakistan juga menjadikan Jasminum officinale sebagai bunga nasional. Sementara, masyarakat Thailand menjadikan melati sebagai simbol untuk cinta dan kehormatan. Berbeda lagi dengan Tiongkok yang mengartikan melati sebagai kebahagiaan, kasih sayang, dan keagungan.

Negara Indonesia sendiri menjadikan Jasminum sambac ini sebagai bunga nasional. Suku Jawa, Sunda sampai Bugis juga menjadikan melati sebagai aksesoris mempelai ketika pernikahan atau upacara adat. Karena, bunga melati dimaknai sebagai ketulusan hati setiap perkataan dan perbuatan. Bisa saja setiap suku berbeda-beda dalam memaknai melati.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian dan Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Budidaya Tanaman Cabai Merah Dengan Inovasi Cut Back, Mau Tau Caranya?

Budidaya Cabai Merah
Budidaya Tanaman Cabai Merah Dengan Inovasi Cut Back, Mau Tau Caranya?

Jual Jaring Paranet Untuk Budidaya Tanaman – Lim Corporation

Umumnya umur tanaman cabe besar hanya bertahan sekitar 8 – 12 bulan dan sesudah itu mulai mengering dan mati. Serta produktivitasnya, semakin tua umur batang cabe, akan semakin berkurang produktivitas dan kualitas buahnya. Jika kondisinya sudah demikian, umumnya petani kemudian mencabut batang-batang cabe yang sudah tak produktif tersebut setelah itu menggantinya dengan tanaman baru untuk kelanjutan usaha tani atau budidaya mereka.

Tetapi jangan buru-buru untuk memusnahkan batang-batang cabe yang sudah tak produktif itu, sebab ternyata batang-batang cabe yang sudah tua itu masih bisa dimudakan dan diberdayakan kembali tanpa harus menanam bibit baru. Sebuah inovasi sudah berhasil dicoba oleh para penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Linge. Dalam lahan percontohan BPP seluas hampir 2 hektar ini memang sudah lama dikelola dan dimanfaatkan untuk lahan budidaya cabe. Dari hasil budidaya cabe tersebut, Kepala BPP Linge, sudah bisa membantu meningkatkan kesejahteraan para penyuluh pertanian yang dipimpinnya, apalagi dalam setahun terakhir, harga cabe cukup tinggi.

Dengan pola budidaya organik, Safrin dan kawan-kawan nyaris mampu menanam cabe sepanjang tahun, sebab pemakaian material organik dalam budidaya cabe ternyata lebih resistan pada perubahan cuaca ataupun serangan hama dan penyakit tanaman. Di awal tahun 2016 yang lalu, para penyuluh ini kembali menanam cabe untuk yang kesekian kalinya, dan seperti sebelumnya, hasil yang mereka peroleh juga sangat memuaskan, walaupun curah hujan selama tahun 2016 tergolong minim.

Hasil panen yang cukup bagus ditambah harga cabe yang terus melambung di pasaran, menjadi berkah tersendiri bagi Safrin dan kawan-kawan. Pedasnya harga cabe, justru terasa manis bagi para penyuluh tersebut, mereka mampu menikmati hasil panen cabe untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Wajar jika akhirnya para penyuluh ini betah bertahan di BPP ini, sebab kesejahteraan mereka sangat diperhatikan oleh pimpinan mereka.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Menjelang akhir tahun 2016, produktivitas tanaman cabe mereka mulai menurun sesudah lebih 15 kali dipanen, mereka juga sudah berencana untuk mengganti tanaman tua itu dengan tanaman baru. Namun kemudian Safrin punya ide untuk mencoba sistem baru dalam budidaya cabe mereka tanpa harus menanam kembali bibit cabe baru. Ide itu muncul ketika dia mengamati tanaman cabenya, walau daun dan rantingnya sudah mulai mengering, tetapi Safrin melihat, batang cabe itu masih terlihat hijau dan perakarannya juga masih kuat. Kemudian dia menerapkan sistem Cut Back, yaitu memotong sebagian besar tanaman dan hanya menyisakan batang setinggi 10cm – 15cm dari permukaan tanah. Bekas potongan batang yang tersisa itu kemudian ditutup dengan plastik, dan dia kembali memberikan pupuk dasar berupa pupuk organik cair olahan mereka sendiri di lahan tersebut.

Tanpa disadari, inovasi baru dari sang Kepala BPP ini menunjukkan hasil yang sangat bagus, sehingga para penyuluh yang ikut mengelola lahan cabe selama ini semakin antusias dengan ide sang pimpinan. Dirangsang oleh pupuk dasar yang kembali diberikan pada lahan cabe itu, batang cabe yang bekas dipotong itu mulai mengeluarkan tunas-tunas baru yang pertumbuhannya sangat cepat. Safirin dan kawan-kawan kemudian memilih 2 atau 3 tunas baru yang pertumbuhannya paling bagus untuk dipertahankan sebagai batang baru, sementara yang lainnya dibuang. Sesudah tunas itu berubah menjadi batang baru dan mulai mengeluarkan cabang, kemudian mereka mulai memberikan pupuk susulan sebagaimana memberi pupuk pada tanaman baru.

Baca Juga:
Teknik Simpel Pembibitan Mawar, Salah Satu Tanaman Hias Terpopuler
Iniloh! Penghambat Pertumbuhan Saat Budidaya Jamur Tiram dan Cara Mengatasinya
Anda Wajib Tau! 10 Unsur Penerapan Teknologi Saat Budidaya Padi
Rahasia Meningkatkan Hasil Panen Dengan Teknik Rotasi Tanaman, Mau Coba?

Para penyuluh itu awalnya tidak terlalu yakin dengan inovasi dari Safrin, namun sesudah melihat perkembangan tanaman cabe dari hasil penerapan sistem cut back tersebut bisa berkembang sangat baik, itulah yang membuat mereka semakin yakin bahwa inovasi tersebut layak diterapkan untuk pola baru dalam budidaya cabe. Bahkan dengan sistem cut back yang diterapkan Safrin dan kawan-kawan itu, banyak keuntungan yang mereka peroleh, khususnya dalam menghemat biaya produksi yang pada akhirnya akan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi mereka. Dengan sistim cut back ini, mereka tak perlu lagi mengolah lahan, menyediakan dan menyemai bibit serta melaksanakan penanaman kembali, mereka cukup memberikan pupuk secukupnya dan melaksanakan perawatan tanaman. Dari sisi ini, wajar jika kemudian mereka menyebut sistim baru budidaya cabe mereka itu dengan sebutan paket hemat, karena dengan sistem cut back ini, mampu menekan biaya produksi sampai 70%.

Semangat Safrin dan kawan-kawan semakin tinggi, sebab hanya dalam waktu sekitar 2 bulan, tanaman cabe dengan sistem cut back yang diuji coba ini sudah mulai berbuah. Buah cabe dengan bentuk dan kualitas yang masih sama persis dengan tanaman awalnya, menunjukkan bahwa sistem ini juga bisa mempertahankan sifat genetik tanaman. Dan menjelang akhir bulan Januari 2017, disaat harga cabe masih relatif tinggi, para penyuluh itu sudah bisa menikmati hasil panen dari ujicoba yang baru pertama kali mereka laksanakan itu.

Pemanenan perdana itu memang belum banyak, hanya sekitar 200kg cabe merah, namun melihat masih banyaknya cabe hijau yang bergelantungan pada cabang tanaman serta bunga cabe yang terus bermunculan, mereka optimis, produktivitas tanaman cabe hasil cut back ini, tak kalah dengan hasil dari penanaman dari bibit baru, bahkan dengan pemupukan dan perawatan intensif, bisa jadi produktivitasnya bisa lebih tinggi.

Teknik unik yang diuji coba Safrin dan kawan-kawan itu, akhirnya menarik perhatian para petani di sekitar lokasi BPP Linge. Setiap hari selalu saja ada petani atau rombongan kelompok tani yang ingin melihat sekaligus belajar langsung sistem baru budidaya cabe ini. Dan dengan senang hati, Safrin dan kawan-kawan akan membagikan ilmu baru mereka itu pada para petani yang datang ketempat mereka, sebab itu memang sudah menjadi tugas dan kewajiban yang melakat pada diri mereka selaku penyuluh pertanian.

Apa yang sudah dilaksanakan Safrin, tentunya merupakan suatu inovasi dan terobosan baru yang sangat menguntungkan bila diterapkan oleh para petani. Dengan menekan biaya produksi, tentu usaha tani cabe semacam ini akan mampu memberikan penghasilan yang lebih tinggi bagi para petani. Saat ini bukan hanya, mempersilahkan para petani untuk melihat dan belajar langsung tentang sistem cut back ini, para penyuluh itu juga mulai mensosialisasikan temuan mereka itu pada para petani binaan mereka. Bukan hanya fokus pada kegiatan Upsus Pajale (Padi, Jagung dan Kedele), salah satu komoditi yang menjadi prioritas dalam pembinaan dan penyuluhan yang dilaksanakan oleh para penyuluh pertanian di kecamatan Linge ini merupakan komoditi cabe. Bukan tanpa alasan, jika mereka fokus pada komoditi ini, sebab selama ini harga cabe di daerah ini relative stabil dan cukup tinggi, ini bisa jadi potensi untuk meningkatkan kesejahteraan petani disana.

Demikian penjelasan mengenai artikel berjudul “Budidaya Tanaman Cabai Merah Dengan Inovasi Cut Back, Mau Tau Caranya?”. Semoga penjelasan artikel tersebut bisa bermanfaat bagi Anda.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Paranet untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Paranet dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Dibalik Cita Rasa Yang Nikmat, Ternyata Ini Rahasia Para Petani Kopi!

Budidaya Kopi Dengan Paranet
Dibalik Cita Rasa Yang Nikmat, Ternyata Ini Rahasia Para Petani Kopi!

Jual Paranet Untuk Peneduh Budidaya Tanaman – Lim Corporation

Tumbuhan kopi termasuk dalam genus Coffea yang termasuk dalam keluarga Rubiaceae. Genus Coffea mempunyai lebih dari 100 anggota spesies. Dari jumlah tersebut hanya ada tiga spesies yang dapat dibudidayakan untuk tujuan komersial yaitu Coffea arabica, Coffea canephora, dan Coffea liberica. Tanaman kopi adalah sejenis tanaman tahunan yang umurnya produktif sampai sekitar 20 tahun. Untuk membudidayakan kopi langkah pertama yang anda lakukan adalah anda harus memilih jenis tanaman kopi yang berkualitas. Faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan budidaya tanaman kopi yaitu pemilihan jenis – jenis tanaman, cara budidaya, penanganan pasca panen, dan pemasaran produk kopi. Tahapan membudidayakan tanaman kopi dengan naungan paranet:

1. Pemilihan Jenis dan Varietas
Tanaman kopi ini mempunyai banyak jenisnya namun yang sering dibudidayakan hanya 4 jenis saja yaitu arabika, robusta, liberika, dan excelsa. Setiap jenis mempunyai sifat – sifat yang berbeda – beda. Pilihlah jenis tanaman kopi yang sesuai dengan lokasi lahan atau tempat anda. Untuk lokasi lahan pertanian yang ada pada ketinggian lebih dari 800 mdpl cocok untuk ditanami kopi yang berjenis arabika. Sedangkan untuk lahan pertanian yang ada pada ketinggian 400 sampai 800 mdpl dapat ditanami tanaman kopi berjenis robusta.

2. Penyiapan Bibit
Proses selanjutnya yaitu mencari bibit unggul, menyiapkan lahan dan peneduh. Informasi mengenai bibit unggul untuk budidaya kopi dapat ditanyakan pada toko bibit yang terpercaya. Sementara itu, untuk peneduh harus sudah disiapkan setidaknya 2 tahun sebelum anda membudidayakan kopi. Bibit pohon kopi dapat diperoleh dari perbanyakan yaitu dengan teknik generatif dan vegetatif. Teknik perbanyakan generatif dari biji umumnya digunakan untuk budidaya kopi arabika, sedangkan untuk kopi robusta lebih sering menggunakan teknik perbanyakan vegetatif dengan stek. Untuk setiap teknik perbanyakan bibit memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri.

3. Penyiapan Lahan
Melakukan budidaya kopi dididataran tinggi atau pun didataran rendah, tergantung pada jenisnya. Umumnya kopi suka dengan tanah gembur dan kaya akan bahan organik. Berikan juga tambahan pupuk organik dan penyubur tanah di sekitar area tanaman kopi untuk menambah kesuburan tanaman kopi anda. Hal yang harus disiapkan sebelum anda membudidaya kopi adalah menanam pohon peneduh atau jaring paranet. Fungsi dari pohon peneduh atau jaring paranet yaitu untuk mengatur intensitas sinar matahari yang masuk. Karena, tanaman kopi ini merupakan tanaman yang tidak terlalu suka dengan intensitas cahaya matahari secara penuh. Anda bisa memilih pohon pelindung yang tidak membutuhkan banyak perawatan dan daunnya dapat menjadi sumber pupuk hijau. Bila tidak ingin susa anda dapat menggunakan jaring paranet untuk peneduhnya. Karena jaring paranet ini memiliki kerapatan jaring yang cocok untuk proses membudidayakan kopi.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

4. Penanaman Bibit
Langka selanjutnya yaitu buatlah lubang tanam dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm, pembuatan lubang ini dilakukan 3 – 6 bulan sebelum masa penanaman. Sebaiknya ketika anda menggali lubang tanam pisahkan dulu tanah galian bagian atas dengan tanah galian bagian bawah. Lalu biarkan lubang tanam tersebut terbuka. setelah 2 bulan sebelum penanaman campurkan dulu 200 gr belerang dan 200 gr kapur dengan tanah galian bagian bawah. Setelah itu masukkan kedalam lubang tanam. Jangan lupa mencampurkan 20 kg pupuk kompos dengan tanah galian atas sekitar 1 bulan sebelum bibit anda tanam, kemudian langka selanjutnya masukkan ke lubang tanam.

Baca Juga:
Mari! Atasi Krisis Pangan Dengan Budidaya Sayuran Sendiri Sistem Vertiminaponik
Yuk!! Kenalan Dengan Inovasi Bioteknologi Dalam Sistem Pertanian
Wow! Budidaya Tanaman Sayur Yang Lagi Viral Dengan Polybag, Mau Tau?

Sekarang bibit kopi sudah siap untuk ditanam dalam lubang tanam. Sebelumnya pangkas daun yang ada pada bibit hingga hanya tersisa sepertiga bagian untuk mengurangi penguapan. Lalu keluarkan bibit kopi dari polybag setelah itu gali sedikit lubang tanam yang sudah anda siapkan. Kedalaman galian disesuaikan dengan panjang akar tanaman kopi. Untuk bibit yang memiliki akar tunjang usahakan agar akar tanaman tegak lurus. Tutup lubang tanam agar tanaman dapat berdiri kokoh, bila membutuhkan berikan ajir untuk menopang tanaman agar tanaman kopi tidak roboh.

5. Peyulaman Tanaman
Sesudah bibit ditanam di area kebun anda, periksa pertumbuhan bibit tersebut setidaknya 1 minggu 2 kali. Bila umur bibit sudah sekitar 1 – 6 bulan lakukankan pemeriksaan sekitar 1 bulan 1 kali. Ketika melakukan proses pemeriksaan, apabila ada pohon kopi yang mati segera lakukakan penyulaman. Proses penyulaman bisa dikerjakan dengan bibit yang sama. Berikan perawatan yang lebih instensif agar tanaman hasil penyulaman dapat menyamai pertumbuhan pohon yang lainnya.

6. Pemupukan Tanaman
Langka selanjutnya yaitu proes pemberian pupuk, untuk budidaya tanaman kopi dapat menggunakan pupuk organik atau pun pupuk buatan. Pemberian pupuk untuk setiap tanaman yaitu sekitar 20kg dan diberikan sekitar 1-2 tahun 1 kali.

7. Hama dan Penyakit Tanaman
Untuk bagian lahan budidaya kopi yang telah terserang hama dan penyakit akan menurunkan produktivitas tanaman kopi anda, kualitas mutu kopi dan bahkan bisa mengakibatkan kematian tanaman. Untuk menangani ini anda bisa menggunakan pestisida alami dengan cara semprotkan pada tanaman kopi.

8. Pasca Panen Tanaman
Untuk tanaman kopi yang pembudidayaannya intensif tanaman sudah dapat berbuah pada umur sekitar 2 , 5 – 3 tahun untuk yang jenis robusta dan 3 – 4 tahun untuk yang berjenis arabika. Hasil dari proses pemanenan yang pertama umumnya tidak terlalu banyak, produktivitas hasil dari tanaman kopi akan mencapai puncaknya setelah kopi berumur 7 – 9 tahun. Pemanenan kopi dilakukan secara bertahap, panen raya dapat terjadi dalam 4 – 5 bulan dengan interval dan waktu pemetikan setiap 10 – 14 hari. Pemanenan dan pengolahan pasca panen tanaman kopi akan menentukan mutu produk akhir tanaman kopi.

* Info lengkap mengenai harga Paranet silakan klik http://bit.ly/hargaparanet

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Paranet atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk peneduh tanaman atau untuk pelindung tanaman dari hama atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3