Iniloh! Penghambat Pertumbuhan Saat Budidaya Jamur Tiram dan Cara Mengatasinya

Hama Jamur Tiram
Hama Tanaman Jamur Tiram

Jual Paranet/Shading Net Harga Murah – Lim Corporation

Membudidayakan jamur tiram adalah prospek yang sangat menjanjikan. Tetapi, dalam membudidayakan jamur tiram mempunyai hambatan berupa hama dan penyakit yang bisa menghambat pertumbuhan, produktivitas dan bahkan menyebabkan kegagalan dalam panen.

Untuk upaya penanganan dan pengendalian jamur tiram harus dilaksanakan tindakan yang efektif supaya tanaman tumbuh dengan optimal. Dengan itu, petani harus terlebih dulu memahami dan mengetahui hama serta penyakit yang sering menyerang jamur tiram, diantaranya yaitu:

A. Hama Jamur Tiram

Adapun beberapa hama yang sering menyerang ketika budidaya jamur tiram, antara lain:

1. Serangga Kecil
Serangga yang sering menyerang saat budidaya jamur tiram yaitu lalat, nyamuk dan lain sebagainya. Serangga inilah yang sering menyerang jamur tiram, melalui lubang kecil yang tak terdeteksi, kemudian meletakan telurnya di bagblog. Larva yang tumbuh akan menyerang batang jamur, dan pertumbuhan akan terhambat serta bahan jamur tak tumbuh sama sekali.

Pengendaliannya:
* Pasanglah kawat kasa atau insectnet berukuran kecil pada bagian ventilasi dan memasang plastik bening pada bagian luar pintu untuk membiaskan cahaya jadi serangga cenderung menghindar dan menjauh.
* Semprotkan larutan pestisida pembasmi serangga, di sekitar areal kumbung budidaya jamur.

2. Laba-Laba
Laba-laba adalah jenis hewan ini juga sangat suka memakan miselium dan bagian pada jamur tiram. Tak hanya itu, laba-laba juga akan bisa mengakibatkan sprora jamur penganggu.

Pengendalian:
* Taburkan serbuk kapur di permukaan lantai dan dinding.
* Apabila ada sarang atau laba-laba harus segera di musnahkan.

Baca Juga: Kembangkan Varietas Jamur Susu Untuk Peluang Usaha Tambahan

3. Rayap
Rayap yaitu hama yang sangat sulit dideteksi kehadirannya, hama ini akan terlihat apabila sudah melaksanakan serangan yang menimbulkan keruskaan. Hama ini akan merusak baglog ataupun jamur yang sudah tumbuh sehingga tanaman jadi rusak dan tanaman akan gampang mati.

Pengendalian:
* Pisahkan dan buang baglog yang sudah terserang rayap.
* Semprotkan ekstrak siri ke bagian tanah atau bagian kumbung yang terserang rayap.
* Semprot dengan obat kimia, seperti latrex, bayer premis 200sl, actara, agenda 25ec dan sebagainya ke bagian yang terserang rayap.

4. Cacing
Cacing gilig, adalah salah satu jenis hama yang sering menyerang jamur tiram dan menyebabkan jamur tiram tak bisa tumbuh sama sekali. Ukuran cacing ini sangat kecil rata-rata sekitar 1mm dan bisa berkembang sangat cepat.

Pengendalian:
* Laksanakan strelisasi dengan sempurna jadi telur cacing mati.
* Jagalah tingkat kelembaban dan suhu lingkungan dengan baik.

5. Bekicot atau Siput
Bekicot atau siput ialah hama yang suka dengan kelembaban yang sangat tinggi, dan hama ini juga sering ditemukan menyerang jamur tiram. Bekas gigitan atau jalan hama ini akan mengakibatkan jamur menjadi abnormal jadi hama ini harus di waspadai.

Pengendalian:
* Semprotkan ekstrak jarak pagar, di areal lantai kembung dan rak.
* Laksanakan pemungutan atau pemusnahan secara manual.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

6. Tikus
Tikus adalah jenis hama yang bisa merusak segala jenis tanaman apapun, terutama jamur tiram. Tikus bisa merusak baglog jadi benih yang ada di dalamnya tak tumbuh dan bahkan memakan benih atau jamur yang sudah tumbuh dan membuat gagal panen.

Pengendalian:
* Pasanglah perangkap di sela-sela atau sarang tikus, baik perangkap lem tikus ataupun lainnya.
* Bisa juga semprotkan obat kimia, seperti radoc, x-mos, atau obat kimia lainnya.

Baca Juga: Ternyata, Ini 5 Kunci Sukses Budidaya Tanaman Hias Yang Wajib Diketahui

B. Penyakit Jamur Tiram

Berikut ini beberapa penyakit yang sering menyerang ketika budidaya jamur tiram, yaitu:

1. Cheetemium Spp
Gejala serangan yang ditimbulkan ada noda hijau, yang bisa menyebabkan perakaran jamur lemah jadi jamur tiram akan rontok.

Pengendalian:
– Laksanakan sterilisasi dengan sempurna dan efektif.
– Kurangi tingkat kepadatan baglog.
– Jagalah kelembaban media tanam.

2. Coprinus spp
Terdapat warna biru pada ujung jamur tiram, yang bisa menyebabkan pertumbuhan terhambat dan merusak miselium.

Pengendalian:
– Kurangi kandungan pupuk dalam media tanam.
– Percepat waktu panen.
– Laksanakan sterilisasi secara sempurna dan efektif.

3. Neurospora spp
Dampak yang ditimbulkan terdapat tepung berwarna orange di permukaan atau penyumbat baglog, yang bisa menyebabkan pertumbuhan miselium terhambat.

Pengendalian:
– Laksanakan penutupan sumbatan di media tanam dengan plastik ketika sterilisasi.
– Perbaiki alat steriliasi yang bocor
– Dan kerjakan sterilisasi dengan sempurna dan efektif.

4. Mucor spp
Gejala serangan ada noda berwarna hitam dipermukaan baglog atau media tumbuh substrat, jadi mengakibatkan tanaman rusak dan bahkan pertumbuhan akan terhambat serta jamur tiram akan mati.

Pengendalian:
– Turunkan suhu ruangan,
– Atur sirkulasi udara dengan baik.

Baca juga: Teknik Perbanyakan Tanaman Insulin Dengan Cara Stek, Coba & Nikmati Keuntungannya!

5. Penicilium spp
Gejala serangan adalah tumbuh miselium berwarna coklat tua/merah tua, yang bisa menyebabkan jamur abnormal dan bahkan mati.

Pengendalian:
– Jagalah kebersihan ruangan inkubasi
– Buang media substrat yang sudah terkontaminasi

* Info lengkap mengenai harga Paranet silakan klik http://bit.ly/hargaparanet

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Paranet atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk peneduh tanaman atau untuk pelindung tanaman dari hama atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Keuntungan dari Budidaya Jamur dengan Menerapkan Teknik Growbox

Growbox Jamur

Produsen Paranet Berkualitas – Lim Corporation

Beberapa waktu yang lalu seorang pengusaha asal Bandung, Jawa Barat bernama Aldi yang mencoba berbisnis jamur dengan media yang berbeda seperti umumnya. Media tersebut yaitu growbox. Akan tetapi, untuk mengembangkannya butuh teknik yang tepat. Apabila Anda mengembangkannya dengan benar, hasilnya pun tak juga main-main dan berkali-kali lipat dari modal awal yang dikeluarkan.

Growbox merupakan sebuah kotak sederhana berisikan bibit jamur tiram yang bisa dibudidayakan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Anda bisa merasakan pengalaman baru untuk mempunyai pertanian jamur kecil sendiri.

Tak begitu sulit untuk mulai membudidayakannya di rumah, hanya butuh ketekunan dan ketelatenan dalam merawat tumbuhan ini. Limbah serbuk kayu yang bisa dipakai sebagai media tanam growbox, umumnya diperoleh dari limbah industri kayu.

Baca Juga:

“Kami tak memakai bahan kimia buatan supaya menghasilkan jamur yang organik,” ujar Aldi.

Nah, bagaimana cara untuk membudidayakannya? Berikut penjelasannya.

1. Sterilisasi
Pengemas plastik untuk media tanam atau baglog disterilisasi dengan uap air bertekanan, untuk mengurangi kontaminasi dengan jamur atau mikroba yang lainnya.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik URL berikut http://www.facebook.com/InfoPertanianPerkebunanku/

2. Pengepakan Baglog
Campurkan serbuk kayu dengan dedak, kapur, dalam kemasan plastik atau baglog.

3. Pembibitan
Apabila sudah steril, masukan bibit jamur tiram, kemudian inkubasikan selama 1 bulan. Sesudah baglog menjadi warna putih, masukan ke dalam boks untuk dibudidayakan.

Sesudah berada di tangan konsumen, jangan lupa untuk membuka segel growbox sampai terlihat baglog berisikan bibit jamur berwarna putih. Tempatkan growbox baglog di tempat teduh, jangan sampai terkena cahaya matahari secara langsung.

Sayatlah baglog jamur sampai plastik terbuka, dengan begitu jamur bisa tumbuh sebab adanya asupan oksigen. Semprot baglog setiap hari dengan air biasa, hal ini supaya kondisi baglog tetap lembap. Jamur akan tumbuh sekitar 2—4 minggu sesudah baglog disayat.

* Info lengkap mengenai harga Paranet silakan klik http://bit.ly/hargaparanet

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Paranet atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk peneduh tanaman atau untuk pelindung tanaman dari hama atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

CATATAN:
– Minimal order 5 roll
– Harga netto (non PPN)
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu