Menguntungkan, 4 Trik Budidaya Buah Kiwi

hipwee-Manfaat-Buah-Kiwi-untuk-Kesehatan-dan-Kecantikan-750x351

Buah kiwi dikenal karena mempunyai kandungan vitamin dan juga nutrisi yang sangat penting bagi tubuh konsumen. Karena itu, buah kiwi banyak dicari oleh konsumen karena sangat menguntungkan untuk dibuat bisnis jika Anda membudidayakan buah tersebut. Untuk cara budidaya buah kiwi itu sendiri bisa Anda lakukan sendiri di rumah sesudah menyimak ulasan berikut ini.

1. Menyiapan lahan

Kiwi bisa tumbuh subur di wilayah tropis seperti di Indonesia ini. Penyiapan lahan bisa dimulai dengan cara membersihkan lahan dari tanaman liar yang tumbuh. Setelah itu, gemburkan bagian tanah yang akan ditanami. Kemudian, tanah diberi dengan pupuk kandang secukupnya.

Setelah itu, buatlah lubang tanam dengan jarak sekitar 2 × 2 meter pada bagian tanah yang sudah digemburkan. Proses pembajakan, pemberian pupuk, pengapuran, dan pembuatan lubang tanam sebaiknya dikerjakan 2 minggu sebelum penanaman bibit.

2. Pembibitan

Pembibitan dapat dikerjakan dengan cara menyemai biji buah kiwi dahulu. Untuk membantu selesainya proses penyemaian, biji buah kiwi direndam dahulu dengan memakai air hangat, kemudian keringkan. Setelah itu, simpan biji tersebut dan bungkus dengan tisu ataupun kapas selama 1 malam.

Media yang baik untuk penyemaian yaitu tanah humus. Proses pembibitan sendiri dimulai dari menyebar biji dengan merata di atas tanah, kemudian dibiarkan selama sepuluh hari sampai kecambah dan daun mulai tumbuh. Perlu diingat, bahwa selama proses penyemaian sebaiknya biji diberikan naungan jaring paranet untuk menghindarkan dari sinar matahari secara langsung.

Baca Juga :

Budidaya Cabai Sangat Menguntungkan Dengan Mulsa Plastik

5 Cara Jitu Budidaya Buah Naga Dengan Polybag

Plastik UV Untuk Budidaya Ikan, Lebih Untung Dan Menjanjikan!!

Banner-paranet-plastik

3. Penanaman

Setelah biji buah kiwi memiliki daun, Anda bisa memindahkan biji buah kiwi ke dalam pot sampai ukurannya layak ditanam di atas lahan. Cara menanam benih tersebut yaitu dengan memasukkan bagian pangkal batangnya ke lubang tanam yang sudah siap dipakai. Kemudian timbunlah dengan tanah dan timbunan tersebut agak ditinggikan supaya tak tergenang air pada saat hujan.

4. Pemeliharaan

Perlu dimengerti bahwa struktur tanah yang dibutuhkan untuk menanam pohon kiwi harus sangat kuat, karena tanah dapat menahan beban pohon kiwi yang sangat berat saat pohon tersebut berbuah. Cara memelihara pohon kiwi supaya tumbuh subur, yakni dengan menyirami secara teratur, memupuk tanah secara berkala, memasang paranet untuk menghindarkan dari rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman buah kiwi, dan juga mengendalikan berkembangnya hama pohon dengan penyemprotan. Selain itu, Anda juga perlu memelihara bunga dan membantu proses penyerbukannya dengan kuas yang halus supaya pohon berbuah lebih banyak.

Jika Anda membutuhkan Paranet Untuk Peneduh tanaman ataupun untuk menghindarkan dari hama dan rumput liar dengan harga yang murah dan bahannya lebih awet Anda bisa menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Advertisements

Cara Budidaya Buncis Organik

Tanaman buncis atau biasa disebut Phaseolus vulgaris ialah sayuran buah yang termasuk ke dalam kelompok leguminosa. Budidaya buncis cocok dilakukan di dataran sedang hingga tinggi. Ketinggian ideal bagi tanaman ini adalah 1000-1500 mdpl dengan suhu 20-25°C. Namun, budidaya buncis masih bisa dilakukan di dataran rendah hingga 400 mdpl.

Pada saat pembudidayaan buncis, tanaman buncis memerlukan cahaya matahari yang banyak dengan curah hujan sedang. Tanaman ini cocok dibudidayakan di akhir musim hujan dan awal kemarau. Buncis juga peka terhadap genangan air sehingga drainase lahan harus benar-benar diperhatikan.

Di Indonesia terdapat dua tipe tanaman buncis. Ada yang tumbuhnya merambat dan tegak. Buncis yang merambat bisa memiliki ketinggian hingga 2 m dan mudah rebah. Maka dari itu, diperlukan bantuan lenjeran bambu untuk menopangnya. Sedangkan tipe yang tegak tinggi hanya 60 cm dan tidak memerlukan lenjeran bambu untuk tumbuh. Pada kesempatan kali ini, kami akan menguraikan cara-cara budidaya buncis tipe merambat.

Pengolahan Lahan
Pengolahan lahan untuk budidaya buncis organik sedikit berbeda dengan pengolahan tanah untuk sayuran daun. Pertama-tama tanah dibajak untuk digemburkan. Campurkan kapur secukupnya apabila kondisi tanah asam. Kemudian buat bedengan selebar 1 m dengan tinggi 20-30 cm. Jarak antarbedengan 30-40 cm.
Buat lubang tanam pada bedengan membentuk dua baris dengan jarak antarbaris 50-60 cm dan jarak dalam baris 30 cm. Masukkan pupuk kandang atau kompos ke dalam lubang-lubang tanam tersebut, kira-kira satu genggaman tangan. Untuk 1 Hektare tanaman dibutuhkan sekitar 20 ton pupuk kandang atau kompos. Biarkan kompos tersebut selama 1-3 hari.

Penyiapan Benih Buncis
Pada saat pembudidayaan buncis, dapat diperbanyak dengan cara biji yang diseleksi dari tanaman sehat dan subur. Cara menyeleksinya berdasarkan bedengan terbaik tempat buncis tumbuh. Alasan pemilihan tanaman menurut bedengan agar proses penuaan tidak mengganggu tanaman lainnya. Apabila seleksi benih dipilih menurut individu dari tanaman maka akan terjadi kegagalan panen pada individu-individu lain yang tumbuh dalam bedengan yang sama. Hal tersebut bisa terjadi karena tanaman yang mengalami proses penuaan buah akan menyedot nutrisi untuk tanaman lain sehingga tanaman yang buahnya tidak dibenihkan akan mengalami gagal panen.

Baca Juga :
Manfaat Kantong Plastik Yang Sangat Penting
Cara Menanam Cabai Saat Musim Hujan
Cara Menanam Semangka Dalam Polybag Di Halaman Rumah
Budidaya Padi Organik Dengan Metode SRI

Buah yang terpilih untuk calon benih dipetik dan diseleksi. Pilih buah yang besar-besar dan bentuknya sempurna. Kemudian jemur buah buncis di bawah terik matahari hingga kering, biasanya 1-2 hari. Setelah kering, kupas kulit buahnya dan ambil bijinya.

Simpan benih dalam botol kaca yang bersih. Setelah botol terisi penuh oleh benih, penuhi mulut botol dengan abu kayu sebagai penutupnya. Faedah dari penggunaan abu kayu untuk dijadikan media penutup botol adalah menyerap kelembaban sehingga lingkungan dalam botol tetap kering namun masih memungkinkan adanya pertukaran udara. Biji buncis yang tersimpan dengan baik bisa bertahan dalam suhu kamar selama 6 bulan.

Penanaman Buncis
Cara paling efektif dalam budidaya buncis adalah menanam biji secara langsung tanpa proses penyemaian. Masukkan biji buncis siap tanam ke dalam lubang yang telah dibuat. Isi setiap lubang dengan 2 biji buncis. Lalu tutup dengan tanah, kemudian siram secara berkala apabila kondisi tanah kering. Kebutuhan benih buncis adalah 50 kg per Hektare. Buncis mulai berkecambah pada 3-7 hari setelah tanam. Pada hari ke-7 biasanya kecambah telah tumbuh secara serempak.

Panen Budidaya Buncis
Buncis mulai berbunga pada 40 hari setelah tanam. Pada umur 50 hari, buncis sudah bisa dipanen. Buncis bisa dipanen 2 hari sekali dengan cara dipotong. Pemotongan harus dilakukan dengan hati-hati supaya bunga tidak jatuh. Pemanenan bisa dilakukan hingga 10 kali. Seringkali ketika pada saat masa panen pertama dan kedua, hasilnya mencapai 2-4 ton per Hektare. Pada panen ketiga hingga kelima akan mencapai puncak kemudian menurun hingga panen terakhir. Total hasil panen budidaya buncis bisa mencapai 48 ton per Hektare.

Kami Lim Corporation juga menjual Bantal Silikon, Kantong Sampah, Karung Beras Dan Kami juga menjual alat – alat Pertanian & Perkebunan. Untuk info lebih lanjut klik -> DISINI <- Atau anda juga bisa hubungi kami di : SMS/Call/WA: 0852.3392.5564 / 08123.258.4950 / 0877.0282.1277 . Call dan WA hanya dilayani pada jam kantor pukul 08.15 -16.00 WIB

Cara Melindungi Tanaman Dari Hewan Pengganggu

Mempunyai rumah dengan halaman yang luas dengan pepohonan yang banyak tentu menjadi dambaan banyak orang. Namun bagaimana jika Anda tinggal diperkotaan ?

Anda jangan khawatir, karena keterbatasan lahan yang dimiliki tidak sedikitpun menghalangi niat banyak orang untuk bercocok tanam. Saat ini diperkotaan hobi berkebun sudah menjadi trend masa kini. Walaupun mereka hanya memiliki lahan yang sempit dan terbatas, bisa berkebun dan memanen sayuran dan buah-buahan itu menjadi kebanggan tersendiri bagi mereka.

Terkadang dalam bercocok tanam seperti tanaman pangan, obat-obatan, tanaman hias atau jenis tanaman yang lain sering kita menemui berbagai kendala yang dapat menyebabkan kegagalan seperti curah hujan yang tinggi, terik matahari, gangguan dari binatang lain, hama atau penyakit. Gangguan tidak sepenuhnya dari alam, gangguan juga dapat berasal dari hewan peliharaan kita sendiri seperti burung dan ayam, apalagi jika halaman rumah yang Anda miliki tidak mempunyai pagar sebagai pembatas.

Dengan menjulangnya harga bambu dan kayu menjadikan kami memilih alternatif lain dalam membudidayakan tanaman yaitu dengan menggunakan jaring paranet.

Apa itu Paranet?
Jaring paranet ialah sebuah perangkat semacam jaring yang pada awalnya hanya diperuntukkan untuk pertanian saja. Namun seiring berjalannya waktu jaring ini juga digunakan sebagai pelindung tanaman, kandang ayam dan lain sebagainya. Jaring paranet pada awalnya berfungsi untuk menghalangi sebagaian sinar matahari yang datang ke tanaman. Jaring paranet juga berfungsi sebagai penghalau dalam mengurangi tekanan jatuhnya air hujan yang jatuh ke tanaman. Jaring paranet ternyata tidak hanya dijadikan untuk kandang ayam, melainkan untuk melindungi tanaman dari gangguan binatang lain.

Baca Juga :
Mengenal Hama Tanaman Kedelai & Cara Pengendaliannya
Tips Cara Menanam Singkong Yang Benar
Budidaya Jagung Hibrida
Teknik Jitu Mengendalikan Hama Keong Mas Pada Tanaman Padi

Jaring paranet ini terbuat dari bahan yang mengandung polietilen yang berbentuk anyaman jaring. Bahan ini berasal dari nylon atau plastik. Tetapi ada pula jaring paranet yang dibuat dari tambang dan kawat. Namun jaring dari bahan ini jarang diminati oleh penggemar tanaman, karena jaring tambang memiliki jarak antar lubang yang lebar, sedangkan penggunaan jaring kawat juga dikhawatirkan mudah berkarat.

Bagaimana cara memasang jaring paranet untuk melindungi tanaman Anda dari Ayam ?

Berikut 3 cara memasang jaring paranet untuk melindungi tanaman Anda dari Ayam

1. Anda perlu menyiapkan bambu atau kayu selebar 5 cm dengan panjang 1,5 meter (bisa di sesuaikan dengan kebutuhan tumbuhan).

2. Kemudian tancapkan kayu atau bambu mengelilingi area tanaman. Dengan jarak antara kayu satu dengan yang lainnya 1 meter.

3. Lalu Anda bisa memasang jaring paranet disekeliling tanaman guna melindungi tanaman dari hewan pengganggu seperti ayam, kucing, dan anjing.

Atau anda juga bisa kaitkan dengan tiang penyangga yang terdapat disekitar rumah Anda. Jaring paranet memanglah pada saat penggunaannya cukup efisien dan praktis sehingga tidak heran jika banyak orang menggunakan jaring ini sebagai pelindung tanaman atau untuk kebutuhan yang lainnya.

Kami Lim Corporation juga menjual Bantal Silikon, Kantong Sampah, Karung Beras Dan Kami juga menjual alat – alat Pertanian & Perkebunan. Untuk info lebih lanjut klik -> DISINI <- Atau anda juga bisa hubungi kami di : SMS/Call/WA: 0852.3392.5564 / 08123.258.4950 / 0877.0282.1277 . Call dan WA hanya dilayani pada jam kantor pukul 08.15 -16.00 WIB